Mengapa YESUS Meminta Kita Berguru pada Anak-Anak?

Renungan Harian Misioner
Sabtu Biasa VII, 2 Maret 2019
Peringatan S. Agnes dr Praha
Sir. 17:1-15; Mrk. 10:13- 16

Sahabat-sahabat Tuhan yang terkasih.
Beberapa hari lalu beredar di medsos satu video singkat tentang seorang putri cilik yang mengingatkan ayahnya yang hendak pergi berkampanye pada hari minggu agar mengikuti kampanye pemilu dengan suatu sikap bathin yang baik dan benar dalam konteks kehidupan berbangsa. Meski durasinya hanya satu menit, namun video singkat ini mampu menampilkan pesan-pesan inti akan nilai-nilai utama dalam hidup bersama termasuk peran kampanye pemilu serta tujuan kebersamaan sebagai satu bangsa yakni perlu menjaga persatuan dan persaudaraan. Dan pesan-pesan tersebut disampaikan dalam nada lucu melalui si putri cilik tetapi sungguh bernas.

Hal menarik dari video ini yakni pesan inti bukan disampaikan oleh orang tua kepada anak sebagaimana biasanya tetapi justru dari anak kepada orang tuanya. Yesus melalui Injil hari ini juga mengajak kita untuk belajar dari anak-anak bila kita mau menerima Kerajaan Allah. Mengapa demikian? Karena anak-anak kecil biasanya menampilkan sifat-sifat luhur berikut:

Pertama, sifat polos dan jujur, apa adanya. Sifat-sifat tersebut perlu dimiliki oleh orang yang mau hidup dalam tuntunan Tuhan atau dalam bahasa Putra Sirakh, orang yang takut akan Tuhan secara positif karena kesadaran bahwa pada Tuhanlah ada sumber hidup dan kebahagiaan sejati. Sikap polos akan membuat kita bersikap genuine, asli, dan apa adanya termasuk sikap takut akan Tuhan dalam hati yang terdalam. Sikap polos menghindarkan kita dari sikap ‘bertopeng’ demi kepentingan-kepentingan tertentu, dan sekaligus menjadi kekuatan bagi kita untuk berani ‘bersuara’ berlandaskan intensi luhur demi bonum commune (kebaikan bersama).

Kedua, sifat rendah hati. Dalam konteks pengetahuan dan wawasan, anak-anak sering diirabatkan dengan ‘kertas kosong’ tanpa tulisan apapun. Kerendahan hati diiringi rasa ingin tahu sering mendorong mereka untuk bertanya kepada orang lain. Melalui sikap rendah hati mengakui ketidaktahuan-keterbatasan, dan keterbukaan untuk diajar-dituntun oleh orang lain akhirnya dia bertransformasi dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa. Karena itu analogi tersebut dipakai Yesus untuk mengingatkan kita supaya kita juga memiliki sikap rendah hati dan sikap terbuka untuk belajar dari Tuhan, Sang Penuntun Jalan hidup kita. Sikap yang sama yang mendorong kita mau mengakui keterbatasan kita sekaligus mau terbuka belajar dari kelebihan orang lain.

Inilah jalan-jalan luhur yang terkesan sederhana dan biasa-biasa saja tetapi bila dilakoni dengan setia dan sungguh-sungguh akan membuat orang menjadi luar biasa karena selalu mengandalkan Tuhan dan mau berguru pada sesama.

Bersediakah kita mau berguru pada kaum kecil atau malah menjaga gengsi kita? Hidup itu murah, brand-lah yang membuatnya mahal, hidup itu sederhana, gengsi-lah yang membuatnya rumit. Selamat merenung, Tuhan memberkati.

(RP. Dr. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran.Kami mohon…

 Amin

One thought on “Mengapa YESUS Meminta Kita Berguru pada Anak-Anak?

Leave a Reply to Nuni guteres Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s