Misionaris: Penjaga Kehidupan yang Diberikan Allah

Renungan Harian Misioner
Senin Biasa VI, 18 Februari 2019
Peringatan St. Flavianus
Kej. 4:1-15, 25 & Mrk. 8:11-13

Renungan Harian dari Yung-Fo

Para sahabat misioner yang terkasih : Shalom!
Dalam Renungan Harian kita tanggal 13/02/2019, kita telah menemukan salah satu sisi kehidupan seorang misionaris, yakni sebagai seorang pendukung dan promotor Spiritualitas Pro-Life. Bersama ciptaan lainnya, terutama sesama manusia, seorang misionaris menerima hidupnya dari Allah dan selanjutnya ia bertanggung-jawab untuk mengatur kehidupan itu sebaik-baiknya, sehingga menjadi berkat baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain. Secara ke dalam, seorang misionaris bertanggung-jawab untuk tetap terhubung dengan Allah, sehingga kehidupan yang dari Allah boleh terus-menerus mengalir di dalam dan memenuhi dirinya, dan kemudian memancar keluar untuk memenuhi dan memberi hidup kepada orang lain lewat tutur kata, sikap dan tindakan-tindakannya (= contra : Markus 7 : 20-23).

Untuk hari ini, Senin : 18/02/2019, pokok permenungan kita adalah KEHADIRAN ALLAH kaitannya dengan hidup dan perutusan seorang misionaris. Kehadiran Allah ini dapat ditemukan di dalam ciptaan dan kemudian mencapai puncaknya di dalam Pribadi, Hidup dan Karya-karya Tuhan Kita Yesus Kristus.

1. Allah hadir dalam ciptaan-Nya
Kehadiran Allah ini kita jumpai dalam Kesaksian iman Hawa. Ketika melahirkan anaknya Kain, kata-kata Hawa adalah, “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan Tuhan” (Kejadian 4 : 1b). Cara pandang dan kesaksian iman Hawa ini berlaku juga untuk kelahiran Habel dan kelahiran Set yang diterima sebagai pengganti Habel (Kejadian 4 : 25).

Satu point penting tentang kehadiran Allah di dalam ciptaan-Nya ini ialah bahwa kehadiran itu terjadi bukan saja pada saat ciptaan itu mengalami perkembangan yang baik (= peristiwa kelahiran dan hidup!), tetapi juga Allah hadir ketika ciptaan-Nya itu dirusak dan dihancurkan – peristiwa pembunuhan Habel (Kejadian 4 : 8 – 15).

2. Kehadiran Allah di dalam Pribadi, Hidup dan Karya-karya Tuhan kita Yesus Kristus
Oleh karena Yesus telah datang sebagai Immanuel (Matius 1 : 23), maka seluruh Pribadi, Hidup dan Karya-karya-Nya otomatis menghadirkan Allah dan Kerajaan-Nya. Salah satu contohnya adalah kasus pengusiran setan (Matius 19 : 24).

Mengacu kepada teks-teks Alkitabiah tentang Kehadiran Allah ini, dua poin utama dapat kita tarik dari sini. Pertama, bahwa Allah hadir sebagai Pencipta dan Pemberi Kehidupan, (Kejadian 4 : 1-15. 25).

Kedua, ketika kehidupan itu tercemar oleh dosa dan sakit-penyakit yang mendatangkan maut, Allah juga hadir sebagai pembela dan pemulih kehidupan itu. Hal ini tersebar dalam kasus-kasus penyembuhan yang dilakukan Yesus.

3. Permintaan Kaum Farisi
Dalam tiga ayat singkat Injil hari ini, kita dipertemukan dengan orang-orang Farisi. Mereka ini selalu mengambil kesempatan untuk bersoal-jawab dengan Yesus dan mencobai Dia. Mereka ini adalah potret para pemimpin agama (Yahudi) yang gagal untuk mendeteksi kehadiran Allah dan kuasa-Nya yang bekerja di dalam Pribadi, Hidup dan Karya-karya Tuhan kita Yesus Kristus ini. Dan karena mereka tidak menerima Dia, maka kuasa atas hidup dan pemulihan hidup yang dibawa-Nya tidak bekerja untuk orang-orang ini (Bdk. Yohanes 1 : 10-13).

4. Penjaga Kehidupan
Mengacu kepada Allah yang menghadirkan diri-Nya kepada ciptaan-Nya, terutama kepada manusia, sebagai Pencipta, Pemberi dan Pemulih Kehidupan, seperti yang kita temukan dari teks-teks Alkitabiah tersebut di atas, lalu apa PERAN para misionaris, utusan Allah ini?

Peran para misionaris, utusan dari Allah Sang Pencipta, Pemberi, dan Pemulih Kehidupan ini, sudah tentu tidak berbeda jauh dari hubungan dengan Allah. Misionaris tidak pernah membawa sesuatu apapun dari dirinya sendiri. Misionaris membawa dan menghadirkan apa yang diterimanya dari Allah. Khusus untuk permenungan kita hari ini, hal yang disediakan oleh Allah adalah kehidupan. Maka PERAN seorang misionaris, seorang utusan Allah, dalam konteks ini adalah PENJAGA KEHIDUPAN, suatu peran yang GAGAL dihayati dan dilaksanakan oleh KAIN & KAUM AGAMAWAN seperti orang-orang Farisi itu, karena hati mereka telah dipenuhi oleh iri hati dan kecemburuan (Kejadian 4 : 3-7; Mateus 5:20; 16:12; 23:13-15.23.25-27).

Untuk dapat menjadi Penjaga Kehidupan yang diterima dari Allah ini, seorang misionaris harus mampu mengatasi “dua masalah Kain” yang bisa saja ada dalam dirinya : (a) bebas dari cemburu dan iri hati dan (b) berkuasa atas atau tidak menyerah kepada dosa yang setiap saat mengintip hidupnya (Kejadian 4 : 5-7).

“Ya Yesus, bantulah kami untuk mengalahkan dosa-dosa kami, agar supaya dapat menjaga kehidupan yang Engkau berikan kepada kami. Amin.”

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perdagangan Manusia: Semoga dengan murah hati, kita semua bersedia menerima dan melayani para korban perdagangan manusia, korban prostitusi dan korban kekerasan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pertemanan dalam Media Sosial: Semoga para pengguna media sosial semakin cerdas dan selektif dalam memilih lingkaran pertemanan di dunia maya demi pengembangan diri yang sehat dan baik, sehingga terciptanya masyarakat yang sehat dan bermartabat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami melaksanakan Masa Prapaskah dengan memanfaatkan media sosial secara bijaksana penuh hikmat Roh Kudus bagi keselamatan sesama sebagai bentuk matiraga kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s