Membuka Diri kepada Kebenaran

Renungan Harian Misioner
Senin Pekan Paskah II, 29 April 2019
Pesta S. Katarina dr Siena
Kis. 4:23-31; Mzm. 2:1-3,4- 6,7-9; Yoh. 3:1-8

Kedua bacaan hari ini menyajikan hal yang menarik untuk direnungkan. Bacaan pertama berkisah tentang tantangan, kesulitan dan bahkan kekerasan terhadap para rasul oleh para pemimpin agama maupun pemimpin sipil Yahudi. Semua melawan mereka karena konsistensi mereka dalam mewartakan Yesus Kristus yang bangkit. Sebaliknya dalam Injil kita membaca kisah tentang seorang tokoh dari kelompok Farisi bernama Nikodemus, yang malah datang kepada Yesus secara diam-diam dan tersembunyi, yakni waktu malam hari, untuk mendengarkan Yesus.

Kita umumnya memiliki kesan bahwa orang-orang Farisi adalah lawan Yesus. Namun kisah Nikodemus adalah antitesa. Dia adalah gambaran dari tokoh “lawan arus” yang memiliki keyakinan, pendirian dan sikap sendiri terhadap pewartaan Yesus. Ia memilih datang mendapatkan pencerahan dari Yesus, dari pada secara asumtif menolak dan melawan ajaran Yesus.

Plihan Nikodemus tepat, Ia mencari kebenaran pada sang Kebenaran itu sendiri. Nikodemus memulai percakapan dengan menyatakan bahwa apa yang diajarkan Yesus itu benar; bahwa Yesus berasal dari Allah. Artinya, Niodemus menerima dan mengakui otoritas ilahi dari ajaran Yesus dan karena itu kebenaran ajaran Yesus tidak dapat dibantah. Tetapi apakah itu cukup?

Yesus mengajak Nikodemus untuk masuk ke hal yang lebih penting, yakni bahwa kebenaran Ilahi itu harus menjadi kebenaran yang hidup dalam dirinya, dalam diri orang percaya. Kebenaran yang datang dari Allah, harus tinggal dalam diri manusia dan untuk itu manusia yang mengalami pembaruan total dan integral. Yesus menegaskan kepada Nikodemus, bahwa agar kebenaran itu tinggal dalam dirinya, maka ia harus lahir kembali, tidak secara fisik tetapi secara rohani dari air dan Roh.

Air dalam Kitab Suci merupakan symbol bagi penyucian dan sumber kehidupan. Sedangkan Roh adalah daya hidup Ilahi yang diberikan kepada manusia. Ini berarti bahwa lahir dari air dan roh merupakan tindakan dan inisiatif dari Allah sendiri. Menerima pewartaan Yesus berarti menjadi manusia baru secara total dan utuh, karena kebenaran berkenan hadir dan diam dalam diri manusia percaya.

Kita teringat akan kata-kata Yesus dalam Injil Yohanes 15:5 di mana terdapat ajakan atau undangan Yesus untuk tinggal dalam Dia, karena di luar Dia kita tidak dapat berbuat apa-apa. Percaya pada Yesus berarti tinggal dalam kebenaran dan kebenaran tinggal dalam diri manusia percaya. Jika demikian maka seluruh hidup menjadi baru, lahir kembali dalam “air dan roh”, bukan suatu kelahiran secara fisik, tetapi menjadi manusia baru dalam iman, dengan semangat dan mutu hidup baru yang dilandasi kebenaran, atau bersumber pada Yesus sang kebenaran sejati.

Atas dasar ini maka kita juga dapat memahami mengapa para murid tidak gentar dan takut, kendati menghadapi pelbagai tantangan dan kesulitan dalam mewartakan Yesus Kristus yang bangkit. Mereka tinggal dalam kebenaran. Kebenaran menghalau ketakutan, kebenaran memerdekakan. Sebaliknya kebohongan dan tipu muslihat hanya membuat kita takut, bahkan takut menghadapi kebenaran. Nikodemus yang datang dalam kegelapan malam, kini menemukan kebenaran yang menjadi terang bagi kehidupan, berkat perjumpaan dengan sang kebenaran sejati. Nikodemus menjadi model bagi manusia untuk “membuka diri kepada kebenaran”.

(Sdr. Peter C. Aman, OFM – Ketua Komisi JPIC OFM Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Para Dokter dan rekan-rekannya di wilayah perang: Semoga para dokter dan rekan-rekannya yang bekerja di wilayah perang dan mengambil risiko bagi hidup mereka sendiri demi keselamatan orang lain dikuatkan dan dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kasih. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Menangkal Radikalisme: Semoga Gereja membantu dan sungguh-sungguh terlibat secara nyata dalam bekerja sama dengan pemerintah dan kelompok masyarakat lain yang sedang berupaya menangkal segala bentuk kekerasan radikalisme dan fundamentalisme yang sedang mengancam keutuhan bangsa. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami merayakan Paskah dengan penuh hikmat dan kebijaksanaan di tengah masyarakat yang beraneka ragam, dalam bimbingan Bunda Maria, Ratu Damai dan Sukacita. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s