Belarasa “Memanusiakan Manusia”

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Pembukaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristiani
Jumat, 18 Januari 2019
Ibr.4:1-5, 11 & Mrk.2:1-12

“Beriman dengan hati mengandaikan setiap orang memiliki belarasa. Belarasa menumbuhkan semangat berbagi yang memanusiakan manusia agar bisa menyalurkan kasih kepada orang lain.” Demikian roh yang dihidupi oleh Gerakan Berkhat Santo Yusup (BKSY) Keuskupan Agung Jakarta sebagaimana diulas dalam majalah hidup edisi Januari 2019.

Saya secara pribadi tertarik dengan kata berbelarasa. Berbelarasa berarti gerakan keluar dari diri sendiri dan berusaha menjumpai orang lain. Tentunya perjumpaan ini adalah perjumpaan yang mengembirakan. Perjumpaan yang terjadi bukan hanya dengan menyapa tetapi masuk dalam bagian hidup orang lain; berusaha meringankan beban dan sekaligus membawa orang untuk mengalami damai, sukacita dan keselamatan.

Injil hari ini mengisahkan tentang Yesus menyembuhkan orang lumpuh. Kisah tentang penyembuhan ini begitu menarik. Hal yang menarik dari kisah penyembuhan ini bukan terletak pada penyembuhannya tetapi proses untuk mengalami penyembuhan itu yang luar biasa. Diceritakan bahwa “beberapa orang datang membawa kepada Yesus seorang lumpuh, digotong oleh empat orang. Tetapi mereka tidak dapat membawanya ke hadapan Yesus karena orang banyak itu. Maka mereka membuka atap yang di atas Yesus. Mereka menurunkan tilam, tempat orang lumpuh itu berbaring. Melihat iman mereka, berkatalah Yesus kepada orang lumpuh itu, Hai, anak-Ku, dosamu sudah diampuni.”

Dalam kisah ini, penyembuhan terjadi berkat usaha dari orang orang-orang yang membawa orang lumpuh itu. Melihat iman mereka tergeraklah hati Yesus untuk menyembuhkan orang lumpuh itu. Dalam teks ini ada masalah yang dihadapi oleh mereka yang hendak membawa orang lumpuh itu kepada Yesus. Masalahnya adalah mereka tidak dapat menjumpai Yesus karena orang banyak. Orang menutupi Yesus dan membuat tidak ada tempat lagi bagi orang mereka untuk menjumpai Yesus. Coba kita bayangkan andaikan tidak ada empat orang yang menggotong orang lumpuh itu, sudah pasti dia tidak akan bisa menjumpai Yesus dan tidak akan mengalami kesembuhan. Usaha dan bantuan (kerja keras) dari empat orang itulah yang membuat orang lumpuh itu bisa berjumpa dengan Yesus.

Ada banyak saudara-saudari kita yang mengalami sakit atau penderitaan. Mereka mengalami persoalan atau kesulitan untuk mengalami penyembuhan. Ada banyak kendala yang mereka harus hadapi, bisa saja dipersulit oleh orang lain atau juga karena dari diri mereka sendiri. Marilah kita memiliki semangat berbelas kasih. Membantu sesama kita yang mengalami penderitaan sakit atau apapun untuk mengalami mukjizat Tuhan. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Wujud nyata dari ungkapan iman adalah menghantar orang untuk bisa berjumpa dengan Tuhan.

(RD. Stefanus Si – Imam Keuskupan Weetebula)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kamimendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s