Pesan Paus kepada Para Mahasiswa

Paus di Universitas Lateran: Injil dan memiliki perspektif yang sehat
Paus Fransiskus melakukan kunjungan kejutan ke Universitas Kepausan Lateran di Roma, memberi tahu para mahasiswa untuk selalu mencari kebenaran, dan untuk berani merencanakan masa depan.

Berita tentang kunjungan mendadak Paus diumumkan dalam tweet dari Universitas Kepausan Lateran itu sendiri, pada pukul 9 pagi hari Selasa. Paus Fransiskus, dalam tweet itu dikatakan, akan melakukan kunjungan kejutan ke Universitas, untuk memimpin Meditasi Prapaskah. Dan itulah yang terjadi: Paus Fransiskus datang dan mengambil rujukan dari bacaan liturgi hari itu, dimulai dengan Kitab Nabi Daniel.

Kesetiaan kepada Tuhan dan kemartiran
Teks bacaan tersebut menggambarkan bagaimana Raja Babilonia Nebukadnezar melemparkan tiga putra Israel ke dalam tungku pembakaran, karena mereka menolak untuk menyembah patung emasnya. “Keteguhan hati mereka untuk setia kepada Tuhan dan menjaga kebebasan mereka membuat mereka menjadi martir,” kata Paus, “seperti yang terjadi hari ini juga kepada rekan-rekan Kristiani Anda, di beberapa bagian dunia”. Tetapi Tuhan campur tangan untuk mencegah agar api tidak melukai mereka.

“Untuk diselimuti api dan tetap tidak terluka: ini dimungkinkan dengan bantuan Tuhan Yesus, Anak Allah, dan hembusan Roh Kudus”, kata Paus Fransiskus. “Bahkan jika kita hidup dalam konteks budaya yang ditandai oleh satu pemikiran, yang membungkus dan membius semua orang dengan pelukan mautnya, membakar semua bentuk kreativitas dan pemikiran yang berbeda, kita berjalan tanpa terluka berkat kita berakar dalam Yesus dan Injil-Nya”.

Perspektif yang sehat
Pengalaman akademis, kata Paus, dimaksudkan untuk memberi Anda kesadaran kritis dan kemampuan untuk membedakan. Kesetiaan pada Injil dan penerimaan warisan yang kaya dari tradisi Gereja dimaksudkan untuk memberi Anda perspektif “sehat” dari masa-masa di mana kita hidup. Masa-masa itu ditandai oleh apa yang oleh Paus disebut sebagai “individualisme yang nyaman dan pelit”, kita semua hanya memikirkan “kesejahteraan kita sendiri, waktu luang, dan pemenuhan diri”. “Betapa berbahayanya semua ini,” kata Paus Fransiskus, “bagaimana hal itu memisahkan kita dari orang lain dan dari kenyataan, betapa hal itu membuat kita sakit”.

“Studi yang Anda lakukan di Universitas ini”, lanjut Paus, “akan berbuah dan berguna hanya sejauh jika hal ini tidak melepaskan Anda dari kesadaran pada sejarah manusia dan semua kemanusiaan”. Alih-alih, Paus menyimpulkan, “studi ini akan membantu Anda menafsirkan dunia dan membangun masa depan bersama dengan Tuhan, yang didirikan dengan baik untuk menjadi milik umat Allah yang kudus, yang dibimbing-Nya dengan kasih, yang mengilhami, memelihara, dan memperbaiki dengan Firman-Nya” .

26 Maret 2019
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s