Siapkah Kita Menjawab Pertanyaan Tuhan?

Homili Paus: “Di mana saudaramu?”
Dengan merenungkan kisah Kain dan Habel dalam Alkitab, Paus Fransiskus dalam homilinya di misa hari Senin mengatakan bahwa kita dihujani banyak pertanyaan tidak nyaman mengenai saudara-saudara kita.

“Di mana saudaramu?” Ini adalah pertanyaan yang Allah ajukan kepada kita masing-masing di dalam hati mengenai saudara kita yang sakit, yang di penjara atau yang kelaparan. Paus Fransiskus menyampaikan renungan homilinya dalam misa Senin pagi di kapel Casa Santa Marta, Vatikan.

Mengomentari kisah Kain dan Habel dalam bacaan pertama dari Kitab Kejadian, Paus menjelaskan bahwa umat manusia, seperti halnya Kain, sering berupaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan Tuhan yang kritis dan menohok berkaitan dengan sesama kita. “Apa yang harus saya lakukan dengan kehidupan saudara saya? Apakah saya penjaganya? Saya cuci tangan mengenai dia…” Paus menjelaskan bahwa Kain, yang membunuh saudaranya, mencoba untuk melarikan diri dari pandangan Tuhan.

Pertanyaan-pertanyaan tidak nyaman
Paus kemudian menjelaskan bagaimana Yesus juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tidak nyaman seperti itu. Yesus bertanya kepada Petrus tiga kali apakah dia mencintai-Nya. Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya apa yang orang katakan tentang Dia dan apa yang mereka pikirkan tentang Dia.

Paus Fransiskus berkata hari ini Tuhan menanyakan kepada kita masing-masing beberapa pertanyaan pribadi seperti ini:
“Di mana saudaramu yang lapar?” tanya Tuhan kepada kita. Dan, untuk menyelamatkan muka kita, kita menjawab, “Dia pasti sedang makan siang dengan kelompok paroki Caritas yang memberinya makan.”

“Bagaimana dengan yang lain, yang sakit…?” “Oh ya, dia ada di rumah sakit!” “Tapi tidak ada tempat di rumah sakit! Dan apakah kamu memberinya obat?” “Tapi, itu urusannya, saya tidak bisa ikut campur dalam kehidupan orang lain… dan selain itu, kerabatnya akan datang memberinya obat.” Jadi saya cuci tangan akan dia.

“Di mana saudaramu, yang menjadi tahanan?” “Ah, dia pantas dan harus menebus kesalahannya.” Kita lelah melihat begitu banyak penjahat di jalan.
Mungkin, kata Paus, Anda tidak pernah mendengar jawaban seperti itu dari Tuhan. “Di mana saudaramu, saudaramu yang dieksploitasi, yang bekerja secara ilegal, sembilan bulan dalam setahun… tanpa keamanan, tanpa liburan…?”

Nama dan wajah seorang saudara laki-laki
Bapa Suci mendesak setiap orang untuk menamai setiap tokoh yang disebutkan Tuhan dalam Injil Matius bab 25 – yang sakit, yang lapar, yang haus, tanpa pakaian, anak kecil yang tidak bisa pergi ke sekolah, pecandu narkoba, tahanan… di mana dia?

Paus mengatakan, pertanyaan terus-menerus diajukan kepada kita. “Di mana saudaramu di dalam hatimu? Apakah ada ruang bagi orang-orang ini di hati kita? Atau apakah kita mencoba menenangkan hati nurani kita dengan cara memberikan sedekah sekadarnya?”

“Kita terbiasa,” katanya, “untuk memberikan jawaban-jawaban kompromi untuk melarikan diri dari masalah, bukan untuk melihat masalah, bukan untuk menyentuh masalah.”

Paus Fransiskus mengatakan bahwa kecuali kita dapat memasukkan nama ke dalam daftar di Injil Matius bab 25, kita akan menciptakan “sebuah kehidupan yang gelap” bagi kita dengan dosa yang meringkuk di pintu kita, menunggu untuk bisa masuk dan menghancurkan kita.

Ketika Tuhan bertanya kepada Adam dalam Kitab Kejadian, “Adam, di mana kamu?” – Adam menyembunyikan diri karena malu. Mungkin kita tidak memperhatikan hal-hal ini, kesengsaraan-kesengsaraan ini, penderitaan-penderitaan ini, Paus berkata dan mendesak umat Kristiani untuk tidak bersembunyi dari kenyataan, tetapi untuk menjawab secara terbuka, dengan setia dan penuh sukacita pertanyaan-pertanyaan yang Tuhan tanyakan kepada kita tentang saudara-saudara kita.

18 Februari 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s