“Sang Sabda Membebaskan”

Renungan Harian Misioner
Kamis Prapaskah III, 28 Maret 2019
Peringatan S. Doroteus dr Gaza
Yer. 7:23-28; Luk. 11:14-23

Kedatangan Sang Putera kepada manusia adalah diutus untuk memulihkan komunikasi antara Allah dengan manusia. Komunikasi itu putus karena manusia berdosa. Dosa sendiri, pada hakikatnya dilakukan Adam dan Hawa serta anak-cucunya dengan melanggar sabda Allah. Pelanggaran tersebut tidak hanya berupa “makan buah dari pohon terlarang”, melainkan berwujud “mencampakkan Kehendak Sang Pencipta” atau “menganggap sepi Pesan Tuhan”. Begitulah caranya si ciptaan merusak hubungan pribadinya dengan Dia yang menyelenggarakan hidupnya”. Dampak terdalam tindakan itu adalah “membinasakan hidup dan dengan demikian mengundang maut kepada diri dan anak cucunya”. Tak pelak lagi, dosa manusia mengikuti godaan Iblis memang mendatangkan kematian. Oleh sebab itu, Sang Putera melaksanakan penebusan dosa dengan “mengusir setan” supaya penyebab segala dosa keluar dari manusia. Tindakan pengusiran setan merupakan ungkapan Kehendak untuk menjawab tantangan penggodaan dasar di Firdaus. Karena itulah, dikatakan bahwa tindakan Yesus mengusir Iblis bukan atas dasar kuasa pemuka setan. Sebaliknya: “untuk mengembalikan kuasa Allah yang dicampakkan dengan dosa Adam”.

Pengusiran setan dalam kisah ini, benar-benar intisari Pelaksanaan Pengutusan Tuhan Yesus: sang Sabda memulihkan relasi dan komunikasi manusia dengan Allah. Ciptaan tidak lagi “tutup mulut” – bisu di hadapan Allah. Manusia tak bersembunyi dari Allah, seperti ketika Adam dan Hawa habis berdosa lalu menutup diri dari Sang Pencipta. Intisari langkah Tuhan Yesus: membuat manusia berkumpul lagi dengan Sang Pemberi Hidup. Itulah sebabnya disebutkan bahwa Yesus mengumpulkan anak-anak Israel. “Semua yang mengumpulkan bersama Yesus, juga memulihkan seluruh Keluarga Allah”. Sang Sabda sungguh memulihkan komunikasi Allah dengan manusia.

Apabila kita sudah dibebaskan dari kekuasaan setan, kita dipanggil untuk tidak lagi bisu, melainkan membuka mulut dan mewartakan pengalaman iman itu kepada sesama. Itulah misi kita: ajarilah orang melakukan ajaran Tuhan dan senantiasa setia kepada-Nya. Apabila kadang pengutusan itu terasa berat, percayalah, bahwa Roh telah dicurahkan kepada kita. Oleh sebab itu Dia akan menjiwai kita serta menguatkan sampai seluruhnya tuntas terlaksana. Tuhan sendiri ada di ujung jalan: menyambut kita untuk dipersatukan dengan semua murid-murid-Nya. Semua terjadi demi kemuliaan Allah. Tuhan memberkati kita. Kemuliaan kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu dan sepanjang segala abad. “Itulah maknanya: Sang Sabda membebaskan”. Amin.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran. Kami mohon…

 Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s