Ulurkan Tangan untuk Melayani, Berikan Hati untuk Mencintai

Renungan Harian Misioner
KAMIS PUTIH, 18 April 2019
Kel. 12:1-8.11-14; 1Kor. 11:23-26; Yoh. 13:1-15

Belum lama ini viral di medsos, Paus Fransiskus mencium kaki para petinggi Sudan Selatan. Tindakan ini dilakukan oleh Bapa Suci setelah beliau menyampaikan himbauan dan ajakan kepada para petinggi negara Sudan Selatan untuk menyulutkan api harapan dan merajut perdamaian. Itulah gestur “hamba dari para hamba Allah”.

Hari ini adalah Kamis Putih, saat mengenang perjamuan Tuhan. Pada saat itu pula, Yesus Tuhan kita membasuh kaki para rasul. Gestur Tuhan Yesus membasuh kaki tidak beda dengan gestur Paus mencium kaki. Gestur tersebut menyimbolkan totalitas pelayanan sampai tuntas. Yang diinginkan adalah terwujudnya perdamaian dan keselamatan.

Ada tiga pesan pokok perayaan Kamis Putih. Pertama, kenangan akan Allah yang melawat, melewat dan menyelamatkan umat-Nya. Kedua, ambil bagian dalam hidup Allah. Dan ketiga, melayani sampai tuntas.

Mulai Kamis Putih ini kita memasuki Tri Hari Suci menuju Paskah kebangkitan Tuhan. Paskah sebagai perayaan iman didahului dengan Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci. Gereja mengajak kita mengenangkan Allah yang melawat, melewat, dan menyelamatkan seperti diungkapkan oleh bacaan pertama dari kitab Keluaran, “Itulah Paskah bagi Tuhan. Sebab pada malam ini, Aku akan menjelajahi negeri Mesir, dan membunuh semua anak sulung, baik anak sulung manusia maupun anak sulung hewan, dan semua dewata Mesir akan Kujatuhi hukuman. Akulah Tuhan. Adapun darah domba itu menjadi tanda bagimu pada rumah-rumah tempat kamu tinggal. Apabila Aku melihat darah itu, maka Aku akan melewati kamu” (Kel. 12:12-13). Dengan perayaan Kamis Putih, kita diajak menyusuri kembali sejarah keselamatan Allah pada diri kita baik sebagai persekutuan umat-Nya maupun sebagai pribadi yang dicintai-Nya. Kita bertanya pada diri kita masing-masing, saat kapan dan pada peristiwa apa Allah melawat kita, menuntun kita melewati peristiwa tersebut dan membawa kita kepada keselamatan?

Kamis Putih mengantisipasi Paskah Tuhan. Paskah tidak hanya menyatakan dibebaskan dari hukuman, tetapi ajakan ambil bagian dalam hidup Allah. Dalam percakapan-Nya dengan Petrus yang dikisahkan Injil hari ini, Yesus mengatakan, “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak akan mendapat bagian bersama Aku” (Yoh. 13:8). St. Paulus dalam surat pertama kepada jemaat Korintus menyatakan pula bahwa Tuhan Yesus memberikan tubuh dan darah-Nya kepada kita supaya kita ikut ambil bagian dalam hidup Allah (1Kor. 11:23-26). Keselamatan sejati tidak lain adalah ambil bagian dalam hidup Allah. Malam ini kita ikut ambil bagian dalam hidup Allah dengan melakukan tuguran/adorasi di hadapan Sakramen Mahakudus, menemani Tuhan Yesus di malam penderitaan-Nya. Apakah hidupku sehari-hari telah mencerminkan perwujudan ‘ikut ambil bagian dalam hidup Allah’? Dengan kata lain, apakah hidupku telah menjadi adorasi bagi Allah melalui pekerjaan, kata-kata dan tindakan kita sehari-hari?

Ikut ambil bagian dalam hidup Allah dikonkretkan dengan pelayanan sampai tuntas. Pelayanan sampai tuntas tersebut disimbolkan oleh Tuhan Yesus dengan membasuh kaki para murid. Membasuh (mencium) kaki adalah pekerjaan hamba, pelayan. Untuk membasuh kaki, orang harus membungkuk, merendahkan diri dan mengulurkan tangan. Perayaan Kamis Putih mengajak kita untuk berani terus-menerus mengulurkan tangan untuk melayani dan memberikan hati untuk mencintai. Itulah gestur misioner seperti Tuhan lakukan dan wariskan: “mengulurkan tangan untuk melayani dan memberikan hati untuk mencintai”. Dengan gestur diri dan hati itu, kita membangun harapan dan perdamaian yang mengarah pada keselamatan bersama. Selamat memasuki Tri Hari Suci.*** (NW)

(RD. M. Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s