Belajar Dari Rasul Filipus

Renungan Harian Misioner
Sabtu Paskah IV, 18 Mei 2019
Peringatan S. Yohanes I
Kis. 13:44-52; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 14:7-14

Sahabat-Sahabat Tuhan Ytk,
Di akhir pekan ini kita diajak lagi merenungkan kelanjutan Injil kemarin tentang reaksi para murid terhadap amanat perpisahan Tuhan. Di Injil kemarin, Petrus menyatakan kesediaan untuk mengikuti Tuhan ke mana pun Dia pergi sedangkan Tomas mempertanyakan jalan menuju Rumah Bapa. Di Injil hari ini, Filipus mempertanyakan keberadaan Rumah Bapa. Tentu kita bertanya-tanya mengapa para murid bisa bersikap demikian?

Sebenarnya pergulatan tersebut bukan hanya pergulatan Petrus, Tomas dan Filipus tetapi pergulatan setiap pengiman Tuhan yang masih belum mampu memahami, menerima dan meyakini kebenaran hakikat imannya. Karena iman akan Tuhan senantiasa melibatkan dua dunia kehidupan yakni dunia kehidupan yang sedang kita jalani sekarang dan dunia seberang: asal dan tujuan hidup kita. Iman adalah jalan yang menghubungkan manusia dengan Tuhan dalam dunia kehidupan tersebut.

Kelihatannya ketiga murid tersebut masih belum mampu memahami, menerima dan meyakini kebenaran iman tersebut. Tak heran mereka masih meminta bukti nyata dari Yesus. Yang mengesankan dan patut kita tiru dari ketiga murid itu adalah sikap apa adanya dan keterbukaan hati mendengarkan kata-kata peneguhan Yesus:
“Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya” (Yoh. 14:112-14).

Mengaitkan pengalaman para murid ini dengan kisah hidup mereka selanjutnya, kita menemukan bahwa ternyata pengalaman tersebut membuat mereka semakin bertumbuh kokoh dalam iman akan Tuhan dan dengan penuh keberanian mewartakan Sabda Tuhan di tengah segala kesulitan pada masa-masa jemaat Kristen perdana. Filipus misalnya dikisahkan dalam Kisah Para Rasul 8 di mana dia menjadi penyaksi iman dan melakukan banyak hal mengagumkan. Kata-kata peneguhan terbukti dalam hidup dan karyanya.

Hikmahnya untuk kita: pertumbuhan iman akan Tuhan membutuhkan proses dari waktu ke waktu, dari satu pengalaman ke pengalaman lain. Kesedian dan kesetiaan berproses akan semakin menghantar kita mengenal dan memahami kebesaran kasih dan kuasa penyelenggaraan Allah sehingga kita tidak lagi mempertanyakan kehadiran dan karya-Nya dalam hidup kita. Sebaliknya kita senantiasa terdorong untuk menghaturkan syukur dan pujian karena Tuhan sangat setia menuntun, menjaga dan memberkati dalam hidup. Kita pun mau dan rela mengabdikan hidup kita seperti para murid melalui cara hidup dan karya-karya kita sehingga semakin banyak orang mengenal dan mencintai Tuhan sebagai sumber dan tujuan hidup manusia.

Tuhan yang mengutus kita pasti senantiasa menyertai dan meneguhkan kita dalam segala situasi yang kita alami.

(RP. John Masneno, SVD – Sekretaris Eksekutif Pusat Spiritualitas Sumur Yakub Indo – Leste)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

One thought on “Belajar Dari Rasul Filipus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s