Tobat Sejati

Renungan Harian Misioner
Senin Oktaf Paskah, 22 April 2019
Peringatan S. Soter, S. Teodoros, S. Yosef Moscati
Kis. 2:14,22-32; Mat. 28:8-15

Para perempuan itu dengan sepenuh hati bersusah payah bangun pagi, jalan ke makam, yang mereka tahu dijaga oleh serdadu resmi. Mereka berani menjalani hal berat dan sulit serta menghadapi bahaya: untuk membersihkan Tubuh Tuhan demi penghormatan kepada Tuhan Yesus, yang telah dibantai orang Yahudi demi cinta-Nya kepada mereka. Tindakan itu mereka lakukan karena mereka kagum dan mengimani Sang Guru Agung, yang berkorban begitu besar bagi dosa-dosa manusia.

Mereka menyesali dosa-dosa mereka dan melakukan pertobatan sejati. Mereka tidak menghindari beratnya konsekuensi tobat sejati dengan mengaku bahwa dosa-dosa mereka amat melukai Hati Tuhan, yang begitu sayang kepada mereka semua. Dengan demikian, cinta Tuhan kepada mereka tidaklah dibiarkan sia-sia. Begitulah mereka ingin memperlihatkan terimakasih, karena Sang Guru telah menunjukkan Kasih Sayang begitu mesra kepada mereka. Tak ada kesulitan dan bahaya yang terlalu besar bagi mereka, untuk menunjukkan sesal yang besar atas dosa dan tobat yang mendalam untuk didamaikan kembali dengan Tuhan, yang telah amat mereka kecewakan.

Tuhan membalas mereka dengan diperkenankannya mereka mengalami Kebangkitan Kristus, yang begitu agung sebagai tanda berpadunya Sang Guru dengan Bapa-Nya di surga. Karunia itu mereka kagumi dan syukuri dengan mengisahkannya kepada murid-murid yang lain.

Marilah kita bertanya kepada diri sendiri: apakah kita memiliki sesal sejati terhadap dosa-dosa kita? Apakah kita benar-benar bertobat? Hal-hal apa yang telah kita lakukan untuk berdamai kembali dengan Allah? Ulangilah syukur karena sengsara dan wafat Kristus telah membuahkan damai bagi Anda dengan Bapa. Siapkah kita menyiarkan Kabar Gembira kepada semua orang? Itulah tanda tobat sejati dan syukur atas karunia Damai Paskah.

Dalam pada itu, untuk membuka mata hati dan telinga hati kita kepada Tuhan, memerlukan Latihan Rohani yang bersungguh-sungguh. Sebab kita terbiasa untuk menyelewengkan perHATIan kita kepada banyak ciptaan dan kesenangan, yang nampaknya bagus dan indah, namun sesungguhnya menyelewengkan kita dan membawa kita justru menyisih dari Allah serta justru minta disembah sebagai ganti Tuhan. Untuk memperoleh tobat sejati, Tuhan menghendaki kita “menyingkirkan segalanya dan kembali untuk ikut dengan Tuhan saja”. Memang, kita tidak dapat menyembah baik “Tuhan dan mammon”. Kita dipanggil untuk benar-benar menjadikan Allah, sebagai satu-satunya fokus hidup kita. Kalau demikian, maka Tuhan akan mendamaikan diri kita dengan Allah Tuhan kita, Junjungan kita lahir dan batin.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s