Mengenal Bapa Melalui Yesus

Renungan Harian Misioner
Jumat Paskah II, 3 Mei 2019
Pesta S. Filipus dan Yakobus
1Kor. 15:1-8; Mzm. 19:2-3,4-5; Yoh. 14:6-14

Pada hari ini Gereja merayakan pesta Santo Filipus dan Yakobus, dua orang Rasul Yesus. Tidak banyak kisah mengenai dua Rasul ini. Namun, dari teks kitab suci yang minim informasi tentang mereka, banyak yang dapat diwariskan darinya kepada kita. Dalam Injil hari ini, Filipus mengajukan pertanyaan yang mendasar kepada Yesus tentang asal semua kehidupan, cinta dan keberadaan kita. Dia berkata kepada Yesus, “Tuhan, tunjukkanlah Bapa itu kepada kami, itu sudah cukup bagi kami” (Yoh.14:8). Mengenal Bapa adalah tujuan pencarian kita. Tanpa mengetahui asal usul dan tujuan hidup kita, harapan kita hanyalah sebatas aspirasi manusia, dan kita hanya bisa mengatakan, “mari kita makan dan minum sebab besok kita mati” (1Kor. 15:32). Hidup kita hanyalah untuk hari ini dan tidak memiliki tujuan yang pasti.

Untuk mencapai tujuan hidup kita, Allah Bapa mengutus Putera-Nya yang tunggal bagi kita. Misinya adalah menunjukkan wajah Bapa kepada kita. Sebagaimana kita ketahui, bahwa Bapa adalah sesungguhnya Roh dan Dia tidak memiliki wajah untuk ditunjukkan kepada kita. Melalui Putera-Nya yang menjelma menjadi manusialah kita mengenal Bapa, “Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa.”…”Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya” (Yoh.14:9-10). Dengan mengatakan ini, kita melihat satu kerinduan Yesus adalah mengantar kita tidak kepada diri-Nya sendiri tetapi kepada Bapa. Ini juga menjelaskan kepada kita, mengapa Yesus mengatakan kepada Tomas, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa kalau tidak melalui Aku. Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku” (Yoh. 14:6-7). Melihat Yesus adalah melihat Bapa!

Mengapa Yesus adalah jalan, kebenaran dan kehidupan kepada Bapa? Ini karena Dia membagikan kemuliaan Bapa. Yesus menegaskan identitas sejati-Nya ketika dia berdoa, “Bapa, permuliakanlah Aku pada-Mu sendiri dengan kemuliaan yang Kumiliki di hadirat-Mu sebelum dunia ada” (Yoh 17:5). Dan selanjutnya, Dia berkata, “Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku” (Yoh 17:6). Dengan demikian, Yesus dapat dengan mudah mengungkapkan kasih Bapa kepada kita karena Dia selalu menjadi satu dengan Bapa dan Dia diidentifikasikan dengan Bapa dalam segala hal. Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup, karena hanya melalui Dialah orang sampai kepada Bapa! Hanya melalui Dia, kita dapat memperoleh terang dan memiliki hidup!

Pengakuan akan identitas keilahian Yesus didasarkan pada peristiwa Kebangkitan-Nya. Itulah alasannya mengapa kita tidak membatasi iman kita pada kebangkitan Yesus, hanya untuk membuktikan bahwa Yesus masih hidup, atau bahwa karena Dia masih hidup, kita bisa berharap akan kebangkitan kita sendiri. Kita harus merefleksikan kebangkitan Yesus melampaui pemahaman kita ini dan menemukan pesan kebangkitan-Nya bagi kita, bagi Yesus sendiri dan hubungan-Nya dengan Bapa-Nya. Kitab suci mengungkapkan kebangkitan Yesus dengan mengatakan bahwa Bapa membangkitkan Yesus dari kematian dalam kuasa Roh Kudus, bukan tentang Yesus yang bangkit dari mati. Kebangkitan menjadi tanda bahwa Allah mengakui apa yang dikatakan dan dilakukan Yesus selama hidup-Nya. Kebangkitan, olehnya menjadi pengakuan akan apa yang dikatakan Yesus bahwa Dia dan Bapa adalah satu!

Relasi Yesus dengan Bapa ini menjadi contoh bagi kita untuk membangun relasi yang mendalam juga dengan Bapa. Yesus sendiri telah memberi jaminan bagi kita untuk itu, karena Dia sendiri dengan tegas mengatakan bahwa, “Aku adalah jalan, kebenaran, dan hidup!” Iman akan kebangkitan Yesus menjadikan kita yakin bahwa melalui Yesus kita dapat sampai kepada Bapa dan bersatu dengan Dia. Persatuan kita dengan Bapa akhirnya menjadi jawaban dari pencarian hidup kita; tujuan hidup kita.

Iman akan Yesus yang bangkit juga memampukan kita untuk melakukan karya-karya yang dipercayakan Yesus kepada kita. “…barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu” (Yoh.14:12). Para Rasul, setelah menerima Roh Kudus, mereka dimampukan untuk melakukan karya yang dipercayakan kepada mereka. Mereka dengan berani mewartakan Yesus yang bangkit tanpa merasa takut. Mereka bahkan mengorbankan nyawanya menjadi martir demi iman mereka akan Yesus yang bangkit itu.

Namun karya Yesus itu tidak berhenti pada para Rasul. Kita semua yang telah dibaptis juga menerima tugas yang sama untuk terus melakukan karya-karya-Nya yang dipercayakan kepada kita. Inilah tugas misioner kita, menghadirkan karya Bapa dan Putera-Nya di tengah dunia zaman ini, agar melalui karya-karya kita, banyak orang semakin mengenal Bapa dan Putera-Nya. Sebagaimana kehadiran Yesus untuk menunjukkan wajah Bapa kepada kita, menjadi tugas kita sekarang untuk melanjutkan misi Yesus ke tengah-tengah dunia. Kita berpartisipasi dalam identitas Yesus, menjadi “jalan”, “kebenaran” dan hidup” bagi sesama kita. Melalui karya misi yang dipercayakan kepada kita, kita juga yakin bahwa Injil dapat disebarkan ke seluruh dunia, kepada segala bangsa, “agar mereka semua menjadi satu”. Inilah kerinduan Allah sendiri, agar kita semua menjadi satu, dengan demikian kita pun akhirnya menjadi satu bersama Bapa dan Putera dalam kerajaan-Nya.

(RP. Joseph Gabriel, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s