Iman Kepada Tuhan Yesus Menyelamatkan

Renungan Harian Misioner
Rabu Paskah IV, 15 Mei 2019
Peringatan S. Pakomius, S. Dymphna, S. Bertha dan S. Rupertus
Kis. 12:24 – 13:5a; Mzm. 67:2-3,5,6,8; Yoh. 12:44-50

Hidup anak cucu Abraham dan semua murid Kristus berakar pada “IMAN”. Iman itu yang telah menyelamatkan anak cucu Abraham sepanjang Sejarah Keselamatan; apa pun duka derita yang mereka alami. Sepanjang ziarah hidup itu, mereka percaya, betapa Allah, Sang Pemberi Hidup, juga melingkupi seluruh hidup mereka sejak awal (bdk. Kej. 1:2 dst), menyelenggarakan hidup mereka di Mesir, dalam perjalanan menuju Tanah Terjanji maupun dalam pergumulan mereka membangun Kerajaan Allah di Israel. Penyelengaraan itu mereka alami dengan penyelamatan dari orang Mesir, dari alam yang kerap kali nampaknya tidak bersahabat, maupun dengan malapetaka yang datang karena kesalahan mereka sendiri.

Hal serupa dialami oleh para murid Kristus. Perlahan-lahan persahabatan dengan Guru dari Nasaret itu dibangun, sejak Andreas seharian berada di tempat tinggal Yesus, melalui perjalanan menyusuri sungai Yordan dan tanah-tanah Galilea dan Yudea, maupun Samaria serta seberang sungai Yordan, melewati kesulitan bergaul dengan orang-orang Yahudi yang tidak bersahabat maupun menikmati pengajaran dan mukjizat serta keakraban dan doa bersama Yesus. Bahkan, jalur penderitaan dan duka derita sampai Wafat Yesus di Salib adalah “Jalan Pembentukan Persahabatan” mereka. Sebab, iman memang mengandung pengajaran dan ketaatan pada Sang Sabda; tetapi iman terbentuk sebagai persahabatan mendalam antara Yesus Kristus dengan mereka, satu per satu dan mereka secara bersama-sama. Hanya melalui “Peninggian di Salib” itulah Yesus menuntaskan ketaatan-Nya kepada Bapa guna memulihkan relasi Allah dengan manusia, yang rusak karena dosa-dosa.

Dalam seluruh peziarahan itulah semakin terbuka bagi para murid terkasih itu, betapa Sang Putera terpadu dengan Allah Bapa, sehingga “jalan bersama Yesus berarti berziarah menuju persatuan kekeluargaan dengan Allah Bapa”. Langkah demi langkah terbukalah perwahyuan mulia, bahwa terpenuhilah Janji Allah kepada Adam dan Hawa, bahwa ‘Anak Sang Wanita‘ akan menghancurkan kepala Setan; terlaksanalah Janji Allah kepada Abraham (Kej. 15:1-6), terwujudkanlah keselamatan bagi semua (Kej. 12:3; 17:3-7). Janji itu terpenuhi bukan karena jasa Abraham, melainkan karena cintakasih Allah. Sesudah Yesus bangkit, menjadi jelaslah, bahwa bagi para Murid tersedia keselamatan dan terselenggarakan pula Hikmah Ilahi untuk memulihkan Martabat Kemanusiaan mereka, yang dimuliakan dalam Kebangkitan Sang Mesias, Sang Terurapi. Para murid berani menengadahkan wajah untuk memandang ke depan –bahkan ke akhir zaman– karena Sang Terbangkitkan mencurahkan Roh Kudus secara sangat mesra di sore hari Kebangkitan Kristus (Yoh. ‪20:22). Dengan demikian, penuhlah IMAN mereka, karena CINTA Tuhan, sehingga hidup mereka penuh HARAPAN, menyingkirkan segala kekhawatiran dan ketakutan. Para murid yang mengimani Yesus itu yakin, bahwa mereka akan dipersatukan sebagai anggota Keluarga Allah (Gal. ‪3:23-29).

Hidup para murid diangkat dari kegelapan dunia memasuki terang ilahi (Yoh. ‪12:46), memasuki zaman baru, sebagaimana Penciptaan juga mulai dengan terang (Kej. 1:3). Begitulah “Terang Kristus” yang dirayakan pada Malam Paskah, sekarang diingatkan kembali, sebagai buah dari Karya Allah menyelamatkan Dunia seutuhnya. “Aku telah datang ke dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan” (Yoh. ‪12:46) adalah perwahyuan Kristologis: pewartaan jelas, bagaimana Tuhan Yesus Kristus menjadi Terang Dunia, sehingga kegelapan dihancurkan. Diingatkan sekali lagi oleh Yohanes, bahwa semua itu diperoleh para Murid Kristus, bukan karena jasa mereka/kita, melainkan karena anugerah Allah Bapa (Yoh. ‪12:47-49). Bagian ini memperjelas, apa yang ada di awal Injil Yohanes, bahwa Guru dari Nasaret itu adalah Sang Putera, yang menyatu dengan Allah Bapa. Oleh sebab itu, mengimani Sang Putera adalah mengimani Bapa. Hal itu hanya mungkin terjadi, karena Roh Kudus yang mengaruniakannya kepada para Murid. Penyampaian itu bukanlah sekedar ‘ajaran’ melainkan ‘nubuat’ Tuhan Yesus bagi para murid, mengenai penyatuan mereka dengan Sang Pemberi Hidup, sehingga seluruhnya akan membuat mereka bersatu dengan Sang Hidup Kekal (Yoh. ‪12:50).

Seluruh sabda Yesus ini kita imani, karena ini mengakrabkan kita dengan Sang Putera dan hal itu memadukan kita dengan Allah Bapa, berkat anugerah Roh Kudus.

Marilah kita syukuri. Kita mohon agar iman kita dikuatkan, sebab Roh Allah melingkupi kita semua. “Iman kepada Tuhan Yesus menyelamatkan, dalam kesatuan dengan Bapa dalam Roh Kudus.”

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s