Misionaris: Modal & Tantangan

Renungan Harian Misioner
Jumat Oktaf Paskah, 26 April 2019
Pesta S. Kletus dan Marselinus
Kis. 4:1-12; Yoh. 21:1-14

Renungan Harian dari Yung-fo
Para sahabat missioner yang terkasih!
Suasana hangat perayaan Kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus masih terasa. Kuasa kebangkitan-Nya mulai bekerja dalam diri orang-orang yang menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat sementara itu kuasa lain, yang menolak fakta tentang kebangkitan-Nya juga bekerja dalam diri orang-orang yang tidak menerima Dia. Sikap penolakan orang-orang terhadap Yesus dan Injil-Nya merupakan tantangan kita sebagai misionaris dan tugas-perutusan kita. Sementara kuasa kebangkitan Yesus menjadi modal sekaligus kekuatan dalam tugas-perutusan kita. Firman Tuhan hari ini membukakan kepada kita tentang Modal dan Tantangan kita sebagai misionaris!

1. Modal atau andalan seorang misionaris
Seorang misionaris tidak mempunyai Modal atau Andalan yang lain, selain yang diterima dan dialaminya dalam perjumpaan dan dalam kebersamaannya dengan Yesus. Para murid yang adalah nelayan telah menjumpai Yesus ketika Dia memanggil mereka untuk menjadi murid-muridNya, dengan tugas khusus yaitu untuk “menjala manusia,” (Mat. 4 : 18-22). Tentang tugas menjala manusia itu, ada kisah panggilan yang lain, yang mirip dengan bacaan Injil kita hari ini (Luk. 5 : 1-11). Para nelayan itu turun ke laut untuk menangkap ikan, dan mereka bekerja sepanjang malam untuki itu, namun tidak ada hasil yang mereka dapatkan (Luk. 5 : 5). Kemudian Yesus datang dan meminta mereka melaut kembali untuk menangkap ikan, dan mereka mendapatkan tangkapan yang banyak (Luk. 5 : 6). Menjumpai Yesus berkuasa memberikan tangkapan yang besar itu kepada mereka, Petrus meminta Yesus untuk pergi dari padanya, namun Yesus malah meminta Petrus untuk menjadi penjala manusia (Luk. 5 : 8. 10). Perjumpaan dengan Yesus dan mengikuti arahan-arahanNya membuat para murid mendapatkan apa yang mereka perlukan untuk kehidupan mereka!

Perjumpaan dengan Yesus di dalam Kisah panggilan tersebut di atas telah berlangsung jauh sebelum Yesus mengalami sengsara, wafat dan kemudian bangkit. Bacaan Injil kita menghadirkan perjumpaan antara Yesus dengan para murid-Nya setelah Paskah. Para murid yang nelayan itu kembali melaut, dan “pengalaman pra Paskah”, (Luk. 5 : 5) di mana mereka tidak mendapatkan tangkapan, terulang kembali dalam “pengalaman post Paskah ini”, (Yoh. 21 : 3). Ketika mereka tidak mendapatkan apa-apa, Yesus datang dan menghadirkan diri-Nya kepada mereka, lalu meminta mereka menebarkan jala di sebelah kanan perahu, dan ternyata mereka mendapatkan banyak ikan, (Yoh. 21 : 6). Permintaan untuk menangkap ikan yang telah mempertemukan mereka dengan Yesus sebelum Paskah (Luk. 5 : 5), permintaan ini mereka dengar kembali setelah Paskah (Yoh. 21 : 6), dan mereka akhirnya kembali masuk ke dalam perjumpaan dengan Pribadi yang dulu pernah temui, yakni Tuhan kita Yesus Kristus sendiri. Para murid akhirnya mengenali Yesus, dan melalui perjumpaan di tepi pantai itu, mereka diyakinkan bahwa Yesus sungguh telah bangkit dan hidup dan telah menampakkan diri-Nya kepada mereka. Kedua pengalaman dengan setting-place penangkapan ikan ini mengingatkan para murid, bahwa Yesus yang dahulu meminta mereka untuk menjadi penjala manusia, Yesus yang sama itu telah mengalahkan maut dengan kebangkitan-Nya, dan tetap menyertai mereka para murid-Nya, (Yoh. 21 : 14). Penyertaan Yesus dengan fakta dan kuasa kebangkitan-Nya merupakan modal bagi tugas-perutusan kita sebagai misionaris, sebagaimana yang terjadi dengan para murid dalam Bacaan-bacaan kita hari ini!

2. Tantangan seorang misionaris
Penyertaan Yesus dengan fakta berikut kuasa kebangkitan-Nya yang dialami para murid, menjadikan mereka kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ketika mereka mulai menjalankan tugas-perutusan sebagai misionaris dari Kristus yang bangkit itu. Para imam kepala, para pengawal Bait Allah, para tua-tua bangsa Yahudi tampil sebagai penantang, yang berjuang untuk memaksa Petrus dan kawan-kawan supaya tidak memberitakan tentang Yesus, orang Nazaret itu (Kis. 4 : 1-3).

Sekalipun harus menanggung hukuman penjara, namun karena dikuatkan oleh fakta dan kuasa kebangkitan Yesus Kristus, yang telah beberapa kali mengunjungi mereka (Yoh. 21 : 14), Petrus dan para rasul akhirnya memilih untuk tetap memberitakan tentang Yesus. Kepada para penantang warta tentang Yesus Kristus ini, Petrus dan para rasul menegaskan poin penting ini, yaitu bahwa “keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan” (Kisah 4 : 12).

Bagi para murid dan selanjutnya bagi kita para misionaris Kristus, fakta tentang kebangkitan Kristus menjadi isi tugas-perutusan kita sementara kuasa kebangkitan Kristus yang bekerja melalui perjumpaan dengan diri-Nya, baik melalui nama-Nya (Kis. 3 : 6) maupun melalui Firman-Nya (Luk. 24 : 25-27. 32) dan juga lewat Perjamuan Pemecahan Roti, yang di dalam Malam Perjamuan Terakhir dirayakan sebagai Perjamuan Tubuh dan Darah-Nya (Luk. 24 : 30-31 dan Mat. 26 : 26-27). Demikian, seorang misonaris dipilih oleh Kristus, dipersiapkan oleh-Nya sebagai murid, dan kemudian diutus oleh-Nya untuk memberitakan Injil-Nya. Apapun tantangan yang dihadapi para misionaris ini, kekuatan kebangkitan dan penyertaan Kristus merupakan modal atau kekuatan yang diandalkan. Para misionaris itu tidak dibiarkan sendirian, tetapi diperlengkapi oleh Kristus dengan kuasa Nama-Nya, Firman-Nya dan Perjamuan Tubuh dan Darah-Nya. Terima kasih Tuhan Yesus untuk semua yang telah Engkau lakukan untuk kami. Amin! (rmg).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s