Puasa Momen Mengevaluasi Hidup

Renungan Harian Misioner
Sabtu sesudah Rabu Abu, 9 Maret 2019
Perayaan S. Fransiska dr Roma
Yes. 58:9b-14; Luk. 5:27-32

Sahabat-sabahat Tuhan yang terkasih,
Ada banyak sebutan, atribut atau gelar yang ‘dikenakan’ kepada Tuhan dalam hubungan dengan karakter dan peran Tuhan dalam hidup manusia termasuk kita. Injil hari ini menampilkan salah satu sifat istimewa Allah yakni kasih-Nya yang inclusive bagi semua orang tanpa kecuali karena semua manusia adalah anak-anak-Nya. Yang dibutuhkan dari manusia adalah sikap mau terbuka menerima tawaran kasih Tuhan dan bersedia mengikuti jalan Tuhan sebagaimana dilakukan Lewi, si pemungut cukai yang terbuka menerima ajakan Yesus dan serta merta mengikuti-Nya. Mengabaikan hal tersebut sama dengan tidak mau menerima tawaran kasih Tuhan dan mau hidup seturut keinginan kita.

Inilah salah satu hal penting yang mestinya kita renungkan di Masa Puasa ini sehingga kita semakin menyadari diri kita sebagai anak-anak Allah yang hidup dari rahmat belaskasih Tuhan dan mesti menjadi berkat bagi sesama. Maka Nabi Yesaya secara gamblang menyampaikan hal-hal yang perlu kita renungkan dan lakukan agar hidup kita bisa menjadi terang, jalan dan berkat bagi sesama:
• Apabila engkau tidak lagi mengenakan kuk kepada sesamamu, tidak lagi menunjuk-nunjuk orang dengan jari dan memfitnah (Yesaya 58:9).
• Apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kau inginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari (Yesaya 58:10)
• Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat “hari kenikmatan”, dan hari kudus TUHAN “hari yang mulia”; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong (Yesaya 58:13)

Keikhlasan merenungkan nasihat-nasihat Nabi Yesaya tersebut akan menghantar kita menyadari bahwa seringkali egoisentrisme menjadi salah satu penyebab utama ketimpangan di atas. Egosentrisme membuat kita mau memanfaatkan pihak lain bahkan Tuhan untuk kepentingan diri kita padahal kita mestinya menjadi alat Tuhan dan pembawa berkat bagi sesama. Egosentrisme juga bisa menumbuhkan sikap mau menguasai orang lain padahal yang sebenarnya adalah kita sama-sama anak Allah yang hidup dari rahmat Allah.

Paus Fransiskus menasihati kita untuk menggunakan masa puasa untuk merenungkan hal-hal tersebut: “Lent calls us to ‘give ourselves a shakeup’. To remember that we are creatures. That we are not God” (Masa Puasa memanggil kita untuk mengupayakan perubahan sikap. Untuk mengingatkan bahwa kita adalah sesama makhluk ciptaan. Kita bukan Allah).

Semoga Masa Puasa ini menjadi moment berahmat di mana kita semakin pada Tuhan dan makin memantapkan tekad kita untuk menjadikan hidup kita menjadi berkat bagi sesama.
Tuhan memberkati.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

Foto: Vatican News

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran.Kami mohon…

 Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s