Misionaris Membuka Pintu Bagi Bangsa-bangsa Kepada Iman

Renungan Harian Misioner
Selasa Paskah V, 21 Mei 2019
Peringatan S. Kristoforus Magallanes
Kis. 14:19-28; Mzm. 145:10-11,12- 13ab,21; Yoh. 14:27-31a

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo,

Firman Tuhan hari ini mempertemukan kita dengan Paulus dan Barnabas dalam perjalanan misi mereka ke sejumlah kota, dan dengan Tuhan kita Yesus Kristus yang sedang berbagi hubungan-Nya dengan Allah, Bapa-Nya kepada para murid-Nya. Dari perjumpaan kita dengan Tuhan kita Yesus Kristus dan para rasul ini, Firman Tuhan membukakan kepada kita dua hal penting tentang seorang misionaris, yakni tentang tugasnya yang khas dan tentang hubungannya yang istimewa dengan Yesus Kristus.

1. Tugas khas seorang misionaris
Tugas khas seorang misionaris diungkapkan secara khas dan indah dalam Bacaan Pertama, yakni “membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman” (Kis. 14 : 27). Sesungguhnya, mengacu kepada kesaksian Paulus dan Barnabas, yang membuka pintu kepada iman ini adalah Allah sendiri, dan para rasul itu seumpama “anak kunci” dari pintu kepada iman tersebut. Para rasul, yang selanjutnya diteruskan oleh para misionaris, adalah alat-Nya Tuhan sendiri, yang Dia gunakan untuk membuka pintu hati orang-orang kepada Diri-Nya sendiri. Para rasul dan misionaris adalah jembatan penghubung antara manusia dengan Allah. Barnabas dan Paulus telah melaksanakan hal ini dalam perjalanan misi mereka ke sejumlah kota di Asia Kecil. Paulus dan Barnabas telah menjembatani orang-orang di kota Listra, kota Derbe, kota Perga, kota Ikonium, kota Pisidia dan Pamfilia, kota Perga dan kota Antiokia untuk menjumpai Tuhan Sang Juruselamat.

2. Senantiasa terhubung dengan Yesus dan Bapa-Nya
Agar supaya dapat menjadi jembatan bagi orang-orang dengan Allah, maka seorang rasul serta misionaris harus orang pertama yang sudah berada di dalam hubungan istimewa dengan Allah tersebut. Inilah poin penting dari Amanat Perpisahan yg disampaikan Yesus kepada Para Murid-Nya dalam Injil hari ini.

Kepada Para Murid-Nya, Yesus memberikan damai-sejahtera, suatu pemberian yang sungguh berbeda dengan apapun yang diberikan oleh dunia, (Yoh. 14 : 27). Kepada para murid itu juga, Yesus menegaskan tentang pentingnya kepergian Yesus kepada Allah, Bapa-Nya(Yoh. 14 : 28). Amanat Perpisahan ini diberikan Yesus kepada Para Murid-Nya, bukan sebagai “kata-kata perpisahan,” melainkan sebagai semacam “persiapan bathin” bagi para murid tersebut. Untuk apa?

Persiapan bathin ini menjadi poin penting, sehubungan dengan apa yang akan terjadi dalam hidup para murid-Nya, ketika mereka menjalankan misi yang Yesus wariskan kepada mereka. Ditegaskan, bahwa di dalam perjuangan untuk melaksanakan misi, yakni “membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman,” itu, para murid akan berhadapan dengan “penguasa dunia ini” (Yoh. 14 : 30). Dan pada titik inilah hubungan para murid – rasul – misionaris dengan Yesus menjadi “amat sangat penting.”

Untuk bisa mengatasi gangguan serta berbagai hal yang bisa saja dilakukan oleh para penguasa dunia ini terhadap mereka, para murid – rasul – misionaris harus melekatkan diri mereka seerat-eratnya kepada Yesus. Why? Karena Dialah yang telah mengalahkan dunia dengan kebangkitan-Nya. Kata-Nya kepada para murid-Nya, “[…] penguasa dunia ini akan datang, namun ia tidak berkuasa sedikitpun terhadap Diri-Ku” (Yoh. 14 : 30). Bersama Yesus dan kuasa kebangkitan-Nya, para murid – rasul – misionaris akan mampu mengalahkan dunia dan para penguasanya. Melekatkan diri pada Yesus Kristus dan segala sesuatu yang disediakan-Nya adalah syarat mutlak yang harus ada pada diri setiap orang, yang mau memberikan diri sebagai misionaris, dengan misi khusus “membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman” (Kis. 14 : 27).

3. Pertanyaan Refleksi
* Seberapa erat aku melekatkan diriku kepada Yesus, di dalam doa, devosi, membaca dan merenungkan Firman-Nya dan terutama Ekaristi?

* Seberapa banyak orang yang telah kubawa kepada iman akan Yesus sepanjang hidupku hingga saat ini?

Selamat merenung! (rmg)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s