Misionaris : Pembawa Karya Belas Kasih Allah “Tanpa Batas”

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Rabu, 23 Januari 2019
Ibr.7:1-3, 15-17 & Mrk.3:1-6

Firman Tuhan pada Rabu Pekan II Masa Biasa Tahun C/1 ini menghadirkan Yesus sebagai Imam Agung menurut Tata Imamat Melkisedek dan mengangkat kasus penyembuhan pada Hari Sabat. Aksi nyata untuk Karya Misi dlm terang Firman Tuhan hari ini dapat kita ikuti lewat hidup dan pelayanan ‘Santa Marianne Cope.’

1. Karakter Imamat Melkisedek
Informasi dari Firman Tuhan dalam Surat kepada Orang Ibrani menyebutkan beberapa Karakter untuk Penyandang Imamat Melkisedek ini, antara lain :
✓ Membawa berkat kepada orang pilihan Allah (Ibrani 7 : 1).
✓ Hidupnya dirajai oleh kebenaran (Ibrani 7 : 2).
✓ Pembawa damai-sejahtera (Ibrani 7 : 2).
✓ Imamatnya bersifat kekal.

Karakter Melkisedek dan penyandang Tata Imamat Melkisedek ini, nampaknya juga menjadi karakter para murid dan para misionaris Kristus.

2. Dua tingkat penyembuhan
Firman Tuhan dalam Injil hari kemarin Yesus Kristus, Imam Agung Perjanjian Baru, yang membawa penyembuhan. Dan penyembuhan ini berlaku baik untuk orang-orang yang menerima Yesus maupun untuk orang yang menentang Dia.

Untuk para penentang-Nya, Yesus membawa penyembuhan dalam ranah kognitif-intelektual-teologis. Paham yang tidak benar tentang Hukum Sabat diluruskan oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Hukum Sabat yang ada di tangan kaum Farisi dan para ahli Taurat menjadi semacam belenggu, kini dibarui untuk mengabdi kebaikan, hidup dan kebaikan manusia. Yesus memberi penegasan ini, “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat.” (Markus 2 : 27) Bahkan Yesus menantang para penentang-Nya dengan pertanyaan ini, “Manakah yang diperbolehkan pada hari Sabat, berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan nyawa orang atau membunuh orang?” (Markus 3 : 4) Jawaban Yesus atas pertanyaan ini langsung dijawab-Nya sendiri dengan tindakan-Nya, yaitu menyembuhkan orang yang lumpuh sebelah tangannya itu (Markus 3 : 5).

Dalam konteks penyembuhan Yesus ini, seorang murid atau seorang misionaris adalah seperti Yesus sendiri: membawa kebaikan dan pembebasan bagi siapa saja, baik yang menerima ataupun yang dalam hal tertentu tidak menerimanya. Seorang misionaris-murid Kristus adalah seorang pembawa kebaikan dan kebenaran, kesembuhan dan pembebasan “tanpa batas.”

3. Aksi Misioner Sr.Marianne Cope.
Apa yang kita katakan tentang karakter Melkisedek dan karakter-Nya Tuhan kita Yesus Kristus sebagai Imam Agung, telah dihidupi oleh Maria Anna Barbara Koob, yang kemudian kita kenal sebagai Santa Marianne Cope. Baliau lahir di Heppenheim, Jerman, pada 23 Januari 1838. Pada 19 November 1862 Marianne menerima busana biara dan menjadi biarawati dalam Biara Suster-suster dari Ordo Ketiga Regular Santo Fransiskus di Syrakusa, New York.

Karakter misioner yang muncul dari penghayatan Panggilan Hidup Suster Marianne adalah:
✓Membantu orang-orang yang memerlukan pertolongan (karya karitatif)
✓ Membantu orang untuk bebas dari kebodohan (menjadi guru)
✓ Membuka rumah sakit untuk melayani orang-orang sakit
✓ Mengelola rumah sakit, khususnya penderita kusta
✓ Menjadi misionaris di Hawai hingga saat meninggalnya pada tanggal 9 Agustus 1918

Pada 14 Mei 2005 Sr.Marianne Cope dibeatifikasi dan pada 21 Oktober 2012 Sr.Marianne digelari Kudus oleh Gereja, menjadi Santa Marianne Cope.

Semua karya belas-kasih ini mengalir dari komitmennya untuk mengikuti pengorbanan Yesus yang wafat di kayu salib untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa.

Santa Marianne Cope, yang pesta kelahirannya diperingati pada hari ini, membuat kita dapat belajar satu lagi karakter untuk seorang murid-misionaris Kristus, yaitu bahwa misionaris adalah orang yang tergerak hatinya oleh sikap dan tindakan belas-kasih dan mengikuti Yesus melakukan karya belas-kasih bagi sesama manusia lainnya.

Santa Marianne Cope, misionaris Kristus di Kalakaua, Hawai, doakanlah kami. Amin.

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kamimendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon…

 Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s