Renungan Harian Misioner
Selasa Prapaskah V, 9 April 2019
Peringatan S. Kasilda, S. Thomas OFM dkk
Bil. 21:4-9; Yoh. 8:21-30
Apa yang ada dibenak anda, jika ada yang bertanya mengapa Allah menciptakan manusia?
Jawaban yang mungkin muncul akan bermacam-macam, mungkin ada yang negatif maupun positif. Dari awal mula penciptaan manusia, jelas dosa tidak termasuk dalam rencana-Nya. Manusia yang diciptakan-Nya adalah Kudus dan selayaknya hidup bersekutu dengan Allah. Lalu apa yang terjadi jika manusia berpaling pada Allah? Mereka tidak akan “hidup”. Dosalah yang memisahkan manusia dengan Allah, tetapi manusia yang mau selalu berusaha mencari kebenaran di dalam Yesus akan menemukan pengampunan dan kasih yang tidak ternilai. Hidupnya pun akan berkenan pada-Nya.
“Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.” (Yoh. 8 : 29)
Bacaan hari ini ingin mengingatkan kita, meskipun manusia jatuh dalam dosa dan ketidaksempurnaan, asal ada keinginan untuk bertobat dan berpaling dari dosa untuk kembali mencari Tuhan, maka Tuhan akan terus menyertainya. Kita, manusia itu, diinginkan Tuhan untuk tetap hidup dan hidup kita harus dapat menjadi berkat bagi sesama.
“Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa: ”Buatlah ular tedung dan taruhlah itu pada sebuah tiang; maka setiap orang yang terpagut, jika ia melihatnya, akan tetap hidup.” (Bil. 21 : 8)
Dari zaman Musa pun, Allah telah menunjukkan betapa besar kasih-Nya kepada manusia. Meskipun bangsa Israel jatuh dalam dosa dan kedurhakaan terhadap Allah, Ia tetap berbelas kasih dan menginginkan manusia terus hidup. Oleh sebab itu, mari kita bersama-sama hidup dalam kekudusan Allah, selalu memandang ke arah surga di mana Dia berada dan memandang ke bumi kepada kita. Ingatan akan belas kasih Allah sekiranya menjauhkan kita dari dosa dan memberkati hidup kita semua.
(Dena Sukiato – Katekis Paroki Blok Q Keuskupan Agung Jakarta)
DOA PERSEMBAHAN HARIAN
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Evangelisasi:
Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…
Ujud Gereja Indonesia:
Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…
Ujud Khusus:
Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita.Kami mohon…
Amin
