Yang “Biasa” Menjadi “Luar Biasa”

Renungan Harian Misioner
Minggu Biasa V, 10 Februari 2019
Yes. 6:1-2a, 3-8 & 1Kor. 15:1-11 (1Kor. 15:3-8, 11) & Luk. 5:1-11

“Panggilan Biasa dan Luar Biasa”: Panggilan Simon Petrus dan kawan-kawan berlangsung biasa sekaligus luar biasa. Apa yang BIASA? Panggilan Simon Petrus ini diberikan di atas perahu, yang biasa mereka pergunakan setiap hari untuk mencari nafkah. Dalam perahu itulah keringat mereka cucurkan. Di sana pula mereka bekerjasama dan mengalami kegagalan. Di situ juga gelak tawa mereka peroleh ketika berhasil dalam berjerih payah. Di situlah tempat mereka jatuh bangun dalam tiap langkah hidup.

Tuhan sekarang juga memanggil kita di tempat yang biasa; bukan luar biasa. Berjaga-jagalah, kalau-kalau Tuhan di tempatmu sekarang ini berseru memanggilmu: di kursimu, di depan mesin ketik atau komputermu atau kompormu atau di atas sepedamu atau di kendaraanmu atau di warungmu atau di sawahmu. Siap mendengarkan Tuhan di mana pun.

Apa lagi yang BIASA? Saat gagal atau berhasil. Itulah SAAT yang DIPILIH TUHAN, bukan kita yang menentukan ‘momentum’ panggilan dan bisa terjadi di saat yang amat normal, tanpa keistimewaan peristiwa apapun juga. Yang BIASA lagi adalah teman-teman yang sedang kau ajak bicara. Tuhan dan bukan dirimu-lah yang memilihkan lingkaran sahabat yang melingkupi panggilanmu itu. Yang BIASA juga adalah detik, menit, jam dan hari yang ditentukan Tuhan untuk memanggil dan mengutusmu.

Dalam pada itu ada yang LUAR BIASA dalam PANGGILANMU, yaitu: dalam jangkauan-Nya. Tuhan memanggil Simon Petrus untuk meninggalkan segala hal yang biasa dia hidupi setiap hari. Panggilan-Nya tanpa batas dan sepenuhnya. Tuhan mau mengambil segala yang biasa darinya. Hidupnya kemudian menjadi tidak biasa lagi. Melainkan meliputi hal-hal yang luar biasa: “menjala manusia.” Suksesnya nanti di luar dari ukuran yang biasa dia pakai yaitu ikan dan dagangan. Simon Petrus dipanggil untuk melampaui batas-batas yang biasa digunakannya untuk menilai diri dan kawan-kawannya.

Sekarang pun panggilan Tuhan yang sering tampak “biasa kedengarannya” karena lewat jalan sekolah dan pekerjaan yang biasa-biasa saja ternyata selalu telah disiapkan oleh Penyelenggaraan Ilahi untuk mengatasi kebiasaan ukuran manusia biasa. Roh Tuhan akan mengubah yang biasa menjadi luar biasa. LIHATLAH SIMON PETRUS: melewati kerikil dan selokan hidup yang biasa, ia dibimbing Daya Ilahi untuk melintasi sekian banyak keterbatasan manusia dan penghambatan sosial. Wujud pendampingan Ilahi mungkin saja berbau duka dan derita, tetapi Sang Guru dari Nasaret, melampaui salib akan menganugerahkan Kebangkitan. Itulah sebabnya “pengutusan menjala manusia” bermuara pada kemartiran Simon Petrus setelah tuntas mewartakan Kabar Gembira. Muara akhir adalah “HIDUP MULIA BERSAMA BAPA DI SURGA.” Syaratnya: ikuti secara total panggilan Tuhan, dalam iman seutuhnya, setia sampai akhir dalam bakti kepada sesama.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perdagangan Manusia: Semoga dengan murah hati, kita semua bersedia menerima dan melayani para korban perdagangan manusia, korban prostitusi dan korban kekerasan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pertemanan dalam Media Sosial: Semoga para pengguna media sosial semakin cerdas dan selektif dalam memilih lingkaran pertemanan di dunia maya demi pengembangan diri yang sehat dan baik, sehingga terciptanya masyarakat yang sehat dan bermartabat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami melaksanakan Masa Prapaskah dengan memanfaatkan media sosial secara bijaksana penuh hikmat Roh Kudus bagi keselamatan sesama sebagai bentuk matiraga kami. Kami mohon…

 Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s