“Mereka Bukan Lagi Dua Melainkan Satu”

Renungan Harian Misioner
Jumat Biasa VII, 1 Maret 2019
Peringatan S. Felix III (II) & S. David
Sir. 6:5-17; Mrk. 10:1-12

Beberapa hari yang lalu Syahrini, artis terkenal yang selalu menyebut dirinya ‘princess’, menikah dengan Reino Barack, anak pengusaha besar, di Jepang. Ketika ditanya soal pernikahan Syahrini-Reino ini, komedian Uus berucap, “Reino sama Syahrini cocok apa enggak, enggak tahu. Suka-suka mereka. Saya bilang Gading dan Gisel cocok juga, mereka akhirnya cerai. Sekarang Reino dan Syahrini cocok apa enggak, enggak tahu” (kumparan.com). Dimulai dengan glamour, berakhir dengan hancur. Kejadian ini tidak jarang terjadi dalam perkawinan. Tercatat di data statistik, sejak tahun 2009 s.d. 2016 tercatat angka perceraian di Indonesia tertinggi di Asia Pasifik dengan peningkatan 16-20 persen.

Seperti ucapan komedian Uus tadi, orang sering tidak yakin pada komitmennya sendiri dan nikah sekadar perkara ‘suka-suka’. Sejak awal saja sudah tidak yakin, bagaimana bisa berani menuju jenjang perkawinan?! Pada diri sendiri saja tidak yakin, bagaimana bisa yakin pada orang lain, apalagi dengan Tuhan yang tidak kelihatan. Ketidakyakinan tergambar pula pada fenomena sebelum akad nikah, kedua pasangan telah berurusan dengan notaris bersepakat pembagian harta sebagai antisipasi nanti kalau-kalau dalam perjalanan bahteranya kandas. Ketidakyakinan sudah membuka peluang dan memberi harapan pada setan untuk bergerilya sejak dini di bahtera perkawinan.

Pesan Injil misa hari ini jelas dan tegas, “apa yang dipersatukan Allah, janganlah diceraikan manusia.” Bisa dirangkum dalam satu kata: SETIA.

Kesetiaan diuji oleh waktu. Dan dalam waktu, godaan dan tantangan membentang. Godaan-tantangan terkeras adalah ketegaran hati. Terhadap pertanyaan orang-orang Farisi, “Bolehkah seorang suami menceraikan isterinya?” Tuhan Yesus menjawab, “Karena ketegaran hatimulah Musa menulis perintah untukmu.” Tegar hati, keras kepala, mau menang sendiri, tidak ada yang mau mengalah, dan perilaku ‘semau gue’ inilah laku setan bergerilya setelah dibuka dengan ketidakyakinan tadi.

Kesetiaan itu hidup dan dinamis, maka perlu dilatih dan dididik, dipupuk dan dipelihara setiap waktu. Beberapa catatan perlu dipegang untuk menghidupinya. Yang pertama adalah keyakinan akan kehendak Allah, “Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan pria dan wanita; karena itu pria meninggalkan ibu bapanya dan bersatu dengan isterinya.” Kedua, menghayati diri dan pasangan sebagai ‘yang satu’, “Keduanya lalu menjadi satu daging. Mereka bukan lagi dua, melainkan satu.” Tidak lagi aku dan kamu, tapi kita ‘yang satu’. Karena itu, yang ketiga adalah lurus hati, seperti ditemukan dalam bacaan I dari kitab Putra Sirakh, “Orang yang takwa memelihara persahabatan dengan lurus hati, sebab sebagaimana ia sendiri, demikianpun sahabatnya” (Sir. 6:17).*** (NW)

(RD. M. Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran.Kami mohon… 

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s