Misionaris Membuka Pintu Surga Bagi Sesama

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Sabtu, 05 Januari 2019
1Yoh.3:11-21 & Yoh.1:43-51

TIGA TAHAP KEHIDUPAN SEORANG MISIONARIS – MURID/PENGIKUT KRISTUS :
“Belajar Dari Kisah dikotomis Kain vs Abel & dari Perjumpaan Filipus dengan Yesus dan dengan Natanael”

Renungan Harian dari Yung-Fo

Firman Tuhan pada hari kelima Tahun Baru 2019 ini kembali mempertemukan kita dengan Rasul Yohanes dalam Bacaan Pertama dan dengan Filipus dan Natanael dalam Bacaan Injil.

1. Keunggulan Kasih
Rasul Yohanes dengan gaya yang sama, masih melanjutkan pewartaannya dengan menempatkan berbagai hal secara bertentangan (= dikotomis). Demikian, ketika berbicara tentang KASIH, Yohanes mempertentangkan KAIN yang mewakili orang-orang yang berasal dari si jahat, dengan adiknya ABEL yang menjadi representasi untuk orang-orang yang melakukan Kebenaran.

Dari sisi motivasi, tindakan Kain menghadirkan KEBENCIAN + PERMUSUHAN berlawanan dengan tindakan Abel yang menghadirkan KASIH.

Dari sisi akibat atau efek dari tindakan, para pelaku tindak kebencian + permusuhan “tetap berada di dalam maut,” dipertentangkan dengan para pelaksana tindakan cinta-kasih, yang “sudah berpindah dari maut kepada hidup.”

Para pelaksana Hukum Kasih, mempunyai kepedulian terhadap sesamanya, terutama sesama yang berkekurangan. Kekurangan dan nasib malang yang menimpa sesama manusia, diangkat menjadi peluang untuk berbuat kasih (1 Yohanes. 3 : 17-18).

Dalam konteks dikotomi KAIN vs ABEL ini, panggilan seorang misionaris (murid/pengikut) Kristus adalah seperti Abel, yaitu “menjadi pembagi kasih Allah kepada sesama manusia,” mengikuti teladan pemberian diri Kristus (1 Yohanes. 3 : 16).

2. Filipus dan Natanael
Filipus masuk ke dalam Perjumpaan dengan Tuhan menjawabi panggilan dari Yesus sendiri (Tahap Pertama Kemuridan) dan sejak itu Filipus tinggal dalam Tuhan (Tahap Kedua Kemuridan) mengikuti Yesus dalam perjalanan kunjungan-Nya ke berbagai kota dan desa.

Setelah bertumbuh dan hidup dalam kedua tahap kemuridan tersebut di atas, Filipus melakukan hal yang persis sama seperti yang dilakukan oleh Andreas terhadap Petrus, saudaranya (Yohanes 1 : 40-42). Filipus bertemu dgn Natanael, dan bersaksi tentang Mesias yang dijumpainya di dalam diri Yesus dari Nazaret. Natanael mulanya meragukan kesaksian Filipus, tetapi Filipus mengajak Natanael untuk langsung menjumpai Tuhan.

Dari dialog Filipus dengan Natanael in, kita menemukan tugas-perutusan seorang misionaris (murid/pengikut) Kristus, yaitu menjadi mediator untuk perjumpaan umat manusia (yang sedang mencari keselamatan seperti Natanael ini!) dengan Sang Juruselamat ini, suatu perjumpaan di mana hadirat Allah ikut dibukakan bagi manusia, (Yohanes. 3 : 47-51). Seseorang yang telah menjumpai Tuhan dan hidup di dalam persekutuan yang erat dengan-Nya, pada akhirnya ikut menjadi pembuka pintu surga bagi sesamanya.

“Bersediakah saudara membukakan pintu surga bagi sesamamu seperti Filipus ini?”

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:
Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:
Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:
Semoga umat di Keuskupan kami mendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s