“Teens School of Mission”

Apa Itu T-SoM?

T-SoM itu nama ringkas dari Teens School of Mission. Dalam bahasa Indonesia, ini berarti Sekolah Misi Remaja. Tepat sekali, seperti namanya, program ini memang diperuntukkan bagi kamu yang masih remaja dan punya komitmen untuk melatih kesediaan diutus oleh Tuhan Yesus.

Sekolah ini bermula dari JAMNAS SEKAMI 2018. Pasti teman- teman masih sangat mengingat momen itu. Pada Jambore Sekami di Pontianak itu, sebagai peserta JAMNAS, teman-teman telah membuat komitmen misioner bersama. Masih ingat apa isinya? Yuk, simak di sini!

  1. Terus mewartakan sukacita Injil dengan menjalankan semangat dasar SEKAMI: doa, derma, kurban dan kesaksian; serta semboyan children helping children.
  2. Selalu mau belajar untuk menerima, menghargai, dan mencintai kebinekaan yang ada dalam kehidupan sehari- hari sebagai wujud kasih kepada Kristus.
  3. Selalu menggunakan cara-cara yang benar dalam mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai di tengah keanekaragaman suku, ras, agama, dan budaya di masyarakat dan negara Indonesia.
  4. Siap sedia menjadi seorang misionaris yang selalu membantu terwujudnya gerakan anak-anak SEKAMI di keuskupan masing-masing.
  5. Berkehendak mempersembahkan semua tugas misioner tersebut kepada Yesus, Sang Misionaris Sejati.

Karya Kepausan Indonesia ingin agar komitmen misioner tersebut terus tumbuh dan berbuah. Dari sinilah, lalu muncul kesanggupan untuk menindaklanjuti pendampingan iman pasca JAMNAS SEKAMI 2018. Bentuknya, dengan menyelenggarakan Teens School of Mission (T-SoM) atau Sekolah Misi Remaja selama satu tahun, Oktober 2018 sampai dengan Oktober 2019.

photo-2018-12-20-15-50-16

Peserta T-SoM adalah remaja alumni JAMNAS SEKAMI 2018 yang berasal dari enam keuskupan: Keuskupan Agung Makassar, Keuskupan Agung Palembang, Keuskupan Agung Semarang, Keuskupan Bandung, Keuskupan Sintang dan Keuskupan Surabaya. Setiap keuskupan mengirimkan tiga remaja alumni JAMNAS SEKAMI 2018 dengan komposisi laki-laki dan perempuan.

Visi T-SoM
Mungkin ada dari teman-teman yang bertanya, apa sih arah pendampingan sekolah misi ini? Atau, mau mengajak kita ke mana model sekolah remaja ini?

Yakinlah, teman-teman… kegiatan ini sangat positif buat kamu semua. Sebab, T-SoM ini memiliki visi agar kamu sebagai remaja Katolik itu memiliki kualitas iman yang mumpuni. Secara apik, T-SoM merumuskan visinya demikian: “Remaja Katolik hidup dalam Kristus dengan gembira, cerdas, tangguh, dan misioner.”
Simak, ya penjelasannya!

REMAJA KATOLIK: orang yang berusia 12 –14 tahun yang telah dibaptis secara Katolik.

HIDUP DALAM KRISTUS: gaya perilaku, kata-kata dan tindakan yang diresapi oleh nilai-nilai Kristiani seperti termuat dalam Kitab Suci, Tradisi dan ajaran Gereja Katolik.

GEMBIRA: sikap batin orang yang diresapi nilai-nilai Kristiani.

CERDAS: mencakup kecakapan intelektual dengan benar dan memadai; kuat dan dewasa dalam olah emosi; benar dan mendalam dalam spiritual; dan cakap-luwes dalam relasi sosial dengan yang lain.

TANGGUH: beriman tak tergoyahkan baik pada disposisi pribadi dan saat berhadapan dengan yang lain; serta iman Katolik sudah menjadi pilihan final dan bisa dipertanggungjawabkan.

MISIONER: dalam jiwa martyria siap sedia mewartakan Injil kepada semua orang dengan perkataan dan kesaksian.

screen shot 2019-01-06 at 4.35.30 am

Makna Logo
Ada tiga karakter dalam logo T-SoM, yaitu Yesus (biru) yang merupakan sang Guru T-SoM, bersama dua karakter lain (hijau dan kuning) yang adalah sosok anak-anak remaja (murid-murid T-SoM/murid-murid Yesus). Yesus mengenakan kain merah, simbol dari pengorbanan. Semangat berkorban yang harus ada dalam diri setiap misionaris.

Karakter-karakter yang dinamis, yang memiliki makna adanya hasrat dan semangat dalam diri untuk terus menerus belajar. Gerakan yang sama melambangkan keseragaman dan kekompakan antara murid dan sang Guru, di mana sang murid mau saling berbagi dan terlibat langsung mengikuti gerakan Yesus, sang Misionaris Agung.

Warna-warna yang energik, melambangkan jiwa dan karakter anak remaja yang selalu ceria, gembira dan dinamis.

Pada tulisan Teens School of Mission bisa ditemukan huruf T untuk “teens” dibuat menyerupai salib. Ini untuk mengingatkan kita semua akan salib Yesus sendiri, bukan hanya sebagai lambang pengorbanan tetapi juga merupakan lambang cinta-Nya pada kita, manusia. Karena itu diharapkan kita pun memiliki semangat berkorban dan cinta yang besar dalam gerak misi kita, mengikuti jejak Kristus.

Nantikan berita selanjutnya mengenai “live-in” latih tugas perutusan misioner para peserta T-SoM di Paroki Santo Matius Palla, Keuskupan Weetebula, Sumba.

“Selamat Hari Anak Misioner Sedunia ke-176.”

Salam misioner.

(Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s