Kisahkanlah Kisah Kasih Tuhan

Renungan Harian Misioner
Senin Biasa IV, 4 Februari 2019
Ibr. 11:32-40; Mrk. 5:1-20

“TABU. Mengusik gerbang iblis”; “Mata Batin II”; “Mengusik Tabir”; itulah sebagian dari judul-judul film yang ditayangkan bioskop pada minggu-minggu ini. Yang dikisahkan adalah orang-orang yang kerasukan setan. Bagaimana setan menguasai pribadi-pribadi orang dan bertindak destruktif, merusak. Rasanya, masyarakat semakin sering dijejali dengan cerita-cerita horor yang mencekam dan menakutkan, atau hoax dan berita-berita bohong tanpa data akurat.

Injil hari ini, Markus 5:1-20, juga berkisah tentang seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan. Ia datang kepada Yesus, berteriak kepada-Nya dan memohon untuk tidak diusir-Nya. Namun, yang menjadi pesan kisah “horor” ini bukan seorang yang kerasukan setan, melainkan perintah, “ceritakanlah bagaimana Ia (Tuhan) telah mengasihani engkau!

Ceritakanlah bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” Kisahkanlah kisah kasih Tuhan! Inilah perintah yang jarang disebarkan dalam diri masyarakat. Yang terjadi justru sebaliknya. Berkedok demokrasi, masyarakat dididik adu okol, menebarkan ancaman, kerisauan, ketakutan, kecemasan, tanpa harapan. Masyarakat menjadi gemar demo, menyebar hoax dan kabar bohong. Dan, bukankah ini kerja iblis yang sesungguhnya?!

Dari kisah orang yang kerasukan roh jahat itu, bisa dikenali ciri-ciri kerja iblis, roh jahat. Pertama, “seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan. Orang itu diam di sana dan tidak ada lagi yang sanggup mengikatnya, dengan rantai sekalipun,” datangnya dari dunia kematian. Pekuburan adalah dunia orang mati, tempat yang lazim dikenal menakutkan. Kerja iblis berorientasi kematian dengan menakut-nakuti, membuat cemas, membuat kerdil, menghambat orang bertumbuh dalam kebebasannya, menyingkirkan, bahkan memusnahkan. Kedua, “siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli diri dengan batu,” berteriak-teriak dan memukuli diri. Kerja iblis membuat gaduh, membuat onar, membuat kekisruhan, lawan dari pendamaian. Kerja iblis juga membuat orang menyakiti diri sendiri, menyalah-nyalahkan diri sendiri terus menerus, penyesalan tanpa pertobatan, membuat orang mandeg berhenti, malas, tidak mau tumbuh dan berkembang.

Namun, Yesus Tuhan, Anak Allah yang Mahatinggi mengalahkan iblis, menghalau kuasa roh jahat. Kerja Tuhan adalah membebaskan orang dari belenggu roh jahat. Dan, seperti diwartakan dalam bacaan pertama misa hari ini, Ibrani 11:32-40, Allah memiliki rencana yang lebih baik bagi kita semua. Dinyatakan, “karena iman, mereka (Gideon, Barak, Simson, Yefta, Daud, Samuel dan para nabi) telah menaklukkan kerajaan-kerajaan, mengamalkan kebenaran dan memperoleh apa yang dijanjikan, menutup mulut singa dan memadamkan api yang dahsyat.” Kuasa Allah yang Mahatinggi menaungi dan melindungi mereka yang mengimani-Nya, termasuk kita yang beriman dan setia kepada-Nya. Banyak hal dikerjakan Tuhan atas hidup kita. Kasih Tuhan dicurahkan kepada kita lewat orang-orang sekitar, peristiwa-peristiwa, kejadian-kejadian, maupun keajaiban-keajaiban yang tak terduga. Oleh karena itu, kisahkanlah kisah kasih Tuhan itu.

Misi kita hari ini jelas: mengisahkan kisah kasih Tuhan pada siapa yang kita jumpai. Kita menjadi pembawa kabar baik Tuhan seperti yang kita alami. Kita bukan penebar kebencian, melainkan pembawa damai. Kita bukan penggosip dengan kabar bohong, melainkan pewarta kebenaran.*** (NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perdagangan Manusia: Semoga dengan murah hati, kita semua bersedia menerima dan melayani para korban perdagangan manusia, korban prostitusi dan korban kekerasan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pertemanan dalam Media Sosial: Semoga para pengguna media sosial semakin cerdas dan selektif dalam memilih lingkaran pertemanan di dunia maya demi pengembangan diri yang sehat dan baik, sehingga terciptanya masyarakat yang sehat dan bermartabat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami melaksanakan Masa Prapaskah dengan memanfaatkan media sosial secara bijaksana penuh hikmat Roh Kudus bagi keselamatan sesama sebagai bentuk matiraga kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s