Tinggal dalam Kebenaran dan Berbuah dalam Komitmen serta Moral

Renungan Harian Misioner
Rabu Prapaskah V, 10 April 2019
Peringatan S. Vinsensius dr Lerins
Dan. 3:14-20,24-25,28; Yoh. 8:31-42

Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Tiga pemuda Yahudi yang tinggal di kerajaan Nebukadnezar, tetapi tetap setia pada iman mereka pada Allah sebagai orang Yahudi. Ada suatu kondisi sosial-politik yang membawa mereka pada tantangan mempertahankan iman, ketika sang raja meminta mereka untuk meninggalkan Allah mereka dan menyembah patung emas buatan raja, yang disembah sebagai dewa. Permintaan sang raja disertai ancaman hukuman mati, mereka akan dibakar hidup-hidup jika menolak.

Pilihannya adalah menyembah patung emas dan mereka akan tetap hidup, atau tetap menyembah Allah mereka dan mereka akan kehilangan hidup. Tentu saja ini suatu pilihan amat sulit. Mempertahankan iman lantas mengorbankan hidup; atau meninggalkan iman lantas tetap memiliki hidup. Kita sudah dengar pilihan mereka. Mereka memilih mengorbankan hidup demi mempertahankan iman.

Saya tertarik pada argumen mereka dalam menolak ancaman raja. Mereka menengaskan bahwa bagi mereka Allah adalah segalanya; lebih tinggi dan lebih utama bahkan dari hidup mereka sendiri. Mereka mengandalkan Allah saja untuk membebaskan mereka, tetapi juga jika Allah tidak membebaskan mereka, mereka tidak akan meninggalkan Allah dan menyembah patung. Ini sesuatu yang luar biasa. Penegasan iman sejati. Allah adalah segalanya, juga ketika Allah tidak membebaskan mereka, mereka tetap percaya dan tidak meninggalkan Dia.

Dalam kata-kata Injil, sikap ketiganya lahir dari pilihan hidup untuk tinggal dalam kebenaran. Tinggal dalam kebenaran berarti tinggal dalam Allah, sebagai sumber kebenaran, bahkan kebenaran itu sendiri. Hal itu juga ditegaskan Yesus kepada orang-orang Yahudi yang mendengarkan Dia. Beriman berarti memilih untuk tinggal dan bertahan dalam kebenaran (baca: dalam Allah). Sadrakh, Mesakh dan Abednego memilih tinggal dalam Allah, tinggal dalam kebenaran dan kebenaran itu membebaskan mereka.

Tantangan Sadrakh, Mesakh dan Abrednego adalah tantangan bagi orang Kristen masa kini. Ada begitu banyak tantangan bahkan iming-iming untuk tidak setia pada iman Kristiani seperti kuasa, kekayaan, pengaruh, fasilitas hidup dan bahkan pasangan hidup. Apakah kita teguh setia amat bergantung pada kekuatan komitmen kita pada iman, pada kebenaran dan keyakinan akan Allah. Kekuatan komitmen itu hanya dapat bertumbuh dalam pengenalan dan pengalaman kita akan Allah.

Ini persis inti hidup beriman. Beriman menyangkut matra spiritual dan transendenta dalam kehidupan kita, yakni relasi dan pengalaman kita akan Allah, yang akan nampak pada komitmen iman dan moral. Yesus menuntut itu, yakni tinggal dalam kebenaran yang berarti mengenal dan mengalami Allah dalam hidup, dan hal itu akan terwujud dalam komitmen iman yakni setia kepada Allah, apa pun tantangannya; serta komitmen moral, yakni meleksanakan pekerjaan kebenaran (pekerjaan Bapa) apa pun kesulitannya. Sadrakh Mesakh dan Abednego menunjukkan itu dan kita pun ditantang untuk menunjukkan hal yang sama dalam kehidupan kita pada masa kini.

(Sdr. Peter C. Aman, OFM – Ketua Komisi JPIC OFM Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita.Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s