Tinggal di Dalam Persekutuan dengan Kristus dan Para Murid: Dasar Hidup Seorang Misionaris

Renungan Harian Misioner
Selasa Paskah IV, 14 Mei 2019
Pesta S. Matias Rasul
Kis. 1:15-17,20-26; Mzm. 113:1-2,3- 4,5-6,7-8; Yoh. 15:9-17

Renungan Harian dari Yung-Fo

Para sahabat misioner yang terkasih!
Pada hari ini kita menyatukan diri dengan Gereja, untuk memperingati Pesta Santo Matias, Rasul yang dipilih untuk menggantikan tempat Yudas Iskariot dalam kolegium para rasul. Kriteria pemilihan Santo Matias ini membuka kepada kita tentang apa sesungguhnya dasar hidup seorang misionaris itu. Sekalipun berbeda dalam penggunaan ungkapan, penulis Kisah Para Rasul dan Penulis Injil Yohanes menyepakati hal yang mendasar ini, yakni bahwa seorang misionaris haruslah seorang yang sungguh-sungguh tinggal di dalam persekutuan dengan Kristus.

1. Syarat-syarat atau kriteria untuk pengganti Yudas
Dasar Hidup seorang misionaris ini muncul sebagai kriteria, ketika para rasul sedang berkumpul untuk memilih siapakah yang akan menggantikan tempat yang ditinggalkan oleh Yudas di dalam kolegium para rasul. Pemilihan pengganti Yudas ini dilangsungkan dalam suasana doa dengan mengacu kepada Firman Tuhan, dan keputusan pemilihan itu sepenuhnya diserahkan kepada kehendak Tuhan! Begitulah para rasul dan selanjutnya para misionaris ketika harus mengambil keputusan penting. Oleh karena tugas-perutusan yang ada di tangan mereka, mereka terima dari Tuhan, maka keputusan-keputusan penting yang mereka ambil, selalu merupakan keputusan yang mengikut-sertakan Tuhan di dalamnya.

Rujukan Firman Tuhan diambil sebagai dasar untuk melakukan pergantian. Namun selain dasar alkitabiah itu, para rasul menentukan juga sejumlah kriteria bagi yang harus dipenuhi oleh siapapun yang mau menggantikan tempat Yudas dalam kolegium para rasul. Kriteria yang ditentukan untuk memilih pengganti Yudas tersebut adalah:
• Selalu ikut ambil-bagian di dalam pertemuan-pertemuan para rasul bersama Yesus
• Seseorang yang bergabung ke dalam kolegium para rasul mulai dengan saat baptisan Yohanes hingga saat kenaikan Tuhan Yesus Kristus ke dalam surga

Kedua kriteria ini penting, karena tugas seorang misionaris adalah bersama-sama dengan para rasul, menjadi saksi tentang kebangkitan Kristus. Berdasarkan kedua kriteria tersebut di atas, terpilihlah Matias untuk menggantikan Yudas. Jikalau diungkapkan secara lain, seseorang dapat menggantikan tempat Yudas di dalam Kolegium Para Rasul haruslah seseorang yang senantiasa tinggal di dalam persekutuan dengan Kristus dan dengan para murid-Nya. Jadi, bukan seseorang yang “asing” atau “sesekali” baru ikut di dalam perkumpulan para murid Yesus, melainkan seseorang yang selalu ikut ambil-bagian di dalam persekutuan dengan Yesus dan para murid-Nya itu! Matias ternyata memenuhi kedua kriteria itu, dan dengan demikian dapat kita katakan bahwa seseorang yang ingin menjadi misionaris atau menyediakan diri untuk bersaksi tentang kebangkitan Kristus adalah seseorang dengan sosok pribadi seperti Santo Matias ini!

2. Tinggal di dalam Yesus
Sebuah ungkapan lain yang menjadi kriteria untuk seorang misionaris, yang diberi tugas untuk menjadi saksi kebangkitan Kristus, adalah “tinggal di dalam kasih Yesus” (Yoh. 15:9). Namun, kriteria ‘tinggal di dalam kasih Yesus’ ini ditambah lagi dengan kriteria lain, yang terkait dengan Firman dan perintah Allah. Seorang misionaris haruslah seorang yang:
• Tinggal di dalam kasih Yesus
• Menuruti perintah Yesus sama seperti Yesus menuruti perintah Bapa-Nya
• Menaruh kasih satu terhadap yang lain di dalam jemaat dan di dalam kolegium para rasul mengikuti contoh kasih Yesus terhadap para murid-Nya

3. Misionaris Zaman Now
Kriteria untuk menjadi rasul pengganti Yudas tersebut di atas nampaknya tidak sulit untuk para murid di zaman Gereja Awal, angkatan Rasul Petrus dan kawan-kawannya. Apakah kriteria ini masih dapat berlaku untuk orang-orang zaman ini? Toh Yesus tidak ada lagi secara “fisik”? Jadi, apakah masih mungkin kriteria ini diterapkan untuk orang-orang zaman sekarang ini?

Jikalau kriteria ini dimaknai secara fisik, maka tidak akan ada rasul atau misionaris di zaman setelah angkatan Rasul Petrus dan kawan-kawannya. Namun, syukur kepada Tuhan, bahwa setelah Paskah, kehadiran Yesus tidak lagi bersifat fisik melainkan sudah masuk ke tahap kehadiran rohani. Hal-hal yang fisik-material tidak lagi mampu untuk menghalangi Yesus yang bangkit itu untuk hadir atau menghadirkan diri kepada para murid-Nya, sekalipun “pintu-pintu terkunci” (Yoh. 20:19-31). Kita ingat juga apa yang terjadi pada hari Minggu Paskah, ketika Yesus yang bangkit itu membawa kembali Kleopas dan temannya dari Emaus kembali ke dalam persekutuan para murid di Yerusalem (Luk. 24:13-35).

Teks-teks Injil tersebut di atas membuka peluang untuk terpilihnya Matias-Matias di dalam Gereja Zaman Now. Khususnya dari Lukas 24:13-35, kita menemukan tiga poin yang mirip seperti kriteria pada saat pemilihan Matias untuk mengganti Yudas Iskariot itu, yakni:
• Yesus menghadirkan diri lewat Firman-Nya (Luk. 24:25-27).
• Yesus menghadirkan diri ketika Ia membagi-bagi roti (Luk. 24:30-31).

Ada lagi teks lain yang menunjukkan kehadiran Yesus, yaitu ketika para murid-Nya berkumpul atas nama-Nya, (Mat. 18:20). Karena itu, undangan untuk “tinggal di dalam Yesus” (Yoh. 15:9), yang menjadi kriteria untuk memilih seorang misionaris dengan tugas untuk menjadi saksi tentang kebangkitan Kristus, bisa lebih luas dari pada yang ditetapkan di dalam pemilihan Santo Matias, yakni tinggal dan bertekun di dalam kehadiran baru Yesus Kristus, yaitu di dalam Firman-Nya dan di dalam Perjamuan Tubuh dan Darah-Nya.

Saudara ingin menjadi misionaris yang memberi kesaksikan tentang kebangkitan Yesus Kristus berikut hidup dan keselamatan yang ditawarkan melalui kebangkitan-Nya itu? Tinggallah di dalam Firman-Nya dan bertekunlah di dalam Perjamuan Tubuh & Darah-Nya. Amin! (rmg).

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s