Supaya Jangan Ada yang Terbuang

Paus Fransiskus: ‘Bank makanan memerangi kelaparan dan pemborosan’
Dalam pidatonya di Bank Makanan Eropa, Paus Fransiskus mengutuk mentalitas pemborosan yang membuang orang dan makanan, dan memuji upaya untuk meningkatkan solidaritas kepada orang-orang yang membutuhkan.

Paus Fransiskus bertemu dengan para anggota dan sukarelawan Federasi Bank Makanan Eropa (FEBA) pada hari Sabtu, di akhir pertemuan tahunannya di Roma.

Organisasi amal nirlaba itu juga merayakan peringatan 30 tahun Food Bank of Italy. Bank makanan melayani dengan dua tujuan yaitu mengurangi limbah makanan dan mengurangi kerawanan pangan, dengan menciptakan jaringan untuk mendistribusikan bahan makanan yang tidak digunakan kepada orang-orang yang membutuhkan.

Paus Fransiskus berterima kasih kepada Bank Makanan Eropa karena menyediakan makanan untuk mereka yang kelaparan dan untuk mengurangi sampah. “Berjuang melawan bencana kelaparan yang mengerikan berarti juga memerangi sampah,” kata Paus.

Bapa Suci mengatakan bahwa makanan yang didistribusikan oleh bank makanan adalah “suatu isyarat awal, gestur nyata dari pendampingan di jalan menuju pembebasan”.

“Anda mengambil apa yang dibuang ke dalam siklus setan yang kejam, dan memasukkannya ke dalam ‘siklus kebajikan’ yang berguna.”

Sebuah Mentalitas yang sia-sia
Paus Fransiskus kemudian merenungkan fenomena sampah, dengan mengatakan hal tersebut “mengungkapkan ketidakpedulian terhadap barang-barang dan terhadap mereka yang tidak memiliki.”

Bank makanan, mengingatkan bagaimana Yesus, setelah membagikan roti kepada orang banyak, meminta para murid mengumpulkan apa yang tersisa, “supaya jangan ada yang terbuang.” (Lih. Yoh. 6:12)

“Membuang makanan sama dengan membuang orang,” kata Paus. “Hari ini merupakan hal yang sangat memalukan jika tidak memperhatikan betapa berharganya makanan sebagai barang yang baik, dan betapa banyak hal baik yang berakhir sangat buruk.”

Paus mengatakan membuang makanan yang baik adalah “kebiasaan buruk”, yang dapat terjadi bahkan dalam karya amal ketika birokrasi berlebihan atau biaya administrasi menghalangi jalan untuk berbuat baik.

Pekerjaan amal, membutuhkan visi terpadu, pengetahuan logistik, dan kontinuitas agar berfungsi dengan baik.

“Pekerjaan yang Anda lakukan,” kata Paus kepada para anggota dan sukarelawan FEBA, “mengirimkan pesan yang jelas: bukan dengan mencari keuntungan kita sendiri, tetapi bahwa kita membangun masa depan; kemajuan dari semua kemajuan setiap kali kita berjalan bersama mereka yang tertinggal.”

Ekonomi global membutuhkan solidaritas
Paus Fransiskus mengatakan ekonomi global sangat membutuhkan solidaritas seperti itu, agar menjadi lebih manusiawi dan bukan “mesin sembrono yang menghancurkan manusia.”

“Bagaimana kita bisa hidup dengan nyaman ketika manusia berkurang dan hanya menjadi angka, ketika statistik menggantikan wajah manusia, ketika kehidupan bergantung pada pasar saham?”

Dan Paus menawarkan beberapa pemikiran tentang solusi yang mungkin. Ketidakstabilan, kembali ke masa lalu, atau campur tangan dengan kekerasan tidak bisa menjadi jawabannya.

Paus Fransiskus mendorong semua orang supaya mendukung mereka yang bekerja untuk meningkatkan solidaritas dan “mendorong model pertumbuhan berdasarkan kesetaraan sosial, pada martabat manusia, keluarga, masa depan kaum muda, dan penghormatan terhadap lingkungan.”

“Sampah tidak bisa menjadi kata terakhir yang diwariskan kepada keturunan oleh segelintir orang kaya, sementara mayoritas umat manusia tetap diam.”

18 Mei 2019
Oleh: Devin Watkins
Sumber: Vatican News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s