Maukah Kita Berbuah?

Renungan Harian Misioner
Rabu, 22 Mei 2019
Pesta S. Rita dari Cascia
Kis. 15:1-6 ; Yoh. 15:1-8

Banyak yang mungkin berpikir Tuhan memilih kita sebagai umat pilihan hanya untuk masuk ke dalam surga. Pemikiran seperti itu tidak sepenuhnya benar. Tuhan Yesus menyelamatkan kita bukan hanya ingin menghindarkan kita dari hukuman neraka, tetapi Ia memiliki tugas yang sangat penting untuk kita jalani. Tuhan menghendaki kehidupan kita yang terbatas di muka bumi ini dapat memberi dampak yang besar bagi orang lain.

Bacaan Injil hari ini dengan jelas menyatakan tujuan Tuhan memilih kita, yaitu supaya kita pergi dan menghasilkan buah, “[…] jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku” (Yoh 15:8) dan supaya buah itu tetap (kekal).

Buah di sini mengenai kehidupan yang menjadi berkat bagi orang lain. Kata “buah” dalam bahasa aslinya (Karpos) memiliki arti yang lebih jelas, yaitu kehidupan yang memberi nilai tambah bagi orang lain, memberi dampak baik bagi orang lain. Jadi dengan bertumbuh dan menghasilkan buah, kita menunjukkan diri sebagai murid yang sejati dan nama Tuhan dapat dipermuliakan.

Dalam pesan bacaan dan juga renungan RD. Marcel Gabriel kemarin disampaikan bahwa kita diminta untuk membuka pintu kepada bangsa-bangsa (orang lain) kepada iman (Yoh.14:27), seterusnya hari ini dalam pesan Injil, kita sebagai murid dan misionarisnya diminta untuk menjadi berkat yang bisa dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan kerja dan kepada semua orang tanpa terkecuali.

Pertanyaan refleksi: Apakah kita mau diutus dan mau menjadi alat-Nya melalui kesaksian hidup kita dan apakah selama ini kita sudah melakukannya? Dan apakah kita senantiasa memohon kekuatan dari Roh Kudus agar kita bukan menghasilkan buah yang sementara melainkan buah yang tetap?

Apabila kita berbuah, kita diibaratkan seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air, berbuah dan berhasil (Mzm.1:3) dan tidak peduli apakah kita dihargai atau tidak, kita tidak melakukannya untuk sebuah pujian atau penghargaan belaka, tapi yang kita lakukan adalah agar ranting-ranting yang melekat pada kita tidak kering dan terbuang.

Bagaimana caranya agar kita berbuah? Bukan cuma melalui usaha kita sendiri, tapi hidup dalam Yesus dan membiarkan-Nya hidup di dalam kita (Yoh.15:5) dan setelah dibentuk oleh Firman Allah (Yoh.15:2-3) dan membiarkan-Nya bekerja dalam keseharian hidup kita. Jika kita tidak terputus dari Sumber Kehidupan kita, maka seperti ranting yang menempel pada pohon, kita akan berbuah.

(Helen Romli – Ketua Komisi Penyebaran & Promosi Lembaga Alkitab Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

One thought on “Maukah Kita Berbuah?

  1. Selamat Sore Romo, Susters dan Sdri/a seiman.

    🍁🍇Dlm refleksi pagi ini , saya diingatkan kembali akan pengalaman dimasa msh on Duty – dlm pengembaraan didunia profesi saya banyak sekali memgalami up and down. Disaat saya benar2 jatuh sampai sakit dan perlu bantuan expert – disitulah saya disadarkan bw semua yg terjadi itu adalah suatu proses yg tlh Tuhan nyatakan bagi diri saya. “Aku ini layak utk dikasihi“ ; semuanya adalah rencana Bapa – Allah Bapa telah memberi kesempatan dan kebebasan bagi saya utk memilih jalan yg akan diambil.
    Syukur demi Karunia penguatanNya, saya merasa dikasihi dan semakin dekat dan merindukan Tuhan Jesus.
    Disaat inilah saya mulai merasakan bgmn yg mengalami Kasih Tuhan secara pribadi.
    Inilah permulaan saya merasakan dipangkas spt pohon anggur dan semakin dikuatkan, semakin bertumbuh dlm Iman, Harapan & Kasih dan semakin merindukan Dia. Dimana kuncinya adalah Iman dan berani menyerahkan diri total utk dirobah oleh Allah Roh Kudus.

    🙏🏼 Syukur dan Trimakasih padaMu Allah Bapa, Allah Putera dan Allah Roh Kudus atas Kasih dan RahmatMu. Trimakasih saya blh berbagi Kasih, Sukacita, Damai dan blh menjadi berkat bagi keluarga, Komunitas dan semuanya disekitarku. Amen…🎶

    JESUS loves you❤️️❤️️❤️️

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s