Mengapa Yeremia dan Nikodemus Mampu Memilih yang Terbaik?

Renungan Harian Misioner
Sabtu Prapaskah IV, 6 April 2019
Peringatan S. Selestinus, S. Kresensia Hoess, S. Notker “Penggagap”
Yer. 11:18-20; Yoh. 7:40-53

Sahabat-sahabat Tuhan yang terkasih,
Ketika membaca kedua bacaan suci hari ini khususnya sikap iman Nabi Yeremia di bacaan pertama dan Nikodemus di bacaan Injil, saya teringat akan satu pesan bijak dalam film edukatif berjudul The Chorus (Les Chroristes). Pesan bermakna itu disampaikan dalam konteks lucu di mana ada seorang murid yang sangat polos menanyakan teman disampingnya saat ujian matematika berlangsung. Si bocah polos menanyakan jawaban dari salah satu pertanyaan dalam ujian itu yakni hasil dari angka 5 bila ditambah 3 (how much is 5 plus 3?). Dan temannya menjawab dengan penuh keyakinan dan serius “53”. Dan lucunya si bocah lugu ini pun percaya dan menulis 53 di lembaran jawabannya. Padahal si bocah mengikuti informasi yang salah dan hasilnya dia pun ‘disesatkan’.

Mengaitkan kisah bermakna di atas dengan pesan kedua bacaan suci hari ini, kita tentu mengagumi dan perlu mencontohi sikap Nabi Yeremia dan Nikodemus. Ketika mereka harus berhadapan dengan tekanan-tekanan sosial yang memaksa mereka untuk mengakui dan mengikuti ajaran-ajaran palsu, mereka justru tetap berpegang teguh kepada Allah sebagai kebenaran sejati.

Kedekatannya dengan Tuhan membuat Yeremia mampu mendengarkan jaminan perlindungan Tuhan dalam hati-Nya. Nikodemus juga dengan lantang mengakui Yesus sebagai Tuhan Sang Kebenaran sejati meskipun harus ‘dikucilkan’ karena dia sudah sering berguru pada Yesus tentang kebenaran-kebenaran sejati (Bdk. Yohanes 3: 1-21). Kemauannya berguru Tuhan itulah yang membuat dia yakin dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.

Bercermin pada sikap bijak Yeremia dan Nikodemus, kita pun diajak untuk membangun sikap hati yang sama yakni berguru dan bersandar pada Tuhan Sang Kebenaran dan penjamin hidup manusia, khususnya di saat-saat kita harus berhadapan dengan situasi memilah dan memilih. Mengapa?

Karena bila kita berguru dan bersandar pada Tuhan atau orang-orang yang berjalan pada jalan Tuhan, kita pun akan dituntun seperti Yeremia tidak tegar menghadapi segala ancaman dunia karena Tuhan menjadi sadaran kekuatan dan perlindungan kita. Kita pun berupaya seperti Nikodemus untuk berguru dan mengikuti tuntunan nilai-nilai luhur dan orang-orang yang mampu menghantar kita kepada Tuhan, Sang Kebenaran dan Kesejahteraan sejati.

Bersikap seperti Yeremia dan Nikodemus, kita pun akan bisa memilah dan memilih serta mengikuti kebenaran dan kebaikan sejati khususnya di tengah situasi pengaruh hoaks dan upaya ‘pencitraan’ begitu kuat. Kita tahu kepada siapa kita perlu berguru dan perlu diandalkan. Kita tahu nilai-nilai luhur mana yang perlu diikuti dalam hidup kita. Kita tidak mudah terpengaruh oleh segala bentuk ajaran, hasutan dan segala iming-iming palsu ‘berbalut kepentingan’.

Mari kita terus mendekatkan diri dan berguru serta bersandar pada Tuhan seperti Yeremia dan Nikodemus sehingga mampu memiliki kemampuan memilah dan memilih serta mengikuti mengikuti hal-hal luhur dan mulia yang menghantar kita menggapi kesejahteraan dan kebahagiaan sejati baik secara pribadi maupun secara bersama dalam hidup kita. 5+3 =?

Tuhan memberkati kita selalu.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

Featured Image: https://weheartit.com/entry/297052871

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s