Mengapa Perlu Menjaga Keseimbangan ACTIO dan ORATIO

Renungan Harian Misioner
Sabtu Paskah II, 4 Mei 2019
Pesta S. Gemma Galgani, S. Rachel
Kis. 6:1-7; Mzm. 33:1-2,4-5,18-19; Yoh. 6:16-21

Sahabat-sahabat Tuhan yang terkasih,
Ungkapan Ora et Labora bisa dipakai untuk menyimpulkan pesan ini kedua bacaan suci hari ini. Ungkapan Ora et Labora bukan semata terbatas pada arti berdoa dan bekerja. Jauh lebih dalam dari makna demikian. ORA et LABORA sebenarnya mau mengingatkan kita akan dua hal penting yang perlu dilakukan oleh seorang pelayan Tuhan dan sesama, yakni perlunya waktu untuk mengakarkan diri dan menimba kekuatan dan pencerahan dari Tuhan sumber dan tujuan karya pelayanan (ORATIO). Dan energi rohani serta kehendak Tuhan yang didapatkan/ditemukan dalam ORATIO menggerakkan dia untuk melakukan aksi konkret (ACTIO).

Dua hal ini perlu dilakoni secara silih berganti dalam hidup dan karya pelayanan siapa saja yang menyadari diri sebagai pelayan Tuhan dan sesama. Adalah suatu keharusan dalam upaya menjaga keseimbangan dalam mewujudkan dua hal tersebut. Terlalu memfokuskan diri hanya pada satu aspek (entah pada ORATIO atau pada ACTIO) dan mengabaikan yang lain akan memunculkan suatu ketimpangan alamiah dalam hidup seorang pelayan Tuhan.

Inilah yang terjadi dalam hidup dan karya ke-12 Rasul pada masa Gereja Perdana. Mereka terlalu memfokuskan perhatian mereka pada karya pelayanan (sisi ACTIO) dan kurang memberi ruang untuk ORATIO. Menarik untuk disimak dan diteladani bahwa mereka kemudian menyadari situasi ketimpangan tersebut sehingga menimbulkan ketidakseimbangan antara sisi ACTIO (melayani meja) dan ORATIO (doa dan pelayanan Firman). Maka dipilihlah ketujuh Rasul lain sehingga ada Rasul yang menjalankan aspek ACTIO dan ada yang menjalankan aspek ORATIO dalam kehidupan sosial umat Allah.

Pesan mengesankan lain ditampilkan dalam Injil hari ini terkait hal ACTIO dan ORATIO. Diceritakan di sana bahwa setelah menggandakan roti dan memberi makan lima ribu orang (ACTIO), Yesus mengundurkan diri ke gunung tentu saja untuk ORATIO guna bersyukur dan memaknai ACTIO-Nya dalam ‘kacamata’ Allah Bapa sehingga Dia tidak terjerumus dalam spirit membanggakan diri-Nya atas peristiwa penggandaan roti yang baru saja dilakukan-Nya. Sebaliknya para murid-Nya justru mengunakan momen tersebut untuk bersenang-senang dengan perahu mereka di laut. Alhasil, mereka mengalami badai dan akhirnya tertolong ketika Tuhan kembali dihadirkan di tengah-tengah mereka.

Pesan kedua kisah dalam kedua bacaan suci hari ini jelas: dua aspek (ACTIO dan ORATIO) mestinya mendapat tempat yang seimbang dalam hidup kita. Bahwa secara struktural atau dari segi pembagian tugas, saya mungkin berada pada bagian ACTIO. Tetapi tugas saya pada aspek ACTIO bukan berarti saya mengabaikan aspek ORATIO, dan sebaliknya.

Pengabaian akan keseimbangan porsi baik pada level struktural maupun personal akan menciptakan ketimpangan bahkan kendala dalam hidup. Kejadian yang menimpa para murid Yesus dalam Injil hari ini sebenarnya mau mengingatkan kita juga untuk senantiasa berada bersama Tuhan dalam ACTIO dan ORATIO.

Berguru pada pesan bijak dan luhur tersebut kita diajak untuk merenungkan sejauh mana kita memberi porsi ruang dan waktu untuk aspek ACTIO dan ORATIO dalam keseharian hidup kita. Kesediaan dan kesetiaan menjaga keseimbangan ACTIO dan ORATIO akan menciptakan suatu keharmonisan dalam hidup dan karya pelayanan kita yang tentu saja punya dampak positif konstruktif dalam karya pelayanan kita kepada Tuhan dan sesama.

Selamat merenung, Tuhan memberkati selalu.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

One thought on “Mengapa Perlu Menjaga Keseimbangan ACTIO dan ORATIO

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s