Tuhan Mau Kita Sembuh

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Kamis, 17 Januari 2019
Ibr.3:7-14 & Mrk.1:40-45

Bacaan dari Surat kepada Umat Ibrani mengingatkan akan pasang surut relasi Yahweh dan Israel. Pembebasan dari Mesir merupakan suatu perbuatan besar Yahweh untuk Israel. Dari ketertindasan mereka dibebaskan. Dari perbudakan mereka dimerdekakan. Pengalaman pembebasan itu mestinya disyukuri dan memperteguh iman mereka pada Yahweh. Namun selama di padang gurun Israel tidak setia, mereka memberontak, kendati melihat dan mengalami perbuatan besar Yahweh, “mereka sesat hati dan tidak mengenal jalan-Ku.”

Kenyataan itu mengingatkan bahwa dalam komunitas yang dibebaskan selalu terdapat pribadi-pribadi yang tidak peduli, berlaku jahat dan tidak mengindahkan kehendak dan perinta Yahweh. Dengan mengacu kepada pengalaman komunitas Israel di padang gurun itu, penulis surat kepada umat Ibrani mengingatkan bahwa juga di dalam komunitas umat beriman Kristiani terdapat pribadi-pribadi yang tidak setia, sesat hati dan tidak peduli pada kehendak Tuhan. Mereka Ibarat duri dalam daging yang mengganggu dan menjadi sandungan dalam hidup umat beriman. Hati mereka jahat, tidak percaya dan murtad dari Allah yang hidup.

Apa yang harus dilakukan? Surat Ibrani mengingatkan akan tanggungjawab sesama umat beriman. Mereka yang menyimpang hidupnya mesti dinasihati dan tidak dibiarkan sebelum semuanya terlambat. Saling menasihati merupakan kebiasaan baik dalam komunitas hidup beriman, sehingga kesetiaan iman akan Kristus terpelihara dan dapat terus berkembang.

Menasihati satu sama lain itu penting, agar karunia luar biasa berkat iman tidak sia-sia, atau mubazir. Karunia iman itulah yang menjadikan manusia beriman bersatu dengan Kristus. Bersatu dengan Kristus berarti mengambil bagian dalam keselamatan. Jangan sampai karunia keselamatan menjadi sia-sia karena perilaku buruk dan perbuatan jahat. Umat beriman mesti saling peduli, saling menjaga dan saling menasihati agar tetap teguh dalam percaya.

Kekuatan dan keteguhan iman dapat terpelihara juga berkat rahmat dan pemulihan yang datang dari Allah. Manusia beriman, tetaplah manusia rapuh dan lemah, seringkali menyimpang karena pelbagai kesulitan dan tantangan yang dialami. Satu hal yang dibutuhkan adalah kesadaran bahwa manusia tidak dapat menjadi benar karena kekuatannya sendiri. Seperti si kusta dalam Injil sadar akan penyakitnya dan sadar pula bahwa hanya Yesus yang dapat menyembuhkan dia. Dia percaya bahwa tidak ada yang tak mungkin jika Yesus menghendaki. “Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku.” Yesus mau dan selalu mau agar manusia sembuh, benar dan bersih. Penyembuhan terjadi berkat kehendak dan kemauan Yesus, serta iman si kusta.

Sadar akan kekurangan dan kekuatan iman pada Yesus merupakan prasyarat dasar agar manusia bebas dari pelbagai belenggu kejahatan dan penderitaan. Sesungguhnya Yesus mau agar manusia sembuh, sehat, benar, pulih dan bahagia. Tetapi, apakah kita juga memiiki iman seperti si kusta?

(Sdr. Peter C. Aman, OFM – Ketua Komisi JPIC OFM Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kamimendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s