Roh Allah dalam Pembaptisan

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Senin, 28 Januari 2019
Ibr.9:15, 24-28 & Mrk.3:22-30

Mukjizat Yesus selalu ditanggapi secara beragam. Ada yang kagum, ada yang sinis, ada juga yang membuat teori konspirasi. Para ahli Taurat menuduh Yesus mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, si penghulu setan, yang merasuki-Nya. Tuduhan ini fatal dan menyesatkan! Dengan dua ilustrasi Yesus mematahkan tuduhan mereka. Pertama, tidak mungkin warga negara/kerajaan atau anggota keluarga setan saling berperang. Itu akan menghancurkan mereka sendiri. Kedua, hanya Yesus, sebagai “yang lebih kuat,” yang mampu mengalahkan setan si “orang kuat” yang sudah mendiami dan menguasai manusia. Dengan kata lain, kuasa penyembuhan dan pengusiran setan yang dilakukan Yesus pasti bukan berasal dari Beelzebul, tetapi berasal dari Roh Allah yang menyertai-Nya sejak Pembaptisan (Mrk.1:9-11).

Yesus datang untuk menghadirkan pemerintahan Allah di dunia dan di antara manusia. Kalau Allah mulai memerintah, kekuatan oposisi pun harus menyerah. Pimpinan (setan, Beelzebul) dan anak-buahnya (roh-roh jahat) harus disingkirkan. Selama ini mereka menjadikan dunia ini sebagai rumah dan kerajaannya. Selama ini manusia ditawan dan dijadikan harta-benda setan dan para pengikutnya. Yesus datang untuk mengikat setan dan merampas kembali manusia. Dengan kedatangan Yesus, manusia dikembalikan menjadi aset Allah, bukan setan! Itulah inti panggilan semua pengikut-Nya: menjadikan dan mengembalikan manusia ke martabat dan fitrahnya sebagai harta-berharga Allah!

Karya Yesus adalah juga karya Gereja. Konteks perikop ini menegaskan hal itu. Dalam Mrk.3:13-19 Yesus sudah menetapkan ke-duabelasan pengikut-Nya yang paling dekat, sekaligus mengutus mereka untuk meneruskan karya-Nya (mewartakan Injil dan mengusir setan). Jadi, pengalaman Yesus ini menjadi cerminan bagi pengalaman Gereja, pengalaman kita, para pengikut-Nya yang meneruskan karya dan misi Yesus. Kita juga pasti akan ditolak. Karya misi dan pewartaan kita pun pasti akan menghadapi pelbagai curiga dan asumsi orang, dengan pelbagai tuduhan dan teori konspirasi. Jangan dilupakan juga, bahwa sebelum ada tuduhan para ahli Taurat ini, kaum keluarga Yesus juga tengah datang untuk mengamankan Dia, yang menurut mereka sudah “tidak waras” (Mrk.3:21). Tantangan dan perlawanan terhadap pewartaan Injil, bukan saja berasal dari kekuatan-kekuatan setani, tetapi juga dari orang-orang yang dekat dengan kita. Misi dan pelayanan kita sering membuat risih, juga buat kerabat dan famili. Orang dekat sering berupaya menjauhkan kita dari Tuhan. Kerabat sering juga menjadi halangan. Mereka juga sering belum paham. Kalau itu terjadi, ingatlah bahwa itu bukan gejala masa kini. Itu pengalaman yang juga menjadi pengalaman Yesus sendiri.

Dengan demikian, Injil hari ini menjadi berita yang menggembirakan dan memberi harapan. Misi kita untuk menghadirkan Kerajaan Allah berakar pada misi dan pengalaman Yesus sendiri. Roh Kudus yang berkarya sejak pembaptisan-Nya, juga berkarya dalam diri kita, sejak pembaptisan kita. Dengan daya-kekuatan Allah itu, kita sungguh siap menghadirkan Allah di tengah dunia, untuk mengusir semua kuasa dan pengaruh setani dalam pelbagai bentuknya. Sehingga pada saatnya, segala bangsa akan bernyanyi gembira: “Segala ujung bumi telah melihat keselamatan, yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi…” (Mzm. 98:3-4, Mazmur Tanggapan).

(Hortensius F.Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia, Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kamimendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s