Bertobat dan Mengasihi

Renungan Harian Misioner
Jumat Prapaskah III, 29 Maret 2019
Peringatan S. Bertold, S. Yonah & Berikjesu
Hos. 14:2-10; Mrk. 12:28b-34

Hari ini adalah Jumat prapaskah pekan III, saatnya pantang disertai dengan doa dan derma sebagai laku tobat. Seruan Kitab Hosea dalam bacaan misa hari ini dengan lantang mengingatkan kita, “Bertobatlah kepada Tuhan Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.” Kita mungkin telah berhati-hati dalam meniti hidup, namun karena sesuatu hal yang bisa jadi halnya kecil kita jatuh tergelincir, terpeleset ke dalam kesalahan, dosa.

Tergelincir berarti jatuh bukan karena sesuatu hal yang besar, tetapi yang kecil semacam kerikil (batu kecil-kecil) atau ceceran cairan tertentu. Dalam hidup (rohani) demikian juga seseorang bisa jatuh bukan karena hal yang besar tetapi karena yang kecil mungkin juga sepele dan tidak disengaja. Seseorang bisa jatuh ke dalam kesalahan dan dosa hanya karena “keseleo lidah” atau candaan atau kelalaian. Orang lalai menjaga kata-kata dan perilakunya, perasaan dan hatinya, budi dan hasrat kehendaknya. Apalagi di saat ini, saat orang mudah mengumbar apa saja di media sosial. Bisa jadi hanya sekedar posting atau update status, sekedar bercanda atau berkomentar, tidak tahunya berakibat buruk bahkan fatal bagi hidupnya sendiri.

Seruan kitab Hosea itu sungguh mengena dan menggema dalam hidup kita. Hendaknya orang mesti lebih berhati-hati, meneliti hidup harian dan memohon bimbingan Tuhan, apalagi di masa prapaskah, masa penuh berkat ini. Hosea mengajak kita berseru kepada Tuhan, “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik.” Seruan ini bisa kita jadikan doa batin harian yang didaraskan terus-menerus.

Bertobat tidak cukup berhati-hati dalam meniti hidup. Lebih dari itu, seperti ditegaskan dalam bacaan Injil misa hari ini, Tuhan Yesus mengajak kita proaktif. Dua tindakan proaktif yang menjadi kunci utama masuk Kerajaan Allah: kasihilah Tuhan Allahmu dan kasihilah sesamamu manusia. Dua perintah ini bagai dua sisi dalam satu keping mata uang. Yang satu mengikutsertakan yang lain. Mengasihi Tuhan bukan sesuatu yang abstrak, karena hanya nyata saat diwujudkan dengan mengasihi sesama. Kita tidak bisa mengaku mengasihi Tuhan Allah, tetapi membenci sesama atau menyimpan dendam. Mengasihi sesama juga bukan sesuatu yang abstrak dan fana, karena acuannya diri kita sendiri dan mengarah kepada Tuhan Allah. Yesus mengatakan, “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” Apa yang kita inginkan orang lain lakukan untuk kita, kita lakukan juga hal itu untuk orang lain. Marilah di hari ini, kita fokuskan diri pada tindakan proaktif ini ‘kasih pada Tuhan Allah dan kasih pada sesama’. Pilih dan tetapkan tindakan konkret sederhana sebagai wujud kasih kepada Allah dan sesama untuk hari ini.*** (NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran. Kami mohon…

 Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s