Yesus Kristus: “Sungguh Allah Sungguh Manusia”

Renungan Harian Misioner
Minggu Biasa IV, 3 Februari 2019
Yer. 1:4-5, 17-19 & 1Kor. 12:31-13:13 (1Kor. 13:4-13) & Luk. 4:21-30

Kejutan demi kejutan terpaparkan oleh para pewarta Kabar Gembira. Dalam nas hari ini, orang-orang tercengang, bahwa anak si tukang kayu itu ternyata membaca Alkitab dan dapat menjelaskannya secara bijaksana. Ada hikmat Allah yang terpancar dalam paparan-Nya. Tak ada guru atau penatua Yahudi, yang lebih mampu memperlihatkan kebijaksanaan daripada Dia. Maka banyak sekali orang mengelilingi-Nya. Apalagi, selain “penuh hikmat,” Ia juga dapat melakukan mukjizat-mukjizat. Rupanya karena itu pula tersembul rasa “tak percaya” kepada-Nya dalam nada “Kok bisa?!”; namun juga “Masak iya sih?!” Apalagi ketika dikatakan-Nya bahwa “Hari ini Sabda Tuhan terwujud.” Mereka sulit dapat menerimanya: bahwa “Yang Ilahi” tampil mendekati “yang manusiawi” sekaligus menunjukkan “kedekatan yang mengagumkan” dengan “transendensi yang menakutkan”: “Sangat Agung dan Sangat Mesra-dekat sekali.” Akal dan hati manusiawi mereka belum mampu menerima.

Kelak, beberapa abad kemudian, St. Agustinus dari Hippo menyatakannya: “Ia lebih dalam daripada kita sendiri,” dan “Ia jauh lebih menyelami kita daripada kita sendiri.” Para pemikir dari abad ke abad sampai mengatakan bahwa dalam Diri-Nya “Yang Transenden” berpadu dengan “Yang Imanen”; “Yang Kodrati menyatu dengan Yang Adikodrati.” Konsili Chalcedon menuangkan dalam kalimat, kepercayaan Gereja Perdana itu secara resmi dan meriah bahwa Yesus Kristus “sungguh Allah dan sungguh manusia.” Oleh sebab itu St. Ignatius dari Loyola berpesan kepada murid-muridnya agar siap untuk mewartakan bahwa “kita semua diundang untuk terangkum dalam cinta mesra Sang Raja Kristus: sekaligus Sahabat dan Raja Semesta Alam” sehingga “manusia dapat menemukan cinta Allah dalam seluruh alam semesta dan sesamanya.” Sementara itu Iñigo yang sama juga lalu berpesan agar kita siap untuk “memilah-milah dan memilih, manakah yang dari Roh Allah dan manakah yang dari roh lain.” Sebab justru perpaduan yang kodrati dan yang insani itu perlu terus menerus disadari.

Ringkasnya: Sang Putera menjadi “sungguh Allah dan sungguh manusia,” dulu, sekarang dan selamanya; dalam surga dan di bumi serta di kedalaman diri kita, yang sering rumit ini. Siapkah kita dengan sepenuh hati dan budi serta aksi menyambut-Nya? Selanjutnya kita diutus membagikannya ke seluruh dunia, seperti disebutkan di akhir Pesan Tuhan sebelum Naik ke Surga. Mampukah kita untuk mewartakan-Nya kepada siapa pun? Mohonlah Roh Kudus agar kita mampu melaksanakannya dengan kata dan perbuatan serta seluruh hidup. Percayakanlah semua upaya itu pada Penjiwaan Roh, selaras dengan situasi dan kondisi diri kita, keluarga dan masyarakat kita. Lalu semoga semua orang dan alam memuliakan “Yesus Kristus, sungguh Allah, sungguh manusia.” Amin.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perdagangan Manusia: Semoga dengan murah hati, kita semua bersedia menerima dan melayani para korban perdagangan manusia, korban prostitusi dan korban kekerasan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pertemanan dalam Media Sosial: Semoga para pengguna media sosial semakin cerdas dan selektif dalam memilih lingkaran pertemanan di dunia maya demi pengembangan diri yang sehat dan baik, sehingga terciptanya masyarakat yang sehat dan bermartabat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami melaksanakan Masa Prapaskah dengan memanfaatkan media sosial secara bijaksana penuh hikmat Roh Kudus bagi keselamatan sesama sebagai bentuk matiraga kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s