Ganjaran Seorang Misionaris: Menjadi Anggota Keluarga Allah & Pewaris Kehidupan Kekal

Renungan Harian Misioner
Selasa Biasa VIII, 5 Maret 2019
Peringatan S. Yohanes Yosef & S. Eusebius dr Kremona
Sir. 35:1-12; Mrk. 10:28-31

Renungan Harian dari Yung-Fo:

Sahabat misioner yang terkasih, kita berada pada hari terakhir sebelum memasuki Masa Khusus dalam Kalender Liturgi kita, yaitu Masa Prapaskah. Sejumlah permenungan tentang apa yang harus kita lakukan pada hari-hari dalam Masa Khusus ini telah muncul dalam berbagai sajian di medsos. Namun, sebelum semuanya itu kita lakukan, mari kita lihat “keinginan hati Tuhan” dalam Firman-Nya hari ini, dan “apa peran seorang misionaris” sehubungan dengan keinginan hati Tuhan tersebut?

1. Keinginan Hati Tuhan berikut Ganjarannya
Kitab Putra Sirakh yang kita baca sebagai Bacaan Pertama hari ini, memberikan sejumlah daftar tentang apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Dia menghendaki, supaya kita, para putera-puteri-Nya:
√ memenuhi hukum-Nya
√ memperhatikan segala perintah-Nya
√ membalas kebaikan
√ memberi derma
√ menjauhi kejahatan dan menolak kelaliman
Semua tindakan ini, apabila dilakukan oleh para putera dan puteri Allah, maka nilainya sama dengan “memberikan korban keselamatan.”

Selanjutnya, Putera Sirakh mengarahkan para putera-puteri Allah, supaya mereka mengikuti perintah-Nya, antara lain supaya mereka tampil di hadapan Tuhan dengan karakter atau nilai hidup, seperti:
√ jujur
√ murah hati
√ bersukacita dan bergembira
√ tidak menyuap Tuhan
√ tidak menaruh harapan pada kelaliman
Karakter atau nilai-nilai hidup ini, apabila dilakukan oleh para putera-puteri Allah, akan menjadikan mereka sebagai orang-orang yang mentaati perintah Tuhan dan mendapatkan ganjaran-Nya.

Agar supaya para putera-puteri terkasih Allah dapat hidup dengan karakter yang memampukan mereka untuk mentaati perintah Tuhan dan memperoleh ganjaran-Nya, maka peran seorang misionaris adalah seperti Putera Sirakh ini, yakni memperkenalkan tiga hal :
* apa saja yang dikehendaki oleh Allah
* apa saja karakter atau nilai hidup seorang putera atau puteri Allah
* apa saja ganjaran yang disediakan Allah, bagi mereka yang melakukan keinginan hati-Nya, dan memiliki karakter hidup sebagai putera dan puteri-Nya

2. Mengantarkan Umat Manusia kepada Allah
Dengan memperkenalkan ketiga hal yang disuarakan oleh Putra Sirakh di atas (Sirakh 35 : 1-12), seorang misionaris sesungguhnya bertugas untuk mengantarkan orang-orang kepada Allah. Inilah yang dikehendaki Allah dan disuarakan-Nya lewat kata-kata Pemazmur, “Bawalah ke mari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Daku, perjanjian yang dikukuhkan dengan kurban sembelihan” (Mzm 50 : 5).

Tentang siapa yang layak untuk diantarkan kepada Allah, Pemazmur menggemakan kembali sejumlah karakter atau niliai hidup yang telah ditegaskan oleh Putera Sirakh, dengan kata-kata atau ungkapan yang berbeda namun sama isinya, seperti: jujur, senantiasa berkurban, dan memuliakan Allah.

3. Pertanyaan Rasul Santo Petrus
Kerja keras seorang misionaris untuk memenangkan hati umat manusia bagi Tuhan, tentu saja menuntut pengorbanan. Segala sesuatu telah mereka tinggalkan, demi MISI yang dipercayakan Allah kepada mereka. Lalu apa yang mereka dapat? Ini pertanyaan menarik dari Rasul Petrus.

Jawaban Yesus kpd Petrus soal GANJARAN inipun tidak kalah menariknya. Bahkan jawaban in sangat mendasar bagi seorang murid + pengikut + misionaris Kristus. Dua hal Tuhan sediakan bagi siapapun saja yang telah membuka diri untuk meeting Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, dan yang ikut-serta memberitakan keselamatan yang dibawa oleh Yesus ini.

Pertama: seorang misionaris digabungkan ke dalam Allah, yang mempersatukan semua orang dari segala suku, bangsa, budaya, dan bahasa menjadi SATU KELUARGA dengan FIRMAN TUHAN sebagai pengikatnya, (Markus 10 : 30a. Bdk. Markus 3 : 34-35).

Kedua: karena sudah diterima ke dalam keluarga-Nya Allah, maka seorang murid + pengikut + misionaris Yesus Kristus, pada gilirannya akan menjadi PEWARIS HIDUP YANG KEKAL (Markus 10 : 30b).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran.Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s