Melayani Sesama Sebagai Keutamaan Kristiani

Renungan Harian Misioner
Rabu Prapaskah II, 20 Maret 2019
Peringatan S. Fransiskus Maria dr Camporosso
Yer. 18:18-20; Mat. 20:17-28

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu.”

Jika kita renungkan dengan baik, kata-kata Yesus seringkali memutar balikkan pola pikir yang selama ini kita terima begitu saja. Apa yang kita lihat dalam kehidupan sehari-hari merupakan contoh bagaimana aturan di dunia ini dibangun. Orang ‘besar’ tentulah mereka yang punya kedudukan, kuasa, dan oleh karena itu tentu sudah sepantasnya dilayani dan bukan sebaliknya. Namun dalam Injil Yesus justru mengajarkan kepada para rasul dan juga kepada kita hal yang sebaliknya. Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani, dan memberikan nyawa-Nya bagi menjadi tebusan bagi banyak orang.

Menjadi pelayan dan hamba seperti yang diajarkan Yesus harus dibedakan dari menjadi ‘budak’. Pelayan yang dalam bahasa Yunani diambil dari kata ‘diakonos’ (διάκονος) berbeda dengan ‘doulos’ (δούλος) yang diterjemahkan sebagai budak (slave). Pelayan dengan bebas dan kerendahan hati mempersembahkan hidupnya untuk melayani mezbah Allah. Kebebasan itu tidak dimiliki oleh seorang budak yang tunduk kepada tuannya. Hanya manusia yang merdeka yang mampu dengan bebas menjadi seorang pelayan bagi sesamanya. Konsep pemikiran inilah yang oleh Yesus ingin diajarkan kepada para rasul dan kita sebagai umat Kristiani. Kita seringkali lupa bahwa jalan kemuridan yang kita tapaki bersama Yesus menuntut kebesaran dan kerendahan hati untuk melayani.

Dalam masa prapaskah ini, melalui mati raga dan upaya pertobatan, Gereja memberikan satu masa panjang bagi kita untuk berefleksi. Apakah kita telah dengan rela melayani sesama kita? Atau apakah kita masih menuntut pelayanan dari orang lain karena posisi kita, kedudukan kita, jabatan kita di dalam masyarakat? Dunia dengan segala kemampuannya memperlihatkan bagaimana membedakan tuan dan karyawan, pimpinan dan bawahan, kaya dan miskin, penguasa dan rakyat. Namun Yesus berkata: Tidaklah demikian diantara kamu! Yesus tidak hanya berkata-kata dan memberi nasihat, tetapi seluruh hidupnya memperlihatkan dengan jelas, bagaimana Allah datang untuk menyerahkan cinta-Nya bagi kita manusia yang berdosa ini. Semoga dalam masa prapaskah ini dan berkat bimbingan Roh Kudus kita berani melayani sesama sebagaimana diteladankan Yesus kepada kita. Dengan demikian kita telah menjadi tanda nyata kehadiran Kerajaan Allah dalam keluarga, masyarakat dan lingkungan kita. Tuhan memberkati.

(Br. Kornelius Glossanto, SX – Missionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran.Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s