2D2P: Doa Derma Pantang Puasa

Renungan Harian Misioner
Senin Prapaskah I, 11 Maret 2019
Peringatan S. Eulogius & Leokrita, S. Sofronius, S. Pionius
Im. 19:1-2.11-18; Mat. 25:31-46

Pada Senin, awal pekan pertama masa Prapaskah ini, kita langsung diarahkan pada asas dasar hidup Kristiani: “memuliakan Allah dan meluhurkan martabat manusia”. Masa Prapaskah adalah waktu olah batin, menata rasa-kehendak-hati-budi untuk senantiasa terarah pada Yang Ilahi secara lebih intensif. 2D2P (Doa, Derma, Pantang, Puasa) menjadi gerakan konkret selama masa Prapaskah ini.

Awal dan akhir bacaan pertama, yang dikutip dari kitab Imamat, sudah menunjuk asas dasar hidup Kristiani tersebut: “Kuduslah kamu, sebab Aku Tuhan Allahmu, kudus” dan “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Dengan hidup kudus, kita memuliakan Allah. Dengan mengasihi sesama, kita meluhurkan martabat manusia. Keduanya bagai dua sisi dalam satu keping mata uang. Bagaimana asas dasar tersebut diwujudkan dalam hidup sehari-hari? Kitab Imamat pun memberikan petunjuk konkretnya dengan sejumlah larangan: jangan mencuri, jangan berbohong, jangan berdusta, jangan memeras, jangan merampas, jangan mengutuk, jangan jadi batu sandungan, jangan curang, jangan menebar fitnah, jangan mengancam, jangan membenci, jangan menuntut balas, jangan dendam.

Asas dasar hidup Kristiani itu pun ditegaskan kembali dalam bacaan Injil, dari Matius 25:31-46, “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.” Tuhan mengidentikkan diri dengan yang hina. Injil Matius merincinya sebagai yang lapar, haus, telanjang, sakit, dan terpenjara. Termasuk yang hina adalah yang menjadi korban, yang kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel atau berkebutuhan khusus. Tuhan yang transenden tak tergapai menjadi imanen hadir nyata dalam diri yang paling papa ini. Memuliakan Allah dan meluhurkan martabat manusia diwujudkan secara nyata pada pilihan dan keberpihakan pada yang hina (preferential for the poor). Itu lah ukurannya memuliakan Allah dan meluhurkan manusia.

Perhatian dan tindakan nyata tersebut diarahkan kepada orang yang tidak dapat membalas, kepada yang paling membutuhkan. Ini pun tidak dilakukan dengan motivasi untuk menumpuk pahala dalam surga, tetapi dalam ketulusan, kerendahan hati, dan bukan demi keuntungan atau kemuliaan diri. Tidak melakukannya dalam kepura-puraan dan demi kemegahan diri.

Dengan petunjuk-petunjuk tersebut, mari kita renungkan dan teliti peri hidup harian kita. Apakah perilaku hidupku semakin selaras dengan kehendak Tuhan itu? Sabda Tuhan hari ini menjadi kompas hidup. Kita niatkan hidup hari ini dan ke depan untuk memuliakan Allah dan meluhurkan martabat manusia dengan berlaku kudus dan kasih pada sesama.*** (NW)

(RD. Markus Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran.Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s