Ekaristi: Menjadi Satu dengan Kristus dan Gereja

Renungan Harian Misioner
Jumat Paskah III, 10 Mei 2019
Peringatan S. Antonius, S. Gordianus dan Epimakus
Kis. 9:1-20; Mzm. 117:1,2; Yoh. 6:52- 59

Bacaan Kitab Suci hari ini, secara khusus bacaan Injil mengajak kita untuk merenungkan lebih mendalam pribadi Yesus yang sesungguh-Nya yang hadir secara nyata dalam Ekaristi yang kita rayakan. “Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan?” Pernyataan Yesus yang memberi diri-Nya untuk dimakan telah memberikan perdebatan bagi orang-orang Yahudi. Tentu tidak hanya bagi orang Yahudi, tetapi juga bagi kita saat ini. Namun Yesus dengan tegas mengatakan, “jika kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak akan memperoleh hidup kekal.” Yesus sendiri sebelumnya mengatakan bahwa “Akulah roti hidup yang turun dari surga.” Dengan klaim ini, Yesus mengidentifkasikan dirinya dengan roti yang turun dari surga, bukan manna yang diberikan Allah di padang gurun, tetapi Firman Allah. Dia juga tidak hanya berbicara tentang Firman Allah, tetapi Dia sendiri adalah Firman Allah. Dengan kata lain, Dia sendiri adalah Firman Allah yang menjadi daging, Firman yang turun dari surga.

Bagi orang Yahudi untuk menerima Yesus sebagai Firman yang hidup merupakan harapan yang berlebihan. Bagaimana mungkin Yesus memberikan daging-Nya kepada kita? Jawaban yang diberikan adalah, “Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah-Ku adalah benar-benar minuman.” Dengan kata lain, Yesus berbicara tentang realisme sakramen Ekaristi. Daging-Nya benar-benar makanan dan darah-Nya benar-benar minuman, pertama-tama, dalam arti kata-kata yang biasa. Namun, di balik makanan dan minuman terletak kehadiran nyata-Nya. Makanan dan minuman benar-benar nyata dalam arti sepenuhnya karena kehadiran nyata-Nya. Ini menjelaskan mengapa Yesus dapat menjamin bahwa “Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku adalah, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.” Jika Yesus dapat mengklaim, “Akulah roti hidup“, menyiratkan bahwa Dia adalah Firman Allah yang menjadi manusia, maka Dia sudah mengantisipasi realisme Ekaristi ini. Hanya karena inkarnasi, Ekaristi dimungkinkan, karena keduanya terhubung dengan Bapa yang memberikan kehidupan melalui Putera-Nya. Karenanya, iman kepada Ekaristi adalah kelanjutan dan perluasan dari Inkarnasi.

Setelah menetapkan hubungan antara Ekaristi dan kebangkitan sebagai dasar bagi realisme sakramental Ekaristi, kita harus melangkah lebih jauh untuk memperdalam refleksi kita dan mempertimbangkan mengapa penting bagi Yesus untuk mewariskan Ekaristi kepada murid-murid-Nya. Sesungguhnya, Ekaristi adalah dasar bagi keberadaan Gereja. Konsili Vatikan II menegaskan bahwa Ekaristi menjadi Sumber dan Puncak bagi hidup orang Kristen (Katolik). Satu-satunya alasan mengapa Ekaristi diberikan adalah karena tanpa Ekaristi, tidak akan ada Gereja. Tanpa Ekaristi, Gereja tidak dapat hadir sebagai perpanjangan dari Tuhan yang bangkit. Hanya dalam Ekaristi kita dapat benar-benar mengatakan bahwa orang Kristen yang dibaptis adalah anggota tubuh Kristus dalam pengertian yang sepenuhnya. Untuk mengatakan bahwa dalam Ekaristi, kita adalah Tubuh Kristus; kita tidak hanya membuat klaim itu dalam pengertian mistik, tetapi dalam pengertian sakramental. Dalam Ekaristi, yang merupakan tubuh Kristus, kita menjadi satu dengan Yesus secara nyata. Dalam inkarnasi, Yesus diidentifikasikan dengan seluruh umat manusia; tetapi dalam Ekaristi melalui kebangkitan, Yesus sekarang diidentifikasi dengan orang-orang Kristen secara unik dan nyata. Ini karena dalam Ekaristi, Yesus tinggal di dalam kita dan Gereja tinggal di dalam Dia.

Karena alasan ini, Gereja disebut SAKRAMEN, tanda keselamatan bagi dunia. Gereja adalah sakramen hanya karena Yesus adalah Sakramen Allah dan Dia telah memberikan diri-Nya dalam Ekaristi kepada kita sebagai sakramen sehingga kita dapat terus hidup di dalam Dia. Dengan merayakan Ekaristi, kita menjadi SATU dengan Kristus dan Gereja, karena kita semakin menjadi Tubuh Kristus dan suatu tanda bagi dunia. Oleh karena itu, saat kita merayakan Ekaristi, sebagai umat Katolik kita hendaknya berterima kasih kepada Tuhan atas karunia luar biasa berkat kehadiran-Nya secara pribadi dan nyata bagi Gereja melalui para pelayan-Nya yang ditahbiskan. Kapan saja Ekaristi dirayakan, Gereja menjadi lebih Gerejani karena persatuan yang dibangun antara Kristus dan Gereja dan di antara anggota-anggota tubuh Kristus. Dengan cara ini, kita benar-benar menjadi Gereja, Sakramen Tubuh Kristus di dunia.

Marilah kita berdoa, memohon kepada Allah agar IA berkenan menjadikan tubuh kita sebagai tempat yang layak bagi kehadiran Putera-NYA, dan berkat Ekaristi, kita menjadi tanda yang menyelamatkan juga bagi banyak orang!

(RP. Joseph Gabriel, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s