“Misionaris: Sehati Seperasaan dengan Yesus”

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Selasa, 08 Januari 2019
Selasa sesudah Epifani
1Yoh.4:7-10 & Mrk.6:34-44

Bacaan Injil hari ini mengantar kita pada rahasia terdalam misionaris, murid-murid yang diutus. Rahasia jiwa misionaris adalah sehati seperasaan dengan Yesus. Ada tiga langkah menjadi sehati seperasaan dengan-Nya, yaitu “dari mata turun ke hati”, “dari hati berbuah bakti,” dan “bakti membawa damai sejati.”

Dari mata turun ke hati. Orang bilang, “dari mana datangnya cinta, dari mata turun ke hati.” Demikian juga cinta Yesus, seperti dikisahkan Injil Matius, “Ia melihat sejumlah besar orang banyak, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka.” Mata Yesus adalah mata cinta, mata kasih, seperti dinyatakan pada bacaan pertama (1Yoh. 4:10), “Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.” Mata cinta Yesus itu melihat dan kemudian menggerakkan hatinya oleh belas kasihan pada orang banyak. Sebagai murid-murid yang diutus atau misionaris, adakah mata kita adalah mata cinta yang kemudian menggerakkan hati untuk berbelaskasihan pada orang lain? Atau, sebaliknya justru yang ada adalah mata kebencian, mata kedengkian, mata iri, mata dendam permusuhan?

Dari hati berbuah bakti. Gerakan hati Yesus oleh belas kasihan mengajak para murid untuk, “Kamu harus memberi mereka makan.” Mata cinta yang menggerakkan hati membuahkan sikap bakti dan peduli. Kesusahan, keprihatinan, kelaparan, dan penderitaan orang lain menjadi kepedulian para murid Yesus. Misionaris tidak boleh cuci tangan dan tidak peduli pada sesama. Kepedulian itu merupakan wujud bakti murid pada Sang Guru, yaitu Yesus. Tidak perlu harus mapan dan kaya dulu untuk peduli, tetapi dari kekurangan dan kelemahan serta ketidakberdayaan yang ada, orang menyerahkan sikap bakti pada Tuhan dan peduli pada orang lain. Yesus mengatakan, “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!” Para murid berkata, “Lima roti dan dua ikan.” Jawaban para murid ini menunjukkan kekurangan dan ketidakberdayaan mereka. Namun demikian toh dipersembahkan kepada Tuhan untuk berbagi dan peduli. Tuhan pernah berkata, “justru dalam kelemahanmulah kuat kuasa-Ku diperlihatkan.”

Bakti membawa damai sejati. Dalam Yesus, sikap bakti para murid itu membuahkan damai sejahtera, “mereka semuanya makan sampai kenyang.” Tidak hanya itu, bahkan berlebih seperti dikisahkan Injil Markus, “Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti dua belas bakul penuh, selain dari pada sisa-sisa ikan.” Dalam Tuhan, kelemahan dan ketidaksempurnaan kita diubah menjadi kuat dan disempurnakan. Sikap bakti dan keikhlasan hati kita untuk diberkati, dipecah-pecah dan dibagi-bagi menjadikan kita sehati seperasaan dengan Yesus.

Marilah kita, misionaris, murid yang diutus ini mendidik diri sehati seperasaan dengan Yesus. Kita tajamkan kebeningan mata cinta kita, kita kuatkan gerakan hati yang penuh belas kasih dan kita berdayakan sikap bakti, sehingga membuahkan damai sejati.***(NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kamimendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s