Misionaris: Nihil – Tanpa Hubungan dengan Kristus

Renungan Harian Misioner
Kamis Biasa IV, 7 Februari 2019
Ibr. 12:18-19, 21-24 & Mrk. 6:7-13

IDENTITAS & TUGAS-PERUTUSAN SEORANG MISIONARIS :
Nihil – Tanpa Hubungan Dengan Kristus.

Renungan Harian dari Yung-Fo

Para sahabat misioner yang terkasih,
Ziarah hidup kita dalam Tahun Baru 2019 ini terus berlanjut. Kita hampir melewati Pekan Pertama Februari. Firman Tuhan yang menjadi pedoman hidup kita hari ini, mengangkat dua tema penting dalam pewartaannya: tentang jati-diri atau Identitas seorang misionaris-pengikut Kristus dan tentang kekuatan apa yang menjadi andalan bagi para misionaris-pengikut Kristus ini ketika mereka melaksanakan tugas-perutusan masing-masing. Kedua hal ini, ternyata tidak bisa lepas tetapi senantiasa (harus) terhubung dengan Yesus Kristus.

1. Jati-diri seorang murid-misionaris
Ungkapan “murid-misionaris,” dimaksudkan untuk menyapa siapapun juga yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan hidup di dalam “Keluarga Baru” yang dibentuk-Nya, di dalam Gereja-Nya yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Siapakah orang-orang ini?

Mengacu kepada Surat untuk orang Ibrani, para murid-misionaris ini adalah, “Orang-orang yang telah datang ke Bukit Sion dan kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi. Orang-orang yang telah datang kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah dan kepada jemaat anak sulung, yang namanya terdaftar di surga; orang-orang yang telah sampai di hadapan Allah, yang menghakimi semua orang dan kepada orang-orang benar yang telah menjadi sempurna. Orang-orang yang telah datang kepada Yesus, Pengantara Perjanjian baru dan kepada darah pemercikan, yang berbicara lebih kuat daripada darah Habel” (Ibrani 12 : 22-24). Singkatnya, para murid-misionaris adalah orang-orang yang telah dipersatukan dengan Yesus Kristus dalam seluruh aspek hidup-Nya, pribadi-Nya dan ajaran-ajaran-Nya! Jati-diri seorang murid-misionaris selalu terkait dengan Pribadi, Hidup dan Karya Yesus Kristus. Dari ikatan inilah lahir tugas-perutusan atau tugas-tugas misioner, dengan pelaksana tugas, yang kita kenal sebagai misionaris itu!

2. Andalan seorang murid-misionaris dalam tugas-perutusannya
Sebagaimana jati-diri seorang murid-misionaris, yang tidak dapat lepas dari Pribadi, Hidup dan Karya-Karya Yesus Kristus, begitulah juga tugas-perutusan murid-misionaris ini. Sama-sama mengalir keluar dari persekutuan hidup para murid-misionaris itu dengan Kristus.

Karena terikat pada Pribadi, Hidup dan Karya-Karya Yesus, maka seorang murid-misionaris dalam melaksanakan tugas-perutusannya, juga tidak mengandalkan kekuatan dirinya sendiri, melainkan kekuatan Tuhan Yesus dan penyelenggaraan-Nya. Karena Dia telah melengkapi para murid-Nya dengan apapun yang mereka butuhkan, maka nasehat-Nya ialah supaya para murid-Nya itu berkonsentrasi pada tugas misionernya dan bukan pada kebutuhan hidupnya seperti makan-minum, pakaian, tempat menginap dan lain sebagainya. Dalam segala-galanya, bagi para murid Yesus yang diutus-Nya, Pribadi, Hidup, Karya-Karya dan Kuasa penyelenggaraan-Nya, itulah yang menjadi andalan (Bdk. Markus 6 : 7b-11). Para murid (orang-orang yang diutus Yesus untuk melanjutkan tugas-perutusan-Nya), haruslah orang-orang yang mengutamakan Kerajaan Allah, sehingga dengan skala prioritas seperti itu, segala yang lainnya dapat menjadi milik mereka (Bdk. Matius 6 : 33).

Ya Tuhan Yesus Kristus, tugas-perutusan ini kami terima daripada-Mu, maka beri kami kekuatan untuk menjadi andalan hidup dan andalan tugas-perutusan kami. Amin.

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perdagangan Manusia: Semoga dengan murah hati, kita semua bersedia menerima dan melayani para korban perdagangan manusia, korban prostitusi dan korban kekerasan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pertemanan dalam Media Sosial: Semoga para pengguna media sosial semakin cerdas dan selektif dalam memilih lingkaran pertemanan di dunia maya demi pengembangan diri yang sehat dan baik, sehingga terciptanya masyarakat yang sehat dan bermartabat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami melaksanakan Masa Prapaskah dengan memanfaatkan media sosial secara bijaksana penuh hikmat Roh Kudus bagi keselamatan sesama sebagai bentuk matiraga kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s