Bagaimana Sikap Batin dalam Doa Menurut Yesus?

Renungan Harian Misioner
Sabtu Prapaskah III, 30 Maret 2019
Peringatan S. Yohanes Klimakus, S. Roswita
Hos. 6:1-6; Luk. 18:9-14

Sahabat-sahabat Tuhan yang sedang menata hidup di Masa Prapaskah,
Seiring dengan perjalanan rohani kita dalam ziarah batin 40 hari ini guna menata kehidupan Doa, Derma, Puasa dan Pantang (2D2P) kita, Yesus, Tuhan kita menasihati kita melalui Injil hari ini untuk membangun sikap batin yang baik dan benar saat berdoa.

Membaca dan merenungkan perumpamaan Yesus di Injil hari ini, kita dituntun dengan sangat bijak memahami apa yang perlu kita lakukan saat berdoa. Pesannya adalah: pertama, dalam DOA, kita perlu mengambil sikap rendah hati di hadirat Allah yang Mahakudus. Mengapa? Karena dengan sikap batin demikian, kita akan dihantar ke suasana kagum (admiration attitude) dalam batin kita terhadap Allah yang Mahaagung.

Sikap batin itu juga menyadarkan diri kita sebagai yang hina-dina di hadirat Allah yang Mahakudus sembari memohon rahmat-Nya bagi kita. Inilah sikap batin yang benar saat berdoa sebagaimana dilakoni oleh Si Pemungut Cukai dalam Perumpamaan Yesus tersebut. Yesus juga menasihati kita juga untuk menghindarkan diri dari sikap Si Farisi yang menggunakan moment berdoa untuk membanggakan dirinya dan merendahkan serta mempersalahkan sesamanya.

Mengapa Yesus melarang sikap demikian dalam doa? Karena dengan sikap demikian, kita akan lebih fokus pada hukum perbadingan ala duniawi. Padahal doa adalah suatu komunikasi dengan Tuhan guna mendengarkan suara kehendak Tuhan bagi kita. Maka sikap rendah hati dan rasa kagum akan Tuhan yang Mahamulia, menumbuhkan juga sikap berikutnya yakni keterbukaan hati yang tulus untuk mendengarkan suara bimbingan Tuhan yang Mahatahu dan Maha Bijak dengan penuh perHATIan.

Di sinilah kita akan dicerahi dengan Pengetahuan Kebijaksaan dan kasih Allah yang jauh melampaui batas-batas ilmu pengetahuan manusia. Kita juga akan dituntun pada saat demikian untuk makin memahami dan mengagumi Hikmat dan Kasih Allah sebagaiamana diungkapkan oleh Santo Paulus: “Betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus” (Efesus 3:18).

Rasa kagum akan Kebijaksaan dan Kasih tanpa batas Allah menuntun kita makin mengimani, makin mencintai dan makin mengandalkan Dia serta menaruh sauh harapan kita pada-Nya dalam segala situasi hidup yang kita alami. Kita juga akan dimampukan Tuhan memahami cara kerja-Nya dalam hidup kita menurut kehendak-Nya bukan menurut jalan kehendak kita.

Keteguhan Iman, harapan dan kasih pada Tuhan yang ‘ditenun’ dalam pergumulan pengalaman hidup dari waktu ke waktu, dari satu pengalaman yang satu ke yang lain, seperti yang dialami Abraham, membuat dia memiliki sikap batin tersendiri di hadirat Tuhan.

Diinspirasi oleh ajaran Tuhan kita ini, mari kita berupaya mengamalkannya dalam hidup doa kita: bersikap rendah hati di hadirat Tuhan dan terbuka hati mendengarkan tuntunan Tuhan dengan penuh antusiasme dan kekaguman sehingga iman, harapan dan kasih kita kepada Tuhan semakin kokoh.

Tuhan memberkati perjuangan kita sekalian. Amin

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Pengakuan Hak Komunitas-Komunitas Kristiani: Semoga komunitas-komunitas Kristiani, terutama mereka yang teraniaya, dapat merasakan kedekatan dengan Kristus dan mengalami bahwa hak-hak mereka sungguh dihormati oleh masyarakat sekitar. Kami mohon…

 Ujud Gereja Indonesia:

Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden: Semoga dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan umum untuk anggota DPR dan Presiden, semua warga negara mengutamakan hati nuraninya, serta tetap berusaha menjaga kerukunan serta persaudaraan sesama anak bangsa agar tidak tergoda oleh bujukan politik uang. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami ikut mengusahakan agar penyelenggaraan pemilihan di kampung-kampung terlaksana dengan semangat persaudaraan yang tulus dan penuh kejujuran. Kami mohon…

 Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s