Misionaris : Memuliakan Allah dengan Seluruh Hidupnya!

Renungan Harian Misioner
Selasa dalam Pekan Suci, 16 April 2019
Peringatan S.Bernadetha Soubirous, S. Paternus
Yes. 49:1-6; Yoh. 13:21-33, 36-38

Renungan Harian dari Yung-Fo

Sahabat misioner yang terkasih : Shalom!

Kita telah memasuki Pekan Suci Hari Kedua: Selasa, 16 April 2019. Firman Tuhan yang kita dengarkan melalui bacaan-bacaan hari ini menegaskan kepada kita bahwa tugas-perutusan seorang misionaris adalah, untuk “’menceritakan keadilan Tuhan’, (Refrein Mazmur Tanggapan!).” Bagaimana tugas-perutusan ini dilaksanakan oleh para misionaris yang dipilih dan diutus Allah? Kita menemukan sejumlah hal dalam diri Nabi Yesaya (Yes. 49 : 1-6) dan dalam diri Tuhan kita Yesus Kristus (Yoh. 13 : 21-33. 36-38). Selanjutnya dari perutusan misioner Yesaya dan Tuhan kita Yesus Kristus ini, kita akan melihat apa yang boleh kita teladani ketika kita sendiri terjun ke masyarakat melaksanakan tugas-perutusan kita!

1. Tugas-perutusan seorang misionaris : “menceritakan keadilan Tuhan!”
Melalui Mazmur 71 Sang Pemazmur melihat dirinya yang sudah mencapai usia tua, sebagai sebuah “tanda” atau “isyarat” yang memberikan kesaksian tentang apa saja yang telah dilakukan Tuhan bagi dirinya (Mzm. 71 : 7.18). Mengingat tentang Berkat Allah yang dicurahkan sepanjang hari-hari hidup kita untuk melihat rahmat Allah yang secara konsisten diberikan Allah kepada kita sepanjang tahun, dan kemudian meyakinkan kita untuk memercayakan hidup dan masa depan kita kepada Allah, serta berbagi kepada sesama tentang manfaat yang kita dapatkan sebagai putera-puteri terkasih Allah, orang-orang yang hidup dengan menuruti Firman-Nya!

Ketika mencapai usia senja, kita menyadari bahwa Tuhan Allah telah terus-menerus mendukung kehidupan kita dengan aneka berkat dan pertolongan-Nya di masa yang telah lalu. Sejalan dengan menurunnya kekuatan fisik dari diri kita, kita menyadari bahwa kita semakin memerlukan Allah, dan kita menemukan Dia sebagai Allah yang tetap setia mendukung kehidupan kita. Karena itu, kita sesungguhnya tidak perlu cemas. Sebaliknya kita perlu terus-menerus mengandalkan pertolongan-Nya, sekalipun keterbatasan kita karena termakan usia tua semakin bertambah banyak! Berharap pada Allah memberi kita kekuatan untuk terus melangkah maju serta terus berusaha untuk melayani Dia, (Mzm. 71 : 14).

Usia senja dan hari-hari di masa tua tidak boleh menjadi penghalang bagi seseorang untuk melayani Tuhan (Mzm 71 : 18), dan juga tidak boleh menjadi penghalang baginya untuk berdoa. Sekalipun usia dapat menghentikan kita dari berbagai kegiatan fisik, keterbatasan fisik tersebut tidak perlu sampai membuat kita berhenti untuk bersaksi – terutama kepada anak-cucu kita, tentang semua yang telah kita alami mengenai pertolongan dan karya Tuhan di sepanjang hidup kita!

2. Panggilan dan tugas-perutusan seorang Yesaya
Panggilan dan tugas-perutusan seorang Yesaya sesungguhnya merupakan “pra-lukisan” dari panggilan dan tugas perutusan Tuhan kita Yesus Kristus sendiri. Sebelum kelahiran-Nya, Mesias telah ditentukan untuk membawa terang Injil (= warta keselamatan) kepada dunia (Kis. 13 : 47). Yesus Kristus menawarakan keselamatan kepada semua bangsa, dan para murid-Nya gerakan penginjilan, untuk membawa berita Injil ini ke selgala penjuru bumi. Tugas-perutusan itu terus berlangsun hingga saat ini. Tugas-perutusan itu dilaksanakan sebagai Perutusan Akbar dari Tuhan kita Yesus Kristus, yang dimaksudkan untuk menghadirkan Terang Injil kepada segala bangsa (Mat. 18 : 18-20).

Ketika memberi kesaksian tentang panggilan dan tugas-perutusannya, Yesaya menegaskan beberapa hal yang merupakan tugas-perutusan seorang misionaris, khususnya tugas yang dinyatakan oleh Pemazmur sebagai “menceritakan keadilan Allah,” yaitu :
• Menjadikan mulutnya sebagai pedang yang tajam bagi Allah,
• Menjadikan dirinya sebagai anak panah dengan Allah sendiri yang menjadi tabung panahnya,
• Menyatakan keagungan Allah,
• Mengembalikan Yakub kepada Allah,
• Mengembalikan orang-orang Israel,
• Menjadi terang bagi bangsa-bangsa.

Semua tugas-perutusan ini dengan sendirinya menuntut adanya hubungan tidak terputuskan antara Yesaya dengan Allah. Yesaya menerima hidupnya berikut tugas-perutusannya dan juga kekuatannya dari Allah. Karena itu, Yesaya pun memberikan seluruh hidupnya, untuk mewartakan dan memuliakan Allah. Allah adalah andalan hidup seorang Yesaya, dan demikian juga andalan setiap misionaris yang mendapatkan tugas-perutusan dari Allah untuk disampaikan kepada umat manusia!

3. Panggilan dan tugas-perutusan Yesus Kristus
Kisah Yohanes 13 : 21-33. 36-38 ini berisi tentang dialog Yesus dengan para murid dan tentang pengkhianatan Yudas Iskariot. Dalam kisah ini ada peran si jahat, yang lewat Yudas, mengantarkan Yesus kepada sengsara dan wafat-Nya. Dan dengan kematian Yesus, seperti halnya juga dengan kematian setiap manusia, segala sesuatu yang terkait dengan diri manusia itu ikut mati atau berhenti : segala rencananya, semua cita-citanya, dan juga semua harapan-harapannya. Melalui kematian Yesus, setan yakin bahwa rencana Allah akan berhenti, Kerajaan Allah yang ditawarkan Allah lewat hidup, pribadi dan karya Putera-Nya Yesus Kristus tidak akan terlaksana. Sebaliknya, dalam rancangan Allah, justru sengsara dan wafat Yesus ini merupakan jalan menuju kepada kebangkitan-Nya, jalan menuju hidup baru di mana Kerajaan Allah menjadi nyata, di mana maut dan dosa dhancurkan, dan umat manusia mendapatkan kesempatan baru untuk mewarisi hidup di dalam Tuhan dan menjadi warga Kerajaan-Nya.

Seperti yang dikatakan Yesus sendiri, sengsara dan wafat-Nya adalah jalan menuju kepada kemuliaan-Nya, sekaligus jalan untuk memuliakan Allah (Yoh. 13 : 31-32). Demikianlah, sebagai seorang yang utusan Allah, Tuhan kita Yesus Kristus memuliakan Allah dengan seluruh dirinya : pribadi-Nya, hidup-Nya, dan karya-karya-Nya.

4. Gambaran Misionaris sejati!
Dari Panggilan dan Tugas-perutusan Yesaya dan Tuhan kita Yesus Kristus, kita menemukan bahwa sesungguhnya setiap misionaris dipanggil untuk memuliakan Allah dengan seluruh hidupnya. Yesaya dan Yesus Kristus adalah gambaran misionaris sejati, yang melaksanakan tugas-perutusan mereka dengan memberikan seluruh hidup mereka demi terwujudnya tugas-perutusan itu, yakni demi keselamatan uamt manusia dan demi pemuliaan Allah, (Bdk. Yes. 53 : 11b-12).

Bagaimana dengan kita, para misionaris zaman ini? Semoga kita mampu meneladani Yesaya dan Tuhan kita Yesus Kristus dan dengan insipirasi serta kekuatan Kristus, andalan setiap misionaris, kita akhirnya dapat memuliakan Allah dengan seluruh hidup kita. Amin! (rmg).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s