Satunya Bapa, Putera, Roh Kudus

Renungan Harian Misioner
Rabu Paskah VI, 29 Mei 2019
Peringatan S. Teodosia dr Konstaninopel, S. Maximinus
Kis. 17:15,22 – 18:1; Mzm. 148:1-2,11- 12ab,12c-14a,14bcd; Yoh. 16:12-15

Nas ini dari satu sisi menunjukkan, bahwa Yesus sangat memahami, kalau para murid-Nya tidak akan segera mampu memahami segala yang disampaikan-Nya kepada mereka. Dari lain sisi, Ia tetap menyampaikan pewahyuan penting bahwa: baik Putera maupun Roh Kudus menerima segalanya dari Bapa; namun Roh juga memperolehnya melalui Putera. Dan semua akan diberikan kepada orang-orang yang beriman kepada-Nya: agar dapat sebenar-benarnya mengerti “Sang Jalan kepada Bapa”, sebab hanya dengan demikianlah mereka akan HIDUP.

Yesus mengerti keterbatasan kita, para murid-Nya. Itulah ‘Guru yang baik’. Ia tahu bahwa murid-Nya mempunyai kemampuan terbatas, namun Ia berusaha untuk memberi tambahan pengetahuan; tanpa memaksa murid-Nya melampaui kemampuan mereka. Oleh sebab itu, secara sedikit demi sedikit Ia mengajarkannya kepada kita. Tidak jarang, secara sabar, Ia mengulang-ulang pengajaran atau pendidikan-Nya. Bahkan ketika menjadi jelas, bahwa tidak segalanya dapat ditangkap oleh para murid, Ia menyerahkan kepada Roh Kudus untuk melanjutkan pengajaran iman kepada kita semua. Oleh sebab itu, jangan menjadi putus-asa, apabila tidak semua yang dipaparkan oleh Tuhan Yesus, ternyata belum kita pahami dengan baik. Percayalah bahwa Roh akan menjelaskan. Memang itulah artinya Misteri Ilahi: Allah membukakan sejumlah hal untuk kita tangkap, dan tetap ada banyak hal yang sulit kita mengerti. Bab Satu dari Lumen Gentium mau menjelaskan ‘apa yang disebut Gereja’ itu, namun sekaligus diberi judul ‘misteri’, karena memang ada unsur Ilahi, yang belum mudah dipahami; jadi diberi penjelasan, namun sekaligus dengan bersiap-siap untuk mengakui, bahwa banyak hal tidak dapat kita selami seutuhnya.

Dalam pada itu, Yesus tetap mau menjadi “Sabda, yang membukakan bagi kita, para murid-Nya, siapa Diri-Nya, siapa Bapa”. Sebab, Dia memang “KEBENARAN” yang menjadi “JALAN” manusia sampai kepada Bapa; supaya tidak lagi “mati, karena akibat dosa”, melainkan menjadi “HIDUP” kembali. Pada kesempatan ini sekaligus “diperolehnya peluang untuk menjelaskan” bahwa “Bapa dan Anak hanya dapat disambut para murid secara gamblang, apabila Roh Kudus sudah dicurahkan kepada para Murid”. Sebab, Bapa dan Putera hanya dapat disambut oleh para Rasul dan murid-murid, apabila Roh Kudus seutuhnya menjelaskan. Sebab, “Roh itulah yang sepenuh-penuhnya membawa Bapa dan Putera ke dalam hati dan budi para murid Kristus”.

Dengan menjelaskan bahwa hanya Roh Kudus, yang dapat seutuhnya menghadirkan pemahaman Bapa dan Putera dalam diri para murid, maka dijelaskan pulalah bahwa Bapa, Putera dan Roh Kudus itu sebenar-benarnya MENYATU.

Bila sampai di titik ini, tidak seluruhnya dapat “kita mengerti”, maka benarlah yang dikatakan pada awal renungan ini: “Yesus tahu, bahwa para murid-Nya tidak sepenuh-penuhnya memahami, apa yang dicoba dijelaskan-Nya”. Mohonlah TERANG ROH KUDUS, agar SANG TERANG menyinari hati dan budi kita. Kalau sebagian kita pahami dan sebagian belum kita mengerti, sambutlah MISTERI ILAHI itu. AMIN.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Gereja di Afrika, sebagai benih persatuan: Semoga Gereja di Afrika, melalui keterlibatan anggota-anggotanya, dapat menjadi benih persatuan bagi penduduknya dan menjadi tanda pengharapan bagi benuanya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pendidikan Nilai: Semoga tenaga pendidikan dalam Lembaga-Lembaga Pendidikan Katolik tidak sekedar sibuk mentransfer ilmu, tetapi sungguh-sungguh berupaya untuk menanamkan keutamaan nilai-nilai Kristiani kepada anak didiknya. Kami mohon…

Ujud Khusus:

Semoga umat di Keuskupan kami berkat rahmat Pentakosta dan dibimbing Bunda Maria, dapat saling mendidik sehingga memperoleh kebijaksanaan mendalam untuk membangun nasionalisme yang sehat dan bangsa bermartabat. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s