Menjadi Pewarta dan Saksi Yesus, Sang Roti Hidup: Sumber Hidup yang Kekal

Renungan Harian Misioner
Kamis Paskah III, 9 Mei 2019
Peringatan S. Sirilus dr Sesarea
Kis 8:26-40; Mzm. 66:8-9,16-17,20; Yoh. 6:44-51

Setiap kali kita berdoa bagi orang yang sudah meninggal, entah orangtua, keluarga, sahabat atau siapa saja yang telah meninggal, kita mohon supaya mereka menikmati kebahagiaan kekal, keselamatan abadi, kebahagiaan surgawi atau kehidupan kekal. Tak ada permohonan lain yang keluar dari hati kita bagi orang-orang yang sudah meninggal selain permohonan semoga mereka memiliki hidup yang kekal. Bagaimana manusia dapat memiliki hidup yang kekal? Yesus dengan tegas mengatakan bahwa barang siapa percaya, ia memiliki hidup yang kekal. Tentu yang Yesus maksudkan adalah percaya kepada diri-Nya. Bagaimana orang dapat sampai pada iman akan Yesus? Yesus mengatakan, “Tiada seorang pun dapat datang kepada-Ku, jika tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku”. Kata-kata Yesus ini menegaskan bahwa beriman kepada-Nya merupakan karunia dari Allah. Datang dan percaya kepada Yesus merupakan anugerah Allah sekaligus merupakan buah pengajaran Allah yang mengajar semua orang dan menarik mereka kepada Yesus. Memiliki hidup yang kekal merupakan kehendak Allah bagi setiap manusia. Yesus mengatakan, “Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman” (Yoh. 6:40). Beroleh hidup abadi merupakan kehendak Allah bagi setiap manusia sekaligus merupakan kerinduan jiwa setiap manusia.

Yesus menyatakan diri kepada kita sebagai “roti kehidupan” yang menumbuhkan dan memelihara hidup kekal dalam diri kita. Kiasan “roti” pertama-tama mengacu kepada seluruh misi Yesus, pekerjaan dan perkataan-Nya yang menyelamatkan dan menghidupkan kita (roti kehidupan), dan baru kemudian mengacu juga kepada roti yang adalah daging-Nya/tubuh-Nya yang diserahkan di salib dan dimakan dalam perjamuan Ekaristi (roti yang hidup). Yesus mengatakan, “Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku yang akan Kuberikan untuk hidup dunia” (Yoh. 6:51). Yesus, Sang Roti Kehidupan, memberikan hidup kekal kepada kita yang percaya kepada-Nya sebagai Anak Allah yang telah melihat Bapa, sebagai Firman yang pada mulanya bersama Allah dan telah menjadi manusia untuk menyatakan Bapa. Orang yang menerima Yesus sebagai Firman Bapa, diberi bagian dalam kehidupan-Nya yang jugalah hidup Bapa.

Bagaimana orang bisa sampai kepada iman akan Yesus, Sang Roti Kehidupan? Bacaan pertama hari ini menampilkan sosok Filipus yang tampil sebagai pribadi peka terhadap gerakan Allah. Ia patuh kepada perkataan malaikat dan mengikuti petunjuk Roh Kudus sehingga dia berjumpa dengan seorang sida-sida Etiopia, seorang asing dan bukan termasuk kaum bangsa terpilih. Bertolak dari Perjanjian Lama, khususnya Kitab Yesaya yang dibaca oleh sida-sida tersebut, Filipus menceritakan siapa Yesus Kristus. Apa hasil penginjilan Filipus kepada sida-sida Etiopia? Sida-sida ini percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamatnya; sida-sida ini menerima baptisan air; sida-sida ini memeroleh sukacita besar; dan sida-sida ini kemungkinan besar memberitakan lagi Injil yang diterimanya dari Filipus kepada orang-orang di negerinya. Iman sida-sida akan Yesus sebagai Juru Selamatnya bukan pertama-tama karena pewartaan Filipus, melainkan karena Allah telah terlebih dahulu membuka hati sida-sida dan mengaruniakan kepadanya karunia iman sehingga ia dengan mudah mengerti dan menerima pewartaan Filipus tentang Yesus yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya.

Sebagaimana Filipus yang dituntun oleh Roh Kudus untuk mendekati sida-sida Etiopia dan menceritakan siapa Yesus kepada sida-sida itu, demikian pula kita diutus dan dituntun oleh Roh Kudus untuk mendekati orang-orang yang belum mengenal Yesus dan menceritakan Yesus dan Injil-Nya kepada mereka. Dengan cara ini, orang-orang yang memilki keterbukaan hati untuk percaya tetapi belum mengenal Yesus akan menjadi pribadi-pribadi yang mengenal siapa Yesus dan percaya kepada-Nya. Dengan cara ini, kita menjadi ‘rasul Firman’. Selain itu, kita hendaknya peka terhadap bimbingan Allah yang mendorong kita untuk berjumpa dan mendekati orang-orang (anggota keluarga, sahabat, tetangga, rekan kerja, anak didik) yang telah percaya kepada Yesus, namun karena berbagai alasan dan situasi mereka tidak lagi bersatu dengan Yesus dalam Ekaristi. Kita mesti terus-menerus menceritakan kepada mereka serta meyakinkan mereka bahwa Yesus adalah Roti Hidup. Barangsiapa percaya kepada Yesus dan menerima Yesus, Sang Roti Hidup, ia akan memiliki hidup yang kekal. Dengan cara ini pula, kita menjadi ‘rasul Ekaristi’.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita mengerjakan banyak hal yang baik dan berguna bagi sesama sesuai dengan profesi dan tugas kita masing-masing. Kita memperjuangkan kesejahteraan, membela hak-hak hidup sesama, mempertahankan kebenaran, memperjuangkan keadilan dan sebagainya. Namun, sebagai murid-murid Yesus, kita tidak hanya diutus untuk melakukan pekerjaan atau tugas yang hanya berguna bagi sesama ketika mereka hidup di dunia ini. Lebih dari itu, kita dipanggil untuk membuat orang lain mengenal Yesus, percaya kepada Yesus, bersatu dengan Yesus sehingga mereka pun memiliki hidup yang kekal. Kerelaan dan kesediaan kita untuk membuat orang lain mengenal Yesus, percaya kepada Yesus dan bersatu dengan Yesus, Sang Roti Hidup merupakan panggilan dan perutusan yang paling agung dan mulia yang dikehendaki Allah dari setiap orang Kristiani. Untuk menjadi utusan yang meyakinkan orang lain, kita pertama-tama mesti menjadi pribadi yang mengenal Yesus, dekat dengan Yesus, percaya kepada Yesus dan senantiasa mempersatukan diri dengan Yesus dalam Ekaristi. Semoga kita senantiasa membiarkan diri dituntun oleh Roh Kudus untuk menjadi ‘rasul Firman dan rasul Ekaristi’ bagi setiap jiwa yang merindukan hidup yang kekal.

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s