“Iman Sejati” Bukan Sekedar Tempelan

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Sabtu, 26 Januari 2019
2Tim.1:1-8 atau Tit.1:1-5 & Luk.10:1-9

Dipanggil, dipilih dan diutus. Tiga hal ini yang seharusnya ada dalam diri manusia Katolik. Hidup kita di dunia hendaknya selalu mampu menjadi rekan kerja Allah sehingga rencana karya keselamatan Allah sungguh terwujud dan terjadi bagi dunia. Sayangnya, selama ini kita tidak pernah mampu memaknai panggilan hidup kristiani kita. Kita tidak sadar sebagai orang yang dipilih oleh Allah sehingga tidak mampu juga menjalankan tugas perutusan kita di dunia ini dengan baik. Sebaliknya, sering hidup kita menjadi batu sandungan, penghalang bahkan perusak bagi rencana karya keselamatan Allah bagi dunia.

Apa yang membuat kita gagal sebagai pribadi yang dipanggil, dipilih dan diutus? Ya, iman kita yang belum sejati. Kita selalu gagal karena belum memiliki iman yang sejati. Selama ini iman kita hanya sekedar tempelan, hanya sekedar status, hanya sekedar atribut permukaan saja. Iman yang sejati mutlak harus dimiliki oleh pribadi yang dipanggil, dipilih dan diutus.

Iman sejati itu memiliki empat karakteristik. Pertama adalah iman yang hidup. Iman pribadi yang dipanggil, dipilih dan diutus harus hidup. Artinya tumbuh dan berkembang. Dinamis dan tidak statis. Semakin matang dan dewasa. Kedua, iman yang ternyatakan. Iman Katolik itu jelas dan masuk akal, tidak ada yang tersembunyi. Iman Katolik bukan takhayul dan bukan dongeng. Ketiga, iman yang operatif. Iman harus punya dampak dan pengaruh dalam sikap hidup sehari-hari. Iman tanpa perbuatan adalah mati. Keempat, iman yang performatif. Iman harus mampu membentuk dan mengubah manusia untuk semakin memiliki hidup yang berkenan bagi Allah.

Saudaraku, mari memiliki iman yang sejati sehingga kita semakin mampu menjalani hidup sebagai manusia Katolik yang dipanggil, dipilih dan diutus sebagai rekan kerja Allah. Tuhan memberkati.

(RD. Lucius Joko – Imam Diosesan Bogor, Tugas Misi di Keuskupan Agats-Asmat)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kamimendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s