Pesan Cinta, Harapan dan Perdamaian

Paus Fransiskus di Makedonia Utara: Bermimpilah besar, dan bermimpilah bersama
Dalam kunjungannya ke Makedonia Utara, Paus Fransiskus menyoroti prioritas kepausannya.

Paus Fransiskus mampu menemukan beberapa tema kunci kepausannya selama, kunjungan satu harinya yang singkat padat ke negara Makedonia Utara.

Dalam pidato pertamanya, kepada para pemimpin masyarakat sipil, Paus Fransiskus mencatat posisi Makedonia Utara sebagai tempat pertemuan untuk berbagai budaya dan agama. Secara khusus, Paus memuji negara itu karena telah menemukan “hidup berdampingan secara damai dan tetap berkesinambungan” yang berakar pada “wajah multi-etnis dan multi-agama” dari orang-orang, yang Paus sebut sebagai “warisan paling berharga” bangsa.

Sebuah bagian dari warisan nasional itu adalah figur Santa Teresa dari Kalkuta, yang dikenal di seluruh dunia sebagai “Bunda Teresa”. Paus Fransiskus menekankan akarnya di Skopje, di mana Bunda Teresa dibesarkan dalam sebuah keluarga dan di sebuah komunitas, dan di mana ia belajar “untuk mencintai mereka yang sangat membutuhkan”. Bapa Suci mengangkatnya sebagai contoh bagi kita semua untuk mencintai “orang miskin, yang ditinggalkan, yang terpinggirkan, dan migran” tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan tindakan konkret dan efektif.

Berbicara terutama kepada umat beriman Katolik (minoritas yang terdiri dari kurang dari satu persen populasi Makedonia Utara) Paus Fransiskus menekankan perlunya menyebarkan pesan cinta, harapan, dan persatuan dalam keanekaragaman pertama dan terutama dengan contoh mereka. Dalam pidatonya kepada para imam Katolik – termasuk para imam Katolik Timur yang sudah menikah dengan keluarga mereka – serta pria dan wanita religius, Paus Fransiskus menggunakan contoh tulisan suci tentang Maria yang mengurapi kaki Yesus dengan minyak narwastu, untuk menunjukkan bagaimana sedikit aroma dapat memenuhi seluruh rumah, dan mengilustrasikan bagaimana komunitas Katolik yang kecil namun bersemangat dapat menginspirasi kehidupan seluruh bangsa.

Paus menyentuh mengenai pentingnya akar dalam keluarga, budaya, komunitas, dalam pidatonya kepada beragam kelompok anak muda. Mengulangi tema yang sangat disukainya, Paus mendorong mereka untuk berbicara kepada para orang tua mereka, untuk belajar sejarah mereka sendiri dari mereka, untuk maju ke dunia.

Dalam pidato itu, Paus Fransiskus menyerukan kepada orang-orang muda untuk “bermimpi besar”, mengingatkan sekali lagi contoh Bunda Teresa, yang mampu mencintai dengan cara yang besar justru karena ia bermimpi dengan cara yang besar.

“Kamu tidak pernah bisa bermimpi terlalu banyak!” dorong Bapa Suci. Dan kunjungan singkatnya ke Makedonia Utara sekali lagi menyoroti “mimpi-mimpi besar” Paus Fransiskus – untuk Gereja, dan untuk dunia.

7-07 May dream big (inside)

07 May 2019
Oleh: Christopher Wells
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s