Pengampunan Membawa Kehidupan dan Masa Depan

Renungan Harian Misioner
Minggu Prapaskah V, 7 April 2019
Yes. 43:16-21; Flp. 3:8-14; Yoh. 8:1-11

Hari ini kita merayakan Minggu Prapaskah V. Pada Minggu yang semakin mendekati Pekan Suci ini, kita dibawa ke dalam keagungan kerahiman Tuhan. Sabda-sabda Tuhan hari ini memperlihatkan kerahiman Tuhan yang begitu besar supaya kita membangun kehidupan dan memiliki masa depan.

Kata dasar ‘kerahiman’ adalah ‘rahim’. Ini menunjukkan bahwa kerahiman terkait erat dengan ‘rahim’ perempuan (ibu). Rahim adalah ‘home’ (bukan sekedar ‘house’) tempat kehidupan dibentuk, tumbuh dan berkembang, dari sel telur yang dibuahi menjadi benih dan terus berkembang menjadi janin sampai akhirnya lahir menjadi bayi. Sementara itu, kerahiman Tuhan ditunjukkan dengan rahmat pengampunan. Oleh karena itu, dapat dimengerti bahwa di mana ada pengampunan di situ ada kehidupan dan masa depan, dan sebaliknya di mana tidak ada pengampunan di situ kematian datang menjelang.

Itulah yang terjadi dan dialami oleh perempuan yang dihadapkan kepada Yesus di bait Allah karena kedapatan berzinah, seperti dikisahkan dalam bacaan Injil Yohanes 8:1-11. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa perempuan yang kedapatan berbuat zinah kepada Yesus dengan harapan akan mendapat reaksi keras dan hukuman sesuai hukum Musa. Namun, yang dilakukan Yesus justru mengejutkan. Ia tidak menjatuhkan hukuman, melainkan sebaliknya yaitu pengampunan, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Pengampunan membangun kehidupan dan masa depan. Dengan pengampunan itu, perempuan tadi membangun kehidupan baru dan merajut masa depan yang lebih baik. Merajut kehidupan baru inilah yang ditekankan dalam bacaan I dari kitab nabi Yesaya, “Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru […] dan memberi minum Umat Pilihan-Ku.” Allah menghendaki keselamatan umat-Nya. Ia menyertai, melindungi dan membimbingnya menuju zaman baru yang penuh sukacita. Ia mengampuni umat-Nya di kala mereka membelot berpaling dari-Nya. Tak jemu-jemunya Allah berbelas kasih dan melimpahkan kerahiman-Nya.

Gambaran lebih jelas dari manusia yang bangkit dan ditangkap oleh kerahiman Tuhan itu adalah Paulus, seperti dilukiskan dalam bacaan II dari surat kepada jemaat di Filipi. Paulus terpikat oleh Kristus, “Saudara-saudara, segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya.” Membangun kehidupan dan masa depan berarti hidup dalam relasi mendalam dengan Kristus Yesus dan bersedia dibentuk oleh-Nya. Nilai-nilai Kristus menjadi pandom ukuran perihidupnya sehari-hari. Oleh karena itu, marilah kita semakin mengarahkan diri dan perhatian kepada Kristus sehingga kita siap memasuki misteri Pekan Suci, misteri sengsara dan kebangkitan Tuhan.*** (NW)

(RD. M. Nur Widipranoto – Dirnas – Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita.Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s