Kuduskan Hidupmu dengan Indera-Indera Kasih

Renungan Harian Misioner
Rabu Paskah II, 1 Mei 2019
Peringatan S. Yusuf Pekerja
Kis. 5:17-26; Yoh. 3:16-21

Bacaan Injil untuk misa hari ini mengisahkan akhir percakapan Nikodemus dengan Yesus. Dalam percakapan tersebut dinyatakan oleh sabda Tuhan Yesus, “Demikian besar cinta kasih Allah kepada dunia, sehingga Ia mengaruniakan Putera-Nya yang tunggal, agar setiap orang yang percaya kepada-Nya, tidak binasa, melainkan memperoleh hidup yang kekal.” Sabda ini menegaskan bahwa kasih Allah adalah prinsip dan pokok keselamatan.

Dalam sabda tersebut, Tuhan Yesus memperkenalkan Allah sebagai Allah yang sedemikian penuh kasih kepada dunia dan seluruh ciptaan. Dalam tulisannya yang lain, St. Yohanes menyatakan dengan lugas, “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1Yoh. 4:16).

Kasih yang demikian besar kepada manusia dan dunia itu, Allah nyatakan dengan memberikan Putera-Nya yang tunggal. Tuhan Yesus, Anak Allah, diberikan kepada dunia bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan. Dengan pemberian diri Putera-Nya itu, Allah mengaruniakan dan membuka pintu keselamatan. Namun demikian, Ia juga tetap membuka ruang kebebasan kepada manusia. Allah tidak memaksa dan mendikte kita manusia. Ia menghendaki dan menawarkan keselamatan kepada tanggapan bebas kita manusia. Allah tidak hanya berhenti pada menghendaki dan menawarkan, tetapi juga mengaruniakan Roh Kudus untuk membimbing manusia menuju keselamatan yang diwujudkan dalam diri Yesus Kristus, Putera-Nya.

Keselamatan bagai dua sisi sekeping mata uang. Satu sisi adalah karunia Allah. Sisi lain adalah tanggapan dan pilihan bebas manusia sendiri. Meskipun Yesus datang untuk menyelamatkan, bukan untuk menghakimi, tetapi tanggapan dan tindakan bebas manusia ikut menentukan keselamatan jiwanya. Manusia akan memilih cahaya keselamatan, yaitu Yesus Kristus, atau memilih kegelapan dengan perbuatan-perbuatan jahat. Injil hari ini menyatakan, “Cahaya telah datang ke dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada cahaya, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat. Yang berbuat jahat, membenci cahaya dan tidak mendatangi cahaya, agar perbuatan-perbuatannya yang jahat tidak nampak, tetapi barang siapa melakukan yang benar, ia mendatangi cahaya, agar menjadi nyata bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah” (Yoh. 3:19-21).

Orang memilih keselamatan untuk bahagianya kalau ‘percaya kepada Tuhan Yesus dan mewujudkannya dalam tindakan kasih sehari-hari’. Maka, tindakan misi konkret kita hari ini adalah menguduskan hidup kita dengan melakukan tindakan-tindakan kasih lewat pikiran yang positif, perasaan penuh kasih tanpa mudah baper, niat kehendak hati yang baik, tutur kata yang menyejukkan, dan perilaku yang mendamaikan.*** (NW)

(RD. M Nur Widipranoto – Dirnas Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s