Misi Kita sebagai “Ambil Bagian” dalam Misi Allah

Renungan Harian Misioner
Kamis Biasa VI, 21 Februari 2019
Peringatan S. Petrus Damianus
Kej. 9:1-13 & Mrk. 8:27-33

Salah satu dasar hidup dan panggilan para misionaris adalah mengalami Allah dan mengenal rancangan-Nya. Begitulah bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk mendalami lagi misteri iman kristiani kita akan Allah. Pertama, Dia adalah Allah yang sibuk bekerja menata dunia dengan segala isinya. Setelah ‘Air Bah’, Allah membuat perjanjian (baru) dengan orang-orang benar yang taat kepada-Nya (Kej. 9). Dalam Injil, Allah sendiri datang ke dunia dalam pribadi Tuhan Yesus, yang bekerja total dan sehabis-habisnya. Kedua, Allah mempercayakan tugas kepada orang-orang yang berkenan kepada-Nya. Kepada Nuh dan anak-anaknya (Kej. 9:1-2) Allah mempercayakan tugas luhur seperti yang diberikan-Nya kepada Adam dan Hawa (Kej. 1:28). Ketiga, pelaksanaan tugas mulia tersebut bukan tanpa perlawanan, seperti yang dialami oleh Tuhan Yesus sendiri (Mrk. 8:31).

Allah yang terus bekerja
Kita mewarisi iman dari tradisi Yahudi-Kristiani mengenai Allah yang tidak pernah berhenti memperhatikan seluruh ciptaan-Nya. Bacaan dari kitab Kejadian hari ini menarasikan Allah yang dekat dengan manusia, utamanya dengan mereka yang hidup dan taat kepada tata dan rancangan Allah. Mereka itu, seperti Nuh dan keluarganya, adalah orang-orang yang berkenan kepada Allah. Kepada mereka Allah mempercayakan tugas untuk menata dunia semesta. Seperti kepada Adam dan Hawa (Kej. 1:28), begitu pula Allah memberikan tanggungjawab mulia ini dan disimpulkan dengan kata-kata: “[…] ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan” (Kej 9:1-2).

Partisipasi dalam karya Allah
Tugas misioner yang dipercayakan Allah kepada orang-orang yang berkenan kepada-Nya itu dilaksanakan dengan sikap tanggungjawab. Mereka akan melaksanakannya atas nama Allah dalam suatu perjanjian ‘baru’ (yang diperbarui) dan yang berlaku turun-temurun. Allah bersabda: “Inilah tanda perjanjian yang Kuadakan antara Aku dengan kamu serta segala makhluk yang hidup, yang bersama-sama dengan kamu, turun-temurun, untuk selama-lamanya […]” (Kej 9:12). Disamping hal-hal yang harus dilakukan, dalam perjanjian itu disebutkan pula hal-hal yang dilarang untuk dibuat. Ada hal-hal yang harus dipertahankan dan ada pula hal-hal yang harus ditinggalkan atau dibuang karena tidak berkenan kepada Allah. Dalam kesatuan dengan Injil hari ini, perjanjian ilahi ini mengandung tugas kenabian.

Pelaksanaan tugas bukan tanpa perlawanan
Menata ulang masyarakat manusia dan lingkungannya ini merupakan tugas kenabian yang menghadapi banyak perlawanan. Itulah pengalaman Tuhan Yesus, sebuah perlawanan yang demikian berat dan keras dari pihak-pihak yang tidak mau ada perubahan. Perlawanan dari kelompok-kelompok mapan seperti itu bahkan berujung pada pembunuhan (Mrk. 8:31). Begitulah pengalaman pelaksanaan tugas misioner Tuhan Yesus dan para murid turun-temurun sepanjang sejarah. Kaum mapan tidak mau zona nyamannya diganggu. Dalam situasi semacam inilah tugas misioner menghadapi tantangan dan perlawanan yang berat.

Tugas misioner kita, sebagai orang-orang beriman kristiani, adalah turut ambil bagian dalam menata ulang masyarakat kita menurut rancangan dan maksud Allah. Tentu saja tugas ini kita terima dengan syukur dan penuh rasa tanggungjawab. Lewat bacaan-bacaan hari ini kita diingatkan pula akan adanya perlawanan-perlawanan dari pihak-pihak yang sudah mapan, yang tidak mau ada perubahan atau penataan ulang pola-pikir dan perilaku dalam hidup bersama. Menghadapi berbagai tantangan dan perlawanan seperti itu, orang-orang beriman tidak boleh mundur. Justru dalam menghadapi kesulitan-kesuliatan itulah tugas ilahi menjadi semakin nyata dan, kita juga tahu, Allah tetap bekerja.

(RP. Raymundus Sudhiarsa, SVD – Wakil Ketua Komisi Karya Misioner KWI)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Perdagangan Manusia: Semoga dengan murah hati, kita semua bersedia menerima dan melayani para korban perdagangan manusia, korban prostitusi dan korban kekerasan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pertemanan dalam Media Sosial: Semoga para pengguna media sosial semakin cerdas dan selektif dalam memilih lingkaran pertemanan di dunia maya demi pengembangan diri yang sehat dan baik, sehingga terciptanya masyarakat yang sehat dan bermartabat. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami melaksanakan Masa Prapaskah dengan memanfaatkan media sosial secara bijaksana penuh hikmat Roh Kudus bagi keselamatan sesama sebagai bentuk matiraga kami. Kami mohon…

 Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s