Misionaris Mau Naik Kelas?

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I 2019

Rabu, 30 Januari 2019
Ibr.10:11-18 & Mrk.4:1-20

Misionaris : Pelaksana Hukum Allah & Penabur Firman-Nya.

Renungan Harian dari Yung-Fo

Ziarah Kehidupan kita pada bulan pertama Tahun 2019 ini hampir berakhir. Firman Tuhan memberikan semacam “alat” untuk mengevaluasi diri kita, dengan mengangkat Hukum Allah dan Firman-Nya sebagai tema Pewartaan. Pertanyaan kunci untuk Evaluasi Diri ini, adalah :
✓ Apakah sepanjang Januari 2019 ini kita telah hidup sesuai dengan ketentuan Hukum-hukum Allah? Atau dengan kata lain, apakah kita telah menjadi Pelaksana Hukum-Nya Allah sepanjang Bulan Januari Tahun 2019 ini?

✓ Sebagai putera-puteri terkasih Allah, apakah yang telah kita taburkan dalam hidup kita sepanjang hari-hari dalam bulan ini : apakah itu Firman Allah? Ataukah sesuatu yang lain?

1. Hubungan Khusus Kita dengan Allah
Yang namanya “Evaluasi Diri” pasti tidak berhubungan dengan sesuatu yang lain di luar diri Kita. Evaluasi Diri itu, pertama-tama terkait dengan Jati Diri kita sendiri. Baru kemudian hal-hal atau faktor-faktor mendasar yang terhubung dengan jati diri kita tersebut.

Dalam konteks Firman Tuhan hari ini, baik dalam Surat kepada orang Ibrani maupun dalam Injil Markus, Jati diri kita terkait secara hakiki dengan Allah.

Siapakah kita dalam hubungan dengan Allah ini? Jawabannya adalah bahwa kita adalah “Putera-puteri terkasih Allah.” Mengapa demikian atau apa dasarnya?

Ada dua jawaban atau dua hal mendasar yang menjadi Indikator penentu jati diri kita, mengapa kita menyandang predikat khusus sebagai putera-puteri terkasih Allah.

Pertama, kita mengacu kepada Ibrani 10 : 16-17. Indikator jati diri kita seturut teks ini, adalah bahwa kita menjadi pewaris Perjanjian yang diadakan oleh Allah, dengan :
✓ menaruh hukum-hukum-Nya di dalam hati kita dan menuliskan hukum-hukum-Nya itu di dalam akal-budi kita
✓ mengampuni dosa-dosa kita dan tidak mengingatnya lagi

Kedua, kita mengacu kepada Markus 4 : 1-20. Pada bagian tentang Perumpamaan, kita adalah laksana jenis tanah yang menerima benih, yang ditaburkan : jenis tanah yang mana? Selanjutnya pada bagian penjelasan-penjelasan tentang Perumpamaan itu, kita bisa juga mengambil peran sebagai “Penabur.”

2. Jati Diri kita & konsekuensi misionernya
Ketika kita terhubung dengan Allah, ketika Hukum-hukum Allah diletakan-Nya di dalam hati kita dan dutuliskan-Nya di dalam akal-budi kita, maka tidak ada pilihan lain bagi kita, selain memberikan diri kita kepada Allah, sebagai “Tanah yang baik,” yang menyambut benih yang ditaburkan, menumbuh-kembangkannya hingga menghasilkan buah (Markus 4 : 8).

Dalam konteks ini, misionaris adalah orang-orang yang telah (a) menerima dan menghidupi Hukum-hukum dan ketentuan Allah, (b) dalam wujud Firman-Nya serta menghayati Firman itu hingga menghasilkan buah. Kedua point ini adalah prasyarat untuk menjadi misionaris.

Selanjutnya, ketika kedua syarat ini SUDAH TERPENUHI barulah kehidupan sebagai seorang misionaris mulai berlaku, yaitu ketika seseorang yang sudah memiliki Hukum-hukum dan Firman Allah di dalam diri dan kehidupannya, NAIK KELAS untuk menjadi PENABUR baik FIRMAN maupun HUKUM ALLAH sehingga semakin banyak orang boleh (a) mengenal Hukum dan Firman Allah itu dan (b) mengatur hidup mereka berdasarkan Hukum dan Firman Allah tersebut.

Mau jadi misionaris Kristus?
✓ pastikan dahulu jati dirimu dalam hubunganmu dengan Allah
✓ penuhi syarat-syarat untuk menjadi misionaris : milikilah Hukum & Firman Allah sebagai pedoman hidupmu
✓ dan dengan Hukum-hukum plus Firman Allah itu sebagai bagian yang melekat pada jati dirimu, barulah engkau mulai bekerja sebagai “Mitra Allah,” yang menaburkan Hukum & Firman Allah ke dalam hati dan hidup orang-orang di sekitarmu. Berkat Tuhan Yesus Kristus, Sang Misionaris Agung kita, menyertai kita semuanya. Amin.

(RD.Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Kaum muda dan Teladan Bunda Maria: Semoga kaum muda, terutama yang berada di Amerika Latin mau meneladani Bunda Maria dan menjawab panggilan Tuhan untuk menyampaikan kegembiraan Injil pada dunia. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemimpin Agama: Semoga para pemimpin agama berani dengan tegas menolak segala bentuk usaha pribadi maupun kelompok masyarakat yang hendak menggunakan agama demi meraih kepentingan politik praktisnya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami mendukung hasrat Sri Paus membangun damai dengan hikmat yang menguatkan tekad persaudaraan para pemimpin negara kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s