Menjadi “Anggur Baru” karena Dikaruniai Kemuliaan Tuhan

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Minggu, 20 Januari 2019
Yes.62:1-5 & 1Kor.12:4-11 & Yoh.2:1-11

Kebahagiaan merupakan impian dan keinginan manusia. Ada rupa-rupa hal yang bisa membuat manusia merasa bahagia. Salah satu hal yang bisa membuat manusia bahagia yakni ia merasa berharga, berguna atau dihargai. Sekurang-kurangnya, tidak ada orang yang akan sedih ketika ia dihargai secara tulus oleh orang lain. Itikad baik manusia akan mengarahkannya pada tindakan atau perkataan baik, yang mengundang orang lain menghargai atau menghormatinya. Bahkan sadar atau tidak, itikad baik manusia beriman sering tertuju pada hal yang lebih ilahi: bertindak atau berkata baik sesuai dengan apa “Yang-Berkenan-Kepada-Tuhan.” Demikianlah tindakan dan perkataan atau karya kita mengandung misi.

Kehidupan manusia di tengah lautan perbedaan ini tak lepas dari usaha bukan sekadar mempertahankan hidup, tetapi lebih dari itu: berkarya sesuai Kehendak Tuhan. Misalnya orang-orang yang bekerja bukan untuk mencari nafkah semata, melainkan juga mewujud-nyatakan imannya. Pasti kita bisa menjumpai: sopir angkot yang mengendarai angkotnya dengan baik supaya penumpangnya selamat; petugas cleaning-service yang membersihkan lokasinya supaya orang lain menikmati keindahannya; guru mengajar supaya murid-muridnya berilmu dan lain sebagainya. Profesi atau pekerjaan dilaksanakan dengan baik supaya orang lain bisa menikmati hasilnya.

Latar belakang hidup dan profesi-pekerjaan yang berbeda-beda tak menjadi hambatan orang untuk boleh berkarya dengan misi ilahi. Tak semua orang jadi presiden, pejabat, guru, petani, dll. Masing-masing punya lahan karya. Dan semua karya atau profesi atau pekerjaan itu mulia, manakala dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Apalagi di hadapan Tuhan semua profesi (halal) itu baik dan sama. Memang setiap manusia diberikan karunia yang berbeda-beda, karena itu profesi atau pekerjaan tak harus sama. Karunia yang berbeda-beda itu berasal dari satu Roh yang sama. Meski profesi atau pekerjaan berbeda-beda, namun hanya ada satu Tuhan.

Mensyukuri hidup yang ada, yang diberikan Tuhan sungguh membantu manusia untuk mencintai dan tulus menghidupi profesi atau pekerjaan maupun karyanya. Apapun pekerjaannya – yang penting halal – semuanya berharga dan berkenan di hadapan Tuhan. Untuk menggapai kebahagiaan – berkenan di hadapan Tuhan, orang tak perlu menyesali dan terburu-buru mengalihkan profesinya ke hal-hal yang dianggap lebih keren atau hebat. Kehormatan dan penghargaan di mata manusia tak abadi melekat pada profesi ataupun jabatan, apalagi di hadapan Tuhan.

Pada dasarnya manusia sungguh sangat berharga dan terhormat. Kehormatan manusia pertama-tama diberikan oleh Sang Pencipta. Di hadapan-Nya kita sungguh amat berharga, bahkan diciptakan serupa dengan-Nya. Profesi kita hanya sekadar sarana untuk mewujud-nyatakan apa yang kita imani. Kita memang menerima karunia, bakat, talenta berbeda dengan orang lain dan karenanya kita boleh berbeda profesi dengan yang lain. Namun karunia, bakat, talenta itu berasal dari satu Roh dan profesi atau karya itu untuk satu Tuhan.

Sebagai manusia – kita perlu berubah. Manusia yang merasa kurang berharga atau krisis kehormatan, pasti disebabkan oleh hasratnya pada kehormatan duniawi yang hanya sementara. Karyanya dirasa selalu mandul dan misinya dirasa tak pernah tercapai. Yang dikejarnya adalah kehormatan atau kemuliaan diri sendiri. Padahal Tuhan adalah pemilik tunggal Kemuliaan itu, sedangkan kita hanya beroleh karunia kemuliaan-Nya itu.

Dalam banyak peristiwa dan pribadi manusia, kita bisa menyaksikan kemuliaan Tuhan. Pada saat Yesus mengubah air menjadi anggur waktu pesta perkawinan di Kana, kemuliaan-Nya menjadi nyata dan murid-murid-Nya percaya kepada-Nya. Ada peristiwa perubahan yang membuat tuan pesta bahagia, terhindar dari malu dan tentu juga orang-orang lain semakin bergembira dalam pesta itu. Ketika kemuliaan-Nya nyata ada kebahagiaan yang besar bagi banyak orang, ada kehormatan yang luar biasa bagi tuan pesta. Kita pun perlu berubah.

Yang perlu kita ubah yakni semangat untuk menjalani hidup, semangat untuk berkarya serta bermisi. Apa pun yang sedang kita hidupi dan kerjakan sehari-hari, semuanya pasti menjadi sarana untuk mencapai kebahagiaan. Asalkan, kita memahami dan mengimani bahwa Roh Tuhan telah memberikan kita karunia yang terbaik. Misi atau tujuan kita berkarya perlu juga kita perbarui. Berkarya dalam hidup dengan misi ilahi melakukan apa yang dikehendaki Tuhan, akan menjadikan kita/membantu kita dijadikan ‘anggur baru’ oleh Tuhan. Semangat baru yang kita jadikan tekad untuk menjalani hidup selanjutnya, pasti akan menguatkan kita untuk menggapai kebahagiaan, menjadi berkat dan suka cita bagi sesama serta menjadikan kita pribadi yang semakin berkenan kepada Tuhan.

Mari membarui hidup dengan semangat baru. Karunia kemuliaan Tuhan telah dilimpahkan-Nya kepada kita lewat bermacam karya atau profesi serta pekerjaan kita. Dengan semangat baru untuk setiap karya misi ilahi, Tuhan pasti akan membantu kita menjadi ‘anggur baru’ yang berkenan kepada-Nya dan menggembirakan sesama.

(RD. Ramlan Abraham Mantow – Pastor Paroki St.Petrus Kotaraya, Keuskupan Manado)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kamimendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon… 

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s