Jamahlah Jumbai Jubah Yesus dan Menjadi Sembuh!

Renungan Harian Misioner
Senin Biasa V, 11 Februari 2019
Peringatan Hari Orang Sakit Sedunia
Kej. 1:1-19 & Mrk. 6:53-56

Hari ini gereja memperingati “Hari Orang Sakit Sedunia.” Orang-orang cenderung untuk menghindari atau tidak membicarakan hal-hal yang tidak menyenangkan dalam hidup, apalagi mengangkat topik sakit atau “penderitaan.”

Sering kita mendengar orang menderita sakit dengan pertanyaan: “Mengapa saya? Kapan penderitaan ini akan berakhir? Bukankah Allah mencintai setiap manusia? Mengapa Allah membiarkan manusia menderita?”

Dalam kitab Kejadian 1: 1-19, awal mula Allah menciptakan segalanya baik, tentu saja tidak ada penderitaan, bahkan sebelum manusia diciptakan, Allah sudah menyediakan tempat dan makanan untuk manusia bisa hidup bersama-Nya. “Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” (Kej. 1:12)

Tetapi cukup ironis, manusia sendiri yang menyakiti Allah dengan ketidaktaatan dan merusak hubungan yang baik ini. Inilah asal mula sakit atau “penderitaan.” Hari ini ada kabar gembira: Allah tidak membiarkan manusia menderita. Dia telah mengutus Yesus untuk membuktikan cinta-Nya yang tidak pernah pudar. Dia terus menerus meyakinkan manusia bahwa manusia tidak pernah ditinggalkan-Nya sendiri.

Ke mana pun Ia pergi, ke desa-desa, ke kota-kota, atau ke kampung-kampung, orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh.” (Mrk. 6:56)

Sebagai orang beriman, mari kita bersama-sama menyadari bahwa sakit bukanlah sebuah penderitaan yang tidak ada habis-habisnya, tetapi sakit juga merupakan suatu perziarahan di dunia menuju kekudusan dalam perjumpaan dengan Allah. Mari bersama-sama kita mengambil beberapa saat untuk mendoakan orang-orang sakit di dunia, supaya mereka mau datang, menyentuh jumbai jubah Yesus dan menjadi sembuh.

(Dena Sukiato – Katekis Paroki Blok Q Keuskupan Agung Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perdagangan Manusia: Semoga dengan murah hati, kita semua bersedia menerima dan melayani para korban perdagangan manusia, korban prostitusi dan korban kekerasan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pertemanan dalam Media Sosial: Semoga para pengguna media sosial semakin cerdas dan selektif dalam memilih lingkaran pertemanan di dunia maya demi pengembangan diri yang sehat dan baik, sehingga terciptanya masyarakat yang sehat dan bermartabat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami melaksanakan Masa Prapaskah dengan memanfaatkan media sosial secara bijaksana penuh hikmat Roh Kudus bagi keselamatan sesama sebagai bentuk matiraga kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s